29 C
Indonesia
Monday, September 28, 2020
Home Berita Liga Inggris Tottenham Dapat Kecaman Dari Mantan Pelatih Karena Potong Gaji Staff Ditengah...

Tottenham Dapat Kecaman Dari Mantan Pelatih Karena Potong Gaji Staff Ditengah Krisis Corona

Ttottenham Hotspur membuat sebuah keputusan yang melahirkan kontroversi ditengah mewabahnya virus corona saat ini. Beberapa waktu lalu dikethui The Lily Whites telah memutuskan akan memotong gaji seluruh staf non, pemotongan tersebut mereka ambil sebagai sebuah langkah untuk menyelamatkan keuangan klub ditengah seretnya dana masuk akibat pandemi virus corona. Secara total ada sekitar 550 karyawan terdampak pemotongan gaji sebesar 20%. Akibat hal tersebut kemudian beberapa pihak mengkritisi keputusan klub, yang mana salah satu diantara yang juga mengecam kebijakan Tottenham adalah mantan pelatih mereka, Harry Redknapp.

Berdasarkan berita yang telah diterbitkan oleh media setempat diketahui bahwa nantinya gaji staff akan dipotong sebesar 20 persen untuk bulan April dan Mei mendatang. Tidak hanya para staf biasa, namun bos besar mereka Daniel Levy juga dinyatakan akan menjadi salah satu staf yang gajinya akan dipotong. Kebijakan pemotongan gaji ini diambil oleh klub dikarenakan mengikuti aturan cuti dari pihak pemerintah Inggris.

550 Staff yang kami sebutkan diatas adalah seluruh staff non pemain, jadi Harry Kane dkk tidak akan turut merasakan imbas pemotongan upah ini. Karenanya hal tersebut membuat beberapa pihak mengeluarkan statemen tentang tidak fair-an, dan salah satu yang juga menyoroti perihal tersebut adalah Redknapp.

Harus diketahui bahwa sebenarnya salah satu beban berat Totenham jika mengalami kendala keuangan adalah perihal gaji pemain Tottenham. Sebagai informasi gaji para pemain Tottenham rata-ratanya terbilang cukup besar, bahkan mereka menempati posisi ke 7 di Premier League dengan gaji pemain tertinggi. Rata-rata gaji pemain The Lily Whites adalah 3,9 juta paund sterling setiap tahunnya.

Karena fakta yang ada tersebut Rendkapp merasa akan lebih fair jika seandainya peraturan pemotongan gaji tersebut terlebih dahulu diberlakukan untuk para pemain ketimbang para staff.

“Saya tak menyangka. Harusnya gaji para pemain yang dipotong. Aturan (cuti) itu bukan untuk klub sebesar Tottenham,” tutur Rendkapp sebagaimana yang ditulis oleh The Sun, dan di kutip oleh Metro.

“Menurut saya, pemerintah akan menanggung rakyat biasa yang kesusahan dan menolong unit bisnis kecil yang terkena imbas. Tapi sekarang kita sedang bicara soal klub di mana para pemainnya digaji jutaan Paun per tahun,” lanjut Rendkapp.

Berdasarkan penuturan yang diberikan oleh mantan pelatih Tottenham Spurs tersebut diketahui bahwa sebenarnya pemain Spurs bukannya tidak ingin menerima kebijakan pemotongan gaji, namun beberapa diantara mereka berpendapat ingin adanya sebuah keadilan, dimana jika ada satu pemain yang terkena pemotongan gaji maka seluruh pemain lainnya juga harus merasakan hal yang sama.

“Tottenham itu dimiliki Joe Lewis, salah satu orang terkaya di dunia, dan klubnya malah memotong gaji staf non-pemain sebanyak 20 persen. Sukar dipercaya,” ujar Redknapp.

“Tottenham itu menggaji pemainnya sekitar 80-100 ribu Paun per pekan. Tentu saja, pemain harus terkena pemotongan gaji.”

“Saya paham isi kepala mereka (para pemain Tottenham), mereka tak mau melakukannya sendiri. Mereka baru bersedia jika seluruh pemain setuju dikurangi gajinya,” katanya menambahkan.

Perkara pemotongan gaji pemain untuk mengurangi beban berat klub ditengah seretnya pemasukan akibat corona virus, sebenarnya telah dilakukan oleh beberapa klub kaya lain, seperti Juventus dan juga Barcelona. Namun tentu saja keputusan tersebut harus berdasarkan kesepakatan antara pemain dan klub.

Ditengah keadaan krisis seperti ini menjadi naik dengan saling tolong menolong memang merupakan satu hal yang amat penting untuk saling menyelamatkan.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

TUNTOR

Berita Favorit

Prediksi Bola Aston Villa vs Chelsea 21 Juni 2020

Tuntor.com - Chelsea akan bermain sebagai tamu melawan Aston Villa di Villa Park untuk melanjutkan pertandingan ke-30 Liga Primer Inggris 2019/20. Pada...

Arsenal Bisa Tembus Zona Liga Champions Jika Terus Main Seperti Ini

Arsenal melakukan penampilan apik kala melawan Fulham, dalam laga tersebut mereka berhasil unggul 3-0 atas tim tuan rumah. Jika Arsenal mampu mempertahankan...

Luis Enrique Ceritakan Pengalamannya Melatih La Pulga

Luis Enrique yang merupakan mantan pelatih Barcelona mengatakan bahwa dirinya tidak mungkin untuk mengajari megabintang asal Argentina, Lionel Messi untuk dapat menggiring...

Fans MU Tandatangani Petisi Desak Klub Lakukan Belanja

Manchester United pada musim ini terbilang irit pemberitaan terkait aktivitas belanja, dan menyoal hal tersebut diketahui kini para fans mereka merasa geram....