29 C
Indonesia
Saturday, September 19, 2020
Home Berita Liga Jerman Toni Kroos : Sang Jenius Sejati Asal Jerman Timur

Toni Kroos : Sang Jenius Sejati Asal Jerman Timur

Menjadi tumpuan sempurna di klub sebesar Real Madrid dan tim nasional Jerman dalam beberapa tahun terakhir membuat namanya melambung tinggi dan menjadi salah satu pemain terbaik di posisi lapangan tengah ialah Toni Kroos. Gaya bermainnya yang tenang Kroos mampu menguasai lini tengah dengan baik, akurasi tendangan yang mumpuni pun menjadi salah satu alasan mengapa dia layak disebut sebagai gelandang terbaik dunia, dia bahkan disandingkan dengan pemain legenda seperti David Beckam dan Xavi Hernandes.

Puncaknya karirnya adalah ketika ia berhasil berhasil menyumbangkan trofi piala dunia pada tahun 2014 bersama timnas Jerman, raihan itu terasa sangat istimewa karena Kroos menjadi putra Jerman Timur pertama dalam squad Jerman yang mampu meraih gelar paling bergengsi di dunia tersebut.

Pria yang lahir pada 4 Januari 1990 di Greifswald, Jerman memulai kmenimba ilmu sejak kecil di akademi sepakbola Greiswald yang kala itu akademi tersebut dilatih oleh ayahnya sendiri bernama Roland Kroos yang dulunya adalah mantan pegulat profesional di Jerman, setelah merampungkan pendidikan di Akademi Greiswald, Kroos melanjutkan karirnya FC Hansa sebelum akhirnya bergabung dengan FC Bayer Munchen pada 2006.

karena dinilai memiliki bakat yang sempurna Kroos memulai debutnya bersama tim utama Bayer Munchen pada usia 17 tahun, namun agar ia memiliki jam terbang yang banyak akhirnya klub bayer memutuskan untuk meminjamkannya ke klub Bayer Leverkusen, selama 18 bulan dia disana Kroos mengalami perubahan yang sangat signifikan dari segi permainan hingga Bayer Munchen menariknya kembali pada tahun 2010, sejak saat itu kroos menjelma menjadi gelandang terngah terbaik dunia, perannya yang vital di lini tengah dan peforma apiknya pun mengantarkannya menjadi langganan timnas jerman dan berjasa membawa klub berjuluk Der Punzer Germain itu menjuarai piala dunia pada tahun 2014, Toni Kroos mengaku menikmati karirnya selama berseragam Bayer Munchen sampai dia menyebut banyak sekali kenangan indah bersama klub tersebut, selama 6 musim berseragam The Bavarians Kroos berhasil mengemas 24 gol dan 49 assist dalam 205 laga di seluruh kompetisi, musim terbaiknya ia raih saat meraih gelar “treble winner” dengan menjuarai Liga Champions, Bundes Liga Jerman dan DFB Pokal atau Piala Liga pada musim 2012-2013.  

Namun di level klub, meski membawa timnya meraih sukses besar pada saat itu, Toni Kroos mengalami situasi yang tidak cukup menyenangkan disana, ia memiliki banyak tekanan hingga memilih pergi, perpisahannya dengan klub bisa dibilang tidak dalam keadaan baik, Kroos meninggalkan klub dengan kekecewaan, gelandang bertinggi 183 cm dan saat ini berumur 30 tahun itu meninggalkan klub setelah pihak manajemen merendahkan dirinya, manajemen menolak permintaan kenaikan gaji dan menganggap Toni Kroos bukanlah pemain kelas dunia, meski begitu Toni mengaku tidak punya masalah dengan pihak manajer dan pada saat ia pun akhirnya dijual dan berlabuh ke klub Ibukota Spanyol Real Madrid dia sama sekali tidak menyesalinya.

Terbukti, kepindahannya pun sangatlah tepat karena setelah kepindahannya itu dia tetap meraih sukses besar di Real Madrid, dia pun memiliki kehidupan baru dan menjadi gelandang terbaik terbaik di klub tersebut, prestasinya pun tak main-main, dia berhasil menjuarai LA Liga, Piala Super Spanyol, Piala Super Eropa, Piala Dunia Antar Klub, Copa Del Rey dan menjuarai Liga Champion tiga kali beruntun pada tahu 2016, 2017 dan 2018 bersama klub yang berjuluk “Los Galacticos” tersebut sampai dia dijuluki raja piala dunia karena begitu banyak tropi yg dia koleksi dalam karir sepakbolanya, dia tak ada tandingannya sampai legenda Manchester United Paul Scholes sampai meniru cara dia bermain sebelum dia pensiun, dia adalah gelandang perancang terbaik dunia.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

TUNTOR

Berita Favorit

Pemain Bola Top Dunia Yang Masih Bermain Diusia 40 Tahun

Ada sebutan umur cuma sebatas deretan angka. Ungkapan tersebut sering disematkan kepada orang yang selalu eksis, walaupun umurnya sudah tidak muda lagi,...

Wayne Rooney: Tidak Adil Jika Liverpool Gagal Juara Karena Liga Diberhentikan

Wayne Ropney yang merupakan mantan kapten The Red Devils zaman Sir Alex Ferguson mengatakan bahwa dirinya ingin melihat Liverpool dinobatkan sebagai juara...

Resmi! Real Madrid Jadi Juara LaLiga Musim 2019/2020

Real Madrid akhirnya secara resmi dinobatkan sebagai juara LaLiga musim 2019/2020. Kemenangan tersebut berhasil mereka dapatkan setelah mereka memenangkan laga atas Villareal...

Henrikh Mkhitaryan : Masalah AS Roma Adalah Mental.

Roma menerima kekalahan dalam pertandingan kontra Napoli, kekalahan tersebut juga kian menambah panjang daftar tren buruk milik mereka. Menyoal hal tersebut, Henrikh...