29 C
Indonesia
Friday, May 14, 2021
Home Berita Internasional Tidak Semua Kompetisi Sepakbola Eropa Berhenti Karena Corona

Tidak Semua Kompetisi Sepakbola Eropa Berhenti Karena Corona

Saat ini wabah coronavirus generasi kedua sudah menjangkiti puluhan ribu masyarakat di Negara-negara Eropa. Dan ini menjadi masalah serius seluruh Negara Eropa. Beberapa Negara menerapkan kebijakan lockdown untuk menghentikan penyebaran wabah ini. Bahkan kompetisi sepakbola baik tingkat domestic Negara-negara Eropa maupun Liga Champions maupun Liga Eropa, dihentikan untuk smeentara waktu.

Namun ternyata ada satu Negara Eropa yang kompetisi sepakbolanya masih bergulir, tidak terpengaruh covid-19. Ialah Belarus, Negara pecaha dari Uni Soviet yang masih menjalankan pertandingan sepakbola di tengah pandemic covid-19. Negara ini berada di Eropa bagian Timur yang berbatasan langsung dengan Rusia. Di Negara ini, tidak dilakukan karantina wilayah sebagaimana Negara-negara Eropa lainnya. Bahkan Rusia yang dekat dengannya sudah menerapkan kebijakan yang ketat terkait corona. Belarus bahkan tidak menghimbau secara khusus untuk social distancing pada masyarakatnya.

Sejatinya Belarus memang baru mengawali kompetisi di musim ini pada pertengahan maret ini. Pertandingan perdananya bergulir pada 19 maret, mempertemukan Energetik BGU vs BATE Borisov dengan kemenangan Energetik BGU denga skor 3-1.

Pertandingan perdana tersebut bahkan digelar normal dengan menghadirkan penonton di tribun stadion. Padahal lockdown maupun social distancing begitu di galakkan di Negara-negara Eropa. Ketua Federasi Sepak Bola Belarus, Vladimir Bazanov berkomentar terkait masih dbergulirnya liga di tengah pandemic. Ia menyatakan tidak khawatir mengenai dampak dari pandemic covid-19 yang sedang mengamuk di Eropa.

“Untuk alasan apa kita tidak memulai kompetisi ini? Apakah pemerintahan kita telah menyatakan eadaan darurat terkait wabah ini? Tidak ada masalah kritis, sehingga kita memutuskan untuk memulai kompetisi ini tepat pada waktunya,” beber Bazanov.

Menurut Vladimir Bazanov, karena negaranya belum menetapkan status siaga atau darurat, maka kita tidak perlu khawatir mengenai wabah ini. Sehingga kompetisi tetap harus dijalankan. Namun memang pada kenyataannya, di Belarus sudah ada masyarakat yng positif covid-19. Tercatat ada 81 orang yang telah dinyatakan positif corona, namun jumlah kematiannya nihil. Karena faktanya tidak ada yang meninggal karena corona, Belarus tidak mengumumkan kondisi darurat.

Bazanov menambahkan bahwa beberapa Negara Eropa sempat menggelar pertandingan tanpa penonton, namun faktanya banyak kerumunan supporter yang memadati sekitaran stadion. Sehingga langkah tersebut jelas tidaklah efektif. “Ya, banyak pertandingan dimainkan tanpa memperbolehkan fans untuk masuk. Tetapi banyak fans yang tetap berdatangan di sekitar stadion. Sehingga pada dasarnya tidak masuk akal menutup sebuah pertandingan,” tegasnya.

Pendapat Bazanov sejalan dengan pemikiran Presiden Belarus, Alexander Lukashenko. Ia mengatakan bahwa kesadaran diri adalah yag terpentig. “Orang harus belajar untuk memiliki tanggungjawab diri sendiri dan juga membantu menjaga kesehatan orang-orang yang ada di sekitar mereka. Jika anda sedang sakit dengan gejala semisal batuk atau pilek, maka tinggalah di rumah, jangan menyebarkan infeksi kepada orang lain. Banyak Negara telah tepat menerapkan tindakan yang tegas terkait hal ini,” tegas Lukashenko.

Sehingga jika social distancing benar-benar diterapkan, maka virus yang hidupnya membutuhkan inang, tidak akan mampu menyebar luas. Virus tersebut akan tetap terperangkap di dalam satu inang dan dapat dengan mudah dihancurkan oleh sistem kekebalan tubuh yang baik.

Menurut Presiden Belarus, kita harus menormalkan keadaan, memberikan informasi yang positif kepada masyarakat agar tidak khawatir apalagi panic. “Sangat menyenangkan menonton televisi di rumah bersama dengan keluarga. Melihat orang-orang yang bekerja dengan traktornya, dan tidak ada yang berbicara tentang virus. Di Belarus, traktor akan menyembuhkan semua masyarakat, lading-ladang yang terlihat baik akan menyembuhkan semua orang,” tutur Vladimir.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

TUNTOR

Berita Favorit

Newcastle Ingin Zidane Untuk Menjadi Pelatih Barunya

Sebuah langkah yang cukup mengejutkan diambil oleh Newcastle United. Klub Liga Primer Inggris tersebut ingin menjadi Zinedine Zidane untuk menjadi manajer baru...

Diwawancara Kala Pemulihan, Ibra Mengaku Rindu Bermain

Aksi pertama Milan bermain untuk Daniele Bonera sukses, kemenangan atas Napoli untuk melanjutkan performa kuat mereka di Serie A. Selanjutnya, ujian di...

Inilah Data Fakta Penting Jelang Laga MU Kontra Southampton

Manchester United akan melakukan laga kandang dengan menjamu Southampton. Laga tersebut merupakan laga lanjutan pekan ke 35 Premier League. Dan berikut adalah...

Pengalaman Pelatih Fisik Sabah FA Saat Malaysia Menerapkan Lockdown

Ada pengalaman unik yang dilalui Sofie Imam Faizal, pelatih fisik Sabah FA di tengah situasi lockdown. Pelatih yang berusia 31 tahun ini...