29 C
Indonesia
Wednesday, September 23, 2020
Home Berita Internasional Sevilla Kaya Pengalaman Final Liga Europa Adalah Kunci

Sevilla Kaya Pengalaman Final Liga Europa Adalah Kunci

Antonio Conte selaku pelatih dari Inter Milan menilai bahwa kekalahan timnya dalam meraih gelar juara Liga Europa musim ini adalah karena lawan  mereka sang raja Liga Europa memiliki pengalaman yang terbilang jauh lebih banyak ketimbang mereka.

Inter Milan melakoni partai final Liga Europa pada Sabtu 22 Agustus 2020 dinihari WIB. Dalam gelaran yang dilakukan di Rhein Energie Stadion tersebut Inter Milan dibekuk dengan skor 2-3 oleh Sevilla. Dengan hasil kemenangan itu Sevilla memastikan diri keluar sebagai juara Liga Europa musim 2019/2020.

Sebenarnya dalam pertandingan krusial tersebut Inter Milan boleh dibilang telah mengawali pertandingan dengan begitu baik, saat Romelu Lukaku melakukan tendangan pinalti. Namun sayangnya mereka tidak berhasil mempertahankan penampilan apik hingga laga usai. Kekalahan kali ini juga bisa dibilang cukup menyakitkan karena gol ke 3 Sevilla yang dicetak oleh Diego Carlos juga syarat akan sentuhan nasib.

Dalam proses terciptanya gol penentu tersebut, Carlos melakukan sepakan salto yang kemudian mengenai kaki Lukaku kala ingin menghalau bola. Kala itu bola diprediksi akan keluar lapangan, namun nyatanya justru membelok ke dalam gawang Inter Milan.

Sebenarnya dalam laga tersebut baik Inter Milan maupun Sevilla keduanya sama-sama bermain cukup imbang. Dalam urusan tembakan on target Inter memiliki 4, sedangkan Sevilla 5. Namun jika dalam upaya pelepasan shooting Inter Milan yang melakukan sebanyak 14 kali memang memiliki jumlah yang lebih banyak ketimbang milik Sevilla yang hanya 9 shooting.

Dalam wawancara yang dilakukan oleh pelatih Inter Milan suai laga, beliau mengatakan bahwa dalam hal ini, pengalaman Sevilla dalam memenangi Liga Europa menjadi 1 faktor yang amat penting di laga tersebut. Sebagaimana yang diketahui bersama bahwa Sevilla sebelumnya telah sebanyak 5 kali merebut gelar juara Liga Europa, dan 3 yang terakhir adalah mereka dapatkan secara beruntun mulai dari tahun 2014 hingga 2016.

Sedangkan Inter Milan tercatat baru 3 kali memenangi gelaran kompetisi Liga Eropa, itupun sudah cukup lama. Kali terakhir Inter Milan dapat mengangkat trofi Liga Europa adalah pada musim 1997/1998, yang mana pada saat itu kompetisi masih bernama Piala UEFA. Jadi final kali ini merupakan yang pertama kali dijalani olah Inter Milan dalam kompetisi Liga Europa edisi baru.

Laga final kali ini sebenarnya boleh dibilang sebagai sesuatu yang amat dinantikan oleh Inter Milan, pasalnya ini adalah kesempatan mereka untuk kembali mengangkat trofi di final, setelah yang terakhir adalah pada tahun 2010/2011 lalu. Karena hal itu pula lah dalam pertandingan kontra Sevilla dinihari tadi ada tekanan tersendiri yang dirasakan oleh anak-anak asuh Antonie Conte.

Ini merupakan sebuah laga yang berat dan seimbang. Pada babak kedua ada sebuah insiden yang kemudian menjadi penentu laga. Sebenarnya kami memiliki sejumlah peluang untuk bisa menghadirkan gol, dan kemudian kami tidak beruntung karena ada defleksi dari kaki Romelu Lukaku” papar Conte usai laga pada situs resmi UEFA.

“Saya tidak memiliki penyesalan atas hal ini, karena saya tahu bahwa para pemain telah melakukan segalanya untuk bisa melawan tim yang memang telah banyak melakukan partai-partai semacam ini. Menurut saya pengaman yang mereka miliki pada akhirnya menjadi satu penentu dan perbedaan dalam laga malam ini” ungkap pelatih 51 tahun tersebut.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

TUNTOR

Berita Favorit

Jadwal Bola Malam Ini yang Diundur Karena Corona

Corona saat ini menjadi momok yang sangat menakutkan. Banyak sektor kegiatan di berbagai lini yang harus dihentikan dengan alasan kesehatan dunia yang...

Prediksi Manchester City vs Liverpool 3 Juli 2020

Jumat 3 Juli 2020, Liga Inggris akan menghadirkan seru dan  amat layak dinantikan. Duel tersebut melibat juara Liga Inggris musim ini Liverpool...

Walau Sudah Tidak Bermain Para Predator yang Dikenal Ganas Di Sepakbola Indonesia

Sepak bola Indonesia sempat ditempati para penyerang hebat. Contohnya adalah Cristian Gonzales yang saat ini memegang predikat pemain paling banyak mencetak gol...

Manchester United Wajib Cari Striker dan Bek Tengah Jika Paul Pogba Tetap Bertahan

Manchester United diminta untuk membuat tim yang cukup tangguh untuk bersaing merebut tropi jika Paul Pogba memtuskan untuk bertahan. Hal ini mengakibatkan...