29 C
Indonesia
Tuesday, August 3, 2021
Home Berita Internasional Setelah Ditangkap Karena Langgar Masa Karantina, Eks Newcastle klaim Itu Setingan Media!

Setelah Ditangkap Karena Langgar Masa Karantina, Eks Newcastle klaim Itu Setingan Media!

Nolberto Salono merupakan salah satu legenda yang dimiliki oleh Newcastle, setelah lama tak terdengar kini dirinya kembali diberitakan dengan kabar yang kurang baik. Beberapa waktu dirinya dikabarkan telah melakukan pelanggaran atas masa karantina yang ditetapkan Peru. Namun mengenai hal tersebut rupanya mantan pemain Premier League tersebut memiliki penjelasannya tersendiri dan bahkan mengatakan bahwa semua hal itu adalah settingan media.

Saat ini Peru memang tengah memberlakukan jam malam, yakni mulai dari pukul 20.00 sampai 05.00, hal ini diberlakukan karena pandemi corona virus yang tidak bisa dikendalikan. Berkaitan dengan aturan yang ditetapkan oleh pemerintah, rupanya Salano kedapatan melanggar aturan tersebut. Beberapa waktu lalu dirinya dilaporkan melakukan perkumpulan dengan para tetangganya pada malam hari, lalu pada tanggal 27 Maret 2020 lalu dirinya ditangkap di salah satu rumah yang ada di Lima, Peru.

Dimalam yang sama mantan pemain yang kini menjabat sebagai pelatih timnas Peru tersebut langsung dibawa ke polisi, untuk melakukan beberapa hal, namun beruntungnya ia tidak sampai dikenai hukuman kurungan. Setelah menyelesaikan masalah tersebut kemudian dalam satu kesempatannya legenda Newcastle tersebut mengucapkan perminta maafannnya, dan juga menjelaskan tentang apa yang sebenarnya terjadi.

Dalam klarifikasi yang dituturkan oleh Salano, ia menyatakan bahwa saat kejadian yang dimaksudkan, dirinya dan para tetangga sama sekali tidak sedang melakukan pesta, kala itu mereka hanya tengah melakukan acara makan-makan biasa saja. Tidak hanya menjelaskan masalah yang ada, Salano juga secara gamblang mengklaim acara penangkapan atas dirinya sebenarnya merupakan settingan dari salah satu acara kenamaan di Peru. Acara yang dimaksudkan oleh Salano adalah Magaly Medina Membuat Semua Orang mendapat Masalah.

“Itu bukan pesta, melainkan acara makan-makan yang mana tetangga mengundang saya ke sana. Memang, sih, acaranya telat, tetapi di sana cuma ada lima atau enam orang saja, kok,” tutur Solano, sebagaimana kabar yang diterbitkan ole Daily Mail.

“Namun, seseorang mendengar suara-suara dan mencoba lebih pintar, serta melaporkannya ke acara TV. Itu siaran tentang selebriti dan, ketika anda adalah tokoh yang dikenal publik, maka saya rasa kejadian itu bisa terjadi,” sambungnya.

“Saya bersama dengan anak-anak saya dan bilang ke para reporter, ‘Oh, ayolah’. Polisi lalu terlibat dan jelas mereka harus melakukan tugas mereka, tetapi saya tidak ditahan,”.

“Saya dibawa ke kantor polisi beserta istri dan anak-anak saya dan mereka meminta keterangan kami. Kami menjelaskan semuanya dan polisi membiarkan kami pulang,” demikian kata Solano.

Sebenarnya kasus pelanggaran karantina akibat virus corona dan melibatkan insan sepak bola bukan baru pertama kali ini terdengar. Sebelumnya salah satu pemain Real Madrid, Luka Jovic juga sempat mendapatkan kecaman dari negaranya akibat dirinya yang tidak melakukan karantina diri setelah datang dari Spanyol. Berkaitan dengan hal tersebut Luka Jovic telah meluruskan masalah yang ada, ia menjelaskan bahwa dirinya memang tidak mendapatkan edukasi atau penyampaian informasi yang seharusnya. Karenanya ia merasa berjalan ke supermarket atau apotek bukanlah sebuah masalah.

Dalam keadaan genting menghadapi pandemi virus corona memang sudah seharusnya kita sama-sama bergandeng tangan membantu pemerintah untuk menyelesaikan wabah ini. Setiap lapisan masyarakat harus mematuhi himbauan perintah dalam upaya menekan jumlah laju penularan virus yang berasal dari Wuhan in.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

TUNTOR

Berita Favorit

Chiellini Tuai Pujian Pasca Wawancara Euro 2021

Di final melawan Inggris di Wembley Minggu malam kemudian, Chiellini betul- betul tangguh di lini serang serta barisan penyerang Three Lions berjuang...

Dikabarkan Melakukan Pengeroyokan Sayap Lincah Saddil Ramdani Bakal Di Sanksi Bhayangkara FC

Pihak Bhayangkara FC masih menyelidiki permasalahan dugaan pengeroyokan yang dilakukan oleh pemainnya, Saddil Ramdani. Gelandang berumur 21 tahun ini dilaporkan ke...

Usai Juarai Bundesliga Peluang Munich Untuk Raih Treble Terbuka Lebar

Saat ini Hansi Flick yang merupakan pelatih Bayern Munich, meminta para anak asuhnya untuk menjaga fokus hanya pada Liga Champions dan DFB...

Diantara Ronaldo dan Messi, Ini Dia yang Dipilih Pele

Gelar pesepak bola terbaik dunia saat ini masih menimbulkan perdebatan antara Cristiano Ronaldo dan Lionel Messi. Usia keduanya memang sudah tidak muda...