29 C
Indonesia
Sunday, July 5, 2020
Home Berita Liga Indonesia Sejarah dan Sepak Terjang Persebaya Di Kompetisi Liga Indonesia

Sejarah dan Sepak Terjang Persebaya Di Kompetisi Liga Indonesia

Klub kebanggan masayarakat Surabaya, Persebaya Surabaya adalah klub yang tidak dapat dipisahkan dari sejarah bangsa Indonesia. Berdiri sejak 18 Juni 1927, Persebaya juga jadi saksi lahirnya Republik Indonesia. Saat baru dibuat Persebaya Surabaya diketahui dengan nama Soerabhaisasche Indonesische Voetbal Bond (SIVB). Klub ini awal mulanya dihuni orang- orang Belanda yang berada di Surabaya.

Pada 1959, SIVB setelah itu berubah nama jadi Persebaya Surabaya. Pada masa perserikatan ini, prestasi Persebaya sangat istimewa. Persebaya ialah klub tangguh masa perserikatan bukan cuma Persija Jakarta, Persis Solo, PSMS Medan, PSM Makassar, serta Persib Bandung.

Persebaya meraih 2 gelar pada 1978 serta 1988. Tidak hanya itu, Persebaya juga jadi runner- up 5 kali pada 1965, 1971, 1973, 1987, serta 1990. Kesuksesan Persebaya setelah itu berlanjut pada masa Liga Indonesia. Persebaya saat itu ditempati pemain- pemain berkualitas, di antaranya Jacksen F. Tiago, Aji Santoso, Anang Maruf, Bejo Sugiantoro, sampai Carlos de Mello.

Persebaya sukses meraih gelar juara Divisi Utama 1996- 1997 di bawah asuhan pelatih Rusdy Bahalwan. Gelar tersebut jadi yang pertama dalam 10 tahun terakhir. Setelah itu, Persebaya kembali menghadapi pasang surut. Apalagi, mereka turun ke kasta kedua pada tahun2003. Persebaya sukses naik lagi ke kasta paling tinggi setelah jadi juara di Divisi 1.

Persebaya asuhan Jacksen F. Tiago setelah itu menjelma jadi tim yang tangguh. Saat itu, Persebaya dihuni pemain- pemain berkelas misalnya Hendro Kartiko, Uston Nawawi, Cristian Eduardo Carrasco, sampai Kurniawan Dwi Yulianto.

Persebaya Surabaya finis di puncak klasemen dengan raihan 61 poin. Persebaya unggul selisih gol dari PSM Makassar yang juga mengemas poin sama. Gelar juara Divisi Utama pada 2004 nyatanya hanya bulan madu untuk Persebaya Surabaya. Persebaya setelah itu menghadapi dualisme mulai 2010.


Persebaya 1927 yang didukung oleh segala Bonek, bermain di Liga Primer Indonesia. Persebaya setelah itu sukses jadi juara pada 2011. Sedangkan, klub yang dahulu mengenakan nama Persebaya, saat ini jadi Bhayangkara FC. PSSI lewat Kongres di Bandung pada akhirnya mengakui status Persebaya 1927, namun harus berkompetisi dari Liga 2. Saat itu, PSSI memperbolehkan klub asal Jawa Timur itu untuk kembali memakai nama Persebaya.

Keputusan ini jadi awal yang baik untuk sepak bola Surabaya. Setelah menghadapi serangkaian permasalahan internal, Persebaya bangkit. Memperoleh suntikan dari pemodal baru, Persebaya menyusun skuat untuk tampil di Liga 2 2017.

Di bawah komando pelatih Alfredo Vera, Persebaya sukses jadi juara serta mencapai tiket promosi Liga 1 2018. Tetapi, pada awal tahun Persebaya pernah kesusahan sehingga Alfredo Vera memilih mengundurkan diri. Posisi tersebut bergeser ke Djadjang Nurdjaman. Laki- laki yang akrab disapa Djanur itu sukses membawakan Persebaya finis di peringkat kelima klasemen akhir Liga 1 2018, posisi yang mengejutkan untuk tim berstatus promosi.

Pencapaian itu memberikan harapan baru untuk Persebaya. Sayangnya, kebersamaan Persebaya dengan Djanur hanya bertahan hingga minggu ke- 13. Manajemen secara mengejutkan memecat Djanur. Sementara itu, posisi Persebaya saat itu tidak buruk- buruk amat yaitu peringkat ketujuh.

Kursi kepelatihan setelah itu pernah diambil asisten pelatih Bejo Sugiantoro. Kemudian manajemen menunjuk Wolfgang Pikal sebagai penerus Djanur. Sayangnya, Pikal juga tidak bertahan lama serta memutuskan mundur pada minggu ke- 25. Aji Santoso kemudian ditunjuk sebagai penerus yang sukses membawakan Persebaya finis di posisi kedua klasemen akhir Liga 1 2019.

Tetapi, pada Shopee Liga 1 2020 Persebaya memulai musim dengan kurang meyakinkan. Hansamu Yama dkk. belum sempat meraih kemenangan dalam 2 laga serta saat ini tercecer di peringkat ke- 15 dengan raihan 1 poin.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

WINBIG88

- Advertisment -

Most Popular

Chelsea Ingin Fokus Pada Diri Sendiri Tanpa Melihat Tim Lain

Pelatih Chelsea, Frank Lampard sadar betul bahwa saat ini setiap pertandingan yang harus mereka lakukan memiliki tekanan yang berbeda-beda, namun demikian Lampard...

Kalahkan Torino 4-1 Kini Juventus Kia Nyaman di Puncak

Laga lanjutan Serie A menghadirkan Derby della Mole, dan dalam pertandingan tersebut Juventus yang berperan sebagai tuan rumah berhasil mendapatkan kemenangan besar...

Manchester United Menang Telak Atas Bournemouth 5-2

Manchester United barui saja melakoni laga tandang kontra Bournemouth. Dalam laga tersebut anak-anak asuh olle Gunnar Solskjaer menang telak atas tim tamu...

Laga Kontra Wolverhampton Akan Uji Konsistensi Arsenal

Dalam laga lanjutan Liga Inggris pekan ke 33, Arsenal diharuskan berhadapan dengan Wolverhampton Wanderers. Laga ini akan menjadi laga dimana konsistensi tim...

Recent Comments