29 C
Indonesia
Monday, September 21, 2020
Home Berita Internasional Raihan Tropi Ditukar Dengan Kehilangan Ketajaman Mencetak Gol

Raihan Tropi Ditukar Dengan Kehilangan Ketajaman Mencetak Gol

Pesepak bola asal Spanyol, Fernando Torres merupakan salah satu penyerang yang berbahaya pada eranya yakni akhir 2000an. Tetapi pamor dirinya seolah memudar dengan menukar ketajaman dan insting golnya dengan berbagai gelar juara bergengsi yang ia raih setelahnya.

Pemain yang sudah malang melintang diberbagai klub Eropa ini merupakan salah satu klub yang meroket namanya dengan cepat pada usia muda. Sebagai pesepak bola yang masih berusia belasan tahun, Fernando Torres sudah disebut sebagai salah satu pemain bintang masa depan Spanyol. Di usia yang belum genap menyentuh angka 20 tahun itu bahkan, Torres sudah dipercaya sebagai captain tim.

Ketajaman pemain yang memiliki nama panjang Fernando Jose Torres Sanz ini bersama Atletico Madrid membuat sederet klub-klub raksasa Eropa tertarik untuk mendatangkannya. The Blues yang kala itu tengah membangun era baru bersama pelatih asal Portugal, Jose Mourinho menjadi salah satu tim yang berminat untuk mendatangkan Torres ke Stamford Bridge.

Namun tawaran-tawaran yang masuk tersebut selalu ditolak olehnya kala itu. Ketika telah tujuh tahun harus puasa gelar bersama Atletico Madrid, pemain yang kini berusia 36 tahun ini kemudian tergoda untuk berpetualang ke luar Spanyol. Lalu Torres menginjakkan kakinya di Anfield bersama Liverpool pada tahun 2007.

Pemain yang memiliki tinggi 186 cm tersebut datang ke The Reds dengan status sebagai pemain termahal dalam sejarah Liverpool kala itu. Dengan status yang disandangnya itu, Torres diharapkan dapat menjadi striker tajam untuk The Reds seperti halnya Michael Owan dan Robbie Fowler.

Harapan yang diinginkan Liverpool pun akhirnya dapat diwujudkan oleh Torres. Mantan striker Atletico ini berhasil menjelma menjadi sebuah mesin gol bagi The Reds dalam waktu yang terbilang singkat. Fernando Torres bahkan berhasil mengantongi 33 gol pada tahun pertamanya sebagai pemain The Reds.

Meskipun ketajamannya berkurang di musim kedua di Anfield, namun namanya masih menjadi momok mengerikan bagi tim lawan. Ia juga masih dianggap sebagai striker tajam di tubuh Liverpool pada dua musim setelahnya dengan berhasil mengemas 17 gol dan 22 gol.

Cukup dengan 3 musim saja, ia telah berhasil menjelma sebagai pemain favorite para pecinta Liverpool. Tetapi kehangatan dan kesenangan tersebut dirasa kurang lengkap oleh Torres karena ia belum juga mendapatkan gelar di level klub.

Selesai melewati paruh musim pertama 2010-2011, Fernando Torres kemudian memutuskan untuk meninggalkan Anfield dan hijrah ke Stamford Bridge. Kepindahannya ke The Blues, Torres kembali berstatus sebagai pemain termahal di Premier League kala itu, dan juga sebagai pemain termahal ke 6 dalam sejarah musim transfer pada saat itu.

Namun hal lain yang tidak diinginkan terjadi ketika Torres bergabung dengan The Blues. Ketajaman yang dimilikinya saat itu seolah menghilang. Torres yang menjadi momok mematikan ketika bersama The Reds seperti meredup dan tidak cocok dengan pola permainan The Blues.

Torres yang memiliki kecepatan ketika melakukan tusukan ke area penalty lawan harus kehilangan hal tersebut, ia diharuskan untuk bisa mencetak gol secara mendadak dan ini menjadi pekerjaan yang sulit baginya. Caranya untuk melakukan finishing ke gawang tim lawan yang cukup dingin juga sulit terlihat oleh The Blues. Akhirnya pada sisa musim 2010-2011 ia hanya berhasil mencetak satu gol saja.

Dari hal tersebut, Fernando Torres seolah menukar ketajamannya dalam mencetak gol dengan tropi gelar juara. Meskipun sudah tidak lagi tajam seperti ketika ia di Liverpool, namun ia berhasil mendapatkan tropi yang diinginkan oleh banyak orang yakni Liga Champions dan Piala FA.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

TUNTOR

Berita Favorit

5 Daftar Debutan Tersukses Sejauh Sejarah Premier League

Jadi satu di antara liga papan atas di Eropa yang mempunyai tingkat kompetitif besar. Tidak sering, para pemain bintang yang masuk ke...

MU Mundur, Kane Masih Diperebutkan 3 Klub Besar lainnya

Striker Tottenham Hotspur, Harry Kane, masih digandrungi oleh banyak peminat setelah Manchester United dikabarkan mundur dan tidak tertarik lagi untuk memboyong pemin...

Intip Kegiatan Pelatih Tim Sepak Bola Persebaya

Aji Santoso Saat Libur Pandemi Covid 19 Setelah menerima kebijakan libur dari pemerintah  karena wabah Covid 19, berbagi lapisan...

Prediksi Real Madrid vs Getafe 3 Juli 2020

Real Madrid yang saat ini tengah memuncaki klasemen Liga Spanyol, pada 3 Juli 2020 nanti akan menggelar laga kandang kontra Getafe. Dalam...