29 C
Indonesia
Thursday, September 24, 2020
Home Berita Internasional PEPE : Sang Profokator Yang Menggugah Emosi Lawan

PEPE : Sang Profokator Yang Menggugah Emosi Lawan

Kepler Laveran Lima Fereira atau yang lebih dikenal dengan nama Pepe adalah seorang pemain belakang yang terkenal dengan kualitas dan attitude nya di lapangan, Pepe dikenal dengan kemampuan yang sangat baik di lini pertahanan namun juga sering membuat tindakan-tindakan yang bersifakt provokatif dilapangan dan menggugah emosi lawan, Pepe sendir sebenarnya pemain sepakbola Portugal berkebangsaan Brazil, dia lahir di Marceio, Brazil pada 26 Februari tahun 1983, meskipun kelahiran dan keturunan Brazil, namun Pepe memperoleh kewarganegaraan Portugal setelah dia bermain di Super Liga selama 5 musim bersama dengan klub Maritimo dan FC Porto, pepe mengawali karir sepakbolanya di Akademi Corintians pada tahun 1995 hingga 2001, selama itu juga dia melatih bakat bolanya tersebut, karir profesional pepe berawal dari klub Maritimo B pada musim 2001-2002 dan pada tahun 2002 dia mampu menembus ke squad utama klub Maritimo dan bermain hingga 2004.

Setelah kontraknya habis, dia di rekrut oleh klub elite Portugal FC Porto dan bermain dari tahun 2004 hingga 200, penampilan apiknya bersama klub tersebut membuat klub ibukota Spanyol kepincut dan merekrutnya pada tahun 2007, kemudian Pepe memilih pergi dan bermain bersama Real Madrid tepatnya pada 16 juni 2007 Pepe bergabung bersama Real Madrid dengan nilai transfer sebesar 30 Juta Euro, dia menjadi salah satu pemain belakang termahal setelah Rio Ferdinand pada saat itu, bersama Real Madrid dia dikenal sebagai pemain yang tidak mengenal kompromi saat tampil di laga resmi, ia tidak segan untuk menghentikan lawan dengan cara apapun bahkan terbilang kasar dan brutal.

Pepe pernah mendapat kartu merah setelah menyikut Alvaro Negredo, pernah menanduk Thomas Muller yang sedang terduduk di lapangan, bahkan dalam laga akbar El-Clasico melawan Barcelona sudah tidak terhitung lagi berapa banyak dosa yang dilakukan bagi dirinya, salah satu yang paling diingat adalah ketika Pepe menginjak tangan Lionel Messi, karirnya di Real Madrid harus tercoreng setelah menendang kapten Getafe Fc Javier Casquero pada 1 April tahun 2009, akibatnya Pepe harus dihukum 10 pertandingan dan absen hingga kompetisi LA Liga berakhir.

Di satu sisi Pepe memang identik dengan permainan yang keras dan kasar, akan tetapi dia bukanlah bek sembarangan dan kemampuan bertahannya termasuk salah satu yang terbaik, terbukti dalam tiga edisi beruntuk piala Eropa yaitu pada tahun 2008, 2012 dan 2016, Pepe selalu masuk dalam squad Portugal, tak hanya itu bek kelahiran asal Brazil ini rutin menghiasi FIFA Pro World Eleven mulai dari tim kedua hingga tim kelima semenjak tahun 2013 hingga 2017, para karir nasionalnya, Pepe belum pernah sekalipun memperkuat timnas Brazil di segala level kompetisi internasional, Pepe lebih memilih negara keduanya Portugal pada agustus 2007, Pepe melakoni debutnya bersama timnas Portugal pada kualifikasi Piala Eropa menghadapi Polandia, setelah itu dia hampir selalu rutin membela timnas Portugal.

            Sedangkan asal usul nama Pepe sendiri adalah karena namanya yang sulit diucapkan, nama asli Pepe di Brazil cukup sulit untuk di ucapkan, sehingga orang-orang terdekatnya menciptakan nama yang lebih mudah diucap yaitu Pepe dan itu bertahan sampai sekarang.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

TUNTOR

Berita Favorit

CR7 Akan Dikarantina Usai Bek Juventus Positif Virus Corona

Cristiano Ronaldo kabarnya harus menjalani karantina setelah rekan satu timnya, Daniele Rugani, yang merupakan bek Juventus dinyatakan positif mengidap virus corona atau...

Satu Kondisi yang Bisa Buat Martial Tinggalkan MU

Manchester United nampaknya harus segera bersiap untuk kehilangan salah satu penyerang andalam mereka, Anthony Martial pada musim 2020/2021 mendatang. Anthony Martial berhasil...

Sejarah dan Sepak Terjang Persebaya Di Kompetisi Liga Indonesia

Klub kebanggan masayarakat Surabaya, Persebaya Surabaya adalah klub yang tidak dapat dipisahkan dari sejarah bangsa Indonesia. Berdiri sejak 18 Juni 1927, Persebaya...

Perayaan Kemenangan Besar Dortmund Tidak Lengkap Tanpa Kehadiran Supporter

Borussia Dortmund berhasil mengawali laga kembalinya Liga Jerman dengan kemenangan besar, hal tersebut jelas membuat Lucien Farve merasa amat senang. Namun, meski...