29 C
Indonesia
Saturday, October 16, 2021
Home Berita Pep Guardiola Akui Tak Tahu Cara Melawan PSG

Pep Guardiola Akui Tak Tahu Cara Melawan PSG

Bos Manchester City Pep Guardiola berkata ia tidak ketahui gimana menghentikan Paris Saint- Germain, menjelang pertandingan Liga Champions mereka pada hari Selasa.

PSG, yang dilatih oleh Mauricio Pochettino, saat ini terletak di puncak Ligue 1 dan sudah memenangkan seluruh dari 8 pertandingan liga mereka selama musim ini.

Pochettino juga bertanggung jawab atas klub Tottenham yang menghilangkan klub City asuhan Guardiola dari perempat final Liga Champions pada 2019.

Dan, walaupun menghilangkan mereka di babak semifinal musim kemudian, Guardiola menegaskan kalau mengalahkan PSG akan sangat susah pada hari Rabu.

“ Dengan mutu sebesar ini, aku tidak ketahui gimana menghentikan mereka,” katanya dalam konferensi pers menjelang pertandingan Tim A.

“ Mereka sangat baik. Jumlah pemain bertalenta ini buatnya sangat susah.”

Guardiola juga akan berhadapan langsung dengan Lionel Messi– pemain yang bermain 219 kali di dasar asuhannya di Barcelona.

Kenyataannya, superstar Argentina itu sudah memainkan lebih banyak pertandingan, mencetak lebih banyak gol( 211), dan membuat lebih banyak assist( 92) di dasar Guardiola daripada manajer lain mana juga dalam karirnya.

Messi sempat menggambarkan mantan bosnya sebagai suatu yang istimewa, sedangkan Guardiola yakin pemain sayap itu merupakan pemain” terbaik” selama masa.

Tetapi, sebagian laporan melaporkan kalau penandatanganan baru PSG bisa jadi tidak ada untuk game sebab luka, namun Guardiola menegaskan kalau ia mau Messi bermain untuk kepentingan game dan mengakui ia kaget kalau ia meninggalkan Barcelona musim panas ini.

Ia mengatakan:“ Messi berdialog untuk dirinya sendiri, aku tidak butuh menggambarkannya. Apa yang ia jalani lebih dari luar biasa dan mudah- mudahan esok ia dapat bermain untuk kepentingan game.”

“ Itu merupakan kejutan untuk seluruh orang namun apa yang terjalin terjalin. Seluruh orang saat ini menerimanya,” tambah Guardiola.

“ Dahulu Kamu tidak dapat membayangkannya namun itu terjalin. Dalam hidup itu sendiri, Kamu tidak sempat ketahui apa yang terjalin. Yang berarti ia akan senang di Paris.”

Ia merupakan manajer berolahraga, tumbuh dalam tes konstan kompetisi tingkatan elit. Ia tidak bosan dengan Liga Premier semacam yang ia jalani di Bundesliga, bisa jadi sebab standarnya sangat besar. 7 manajer permanen Bayern Munich terakhir sudah memenangkan liga, ataupun 11 dari 12 terakhir, semenjak kehadiran Giovanni Trapattoni pada tahun 1996.

Tetapi, di Inggris, Guardiola ketahui ia lagi bertanding, baik saat tandang di Norwich ataupun saat menjamu Southampton.

Kemudian terdapat minggu- minggu bintang semacam ini: Chelsea, Paris Saint- Germain, kemudian Liverpool, seluruhnya tandang. Cuma di turnamen, dan bisa jadi tidak hingga babak sistem gugur, manajemen internasional menggapai tingkatan kompetisi itu.

Juga tidak berikan pelatih peluang untuk pengaruhi. Guardiola merupakan seseorang pemikir, seseorang laki- laki ilham. Simaklah metode ia mengganti kedudukan full- back di klubnya.

Inovasi memerlukan kerja substansial di tempat pelatihan. Apakah pelatih internasional diberikan itu? Terdapat periode tidak aktif yang lama, kontak yang pendek. Lumayan untuk mengimplementasikan rencana? Gimana dengan mengujinya, mengingat agenda pertandingan bisa mengaitkan ketidakcocokan dan pertandingan melawan lawan yang jauh lebih rendah.

Pertandingan kompetitif Inggris yang akan tiba merupakan melawan Andorra, Hungaria, Albania dan San Marino. Apa yang dapat dipelajari Gareth Southgate di situ? Ia merupakan manajer terbaik Inggris semenjak Terry Venables, tetapi bukan rahasia lagi Southgate mau kembali ke klub sepak bola setelah Piala Dunia 2022. Guardiola yang risau tidak akan bertahan selama 5 tahun Southgate dalam pekerjaan itu.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Berita Favorit

Mason Mount Tuai Pujian Pasca Laga Kontra Porto

Mason Mount telah berhasil memikat public dengan kemampuannya dalam mengolah kulit bundar dalam laga melawan Porto yang akhirnya menyumbang gol untuk Chelsea.

Arsenal Berburu Pemain Untuk Isi Kekosongan Pogba

Arsenal sudah tidak bisa mempertahankan Paul Pogba di penghujung musim ini. Lalu, apa rencana Arteta untuk mengisi kekosongan yang ditinggalkan Pogba?

Meski Tampil Memukau, Norwich Kalah Dari Liverpool, Apa kata Pengamat?

Norwich memulai kick off melawan Liverpool pada 14 Agustus dini hari WIB dengan cukup percaya diri. Pasalnya, kali ini mereka bermain sebagai...

Hasil Liga Italia Malam Tadi, Juve Tumbang dan Milan Menang Telak

Ada kejutan-kejutan yang hadir ketika pekan ke 37 Liga Italia dilakukan tadi malam. Kejutan tersebut hadir ketika Juventus sang juara ternyata justru...