29 C
Indonesia
Tuesday, July 7, 2020
Home Berita Liga Italia Pemain yang Terburu-buru Disingkirkan Inter Milan

Pemain yang Terburu-buru Disingkirkan Inter Milan

Inter Milan termasuk salah satu klub tersukses di Italia. Mereka bisa menjuarai Serie A berjumlah 18 kali dan Liga Champions sebanyak tiga kali. Inter juga memiliki reputasi baik sebagai klub yang bertebaran pemain bintang. Tetapi, La Beneamata terlihat mengalami penurunan prestasi sejak dekade terakhir.

Walaupun sering mengahadirkan pemain bintang, Inter juga tidak sedikit melakukan hal ceroboh saat mengambil keputusan mengenai transfer. Meskipun klub yang memiliki markas di Giuseppe Meazza itu telah membuat tidak sedikit kesalahan dalam bursa transfer meski selalu kembali menghantui mereka.

Inter kayaknya memiliki kebiasaan menjual pemainnya sebelum memberikan mereka kesempatan agar berkembang. Sebenarnya, pemain – pemain itu memiliki kemampuan agar menjadi bintang sekelas dunia. Dibawah ini lima yang terlalu terburu-buru disingkirkan Inter Milan.

1. Roberto Carlos
Disebut oleh tidak sedikit orang sebagai bek kiri terhebat dalam sejarah, Roberto Carlos mendatangi Eropa dari Palmeiras di tahun 1995 untuk masuk dengan Inter sebagai pemain muda yang kompeten.

Roy Hodgson, yang merupakan pelatih Nerazzurri ketika itu, selalu memaksa pemain Brasil itu untuk main di luar posisinya. Carlos diposisikan sebagai gelandang tengah ataupun pemain sayap kiri.

Sebab mau bermain di posisi favoritnya, Carlos memilih keluar dari Giuseppe Meazza dan berpindah ke Real Madrid sesudah hanya satu tahun. Sesudah gantung sepatu, Carlos mengatakankan bahwa salah satu hal yang menjadi sebabnya meninggalkan Inter ialah karena Hodgson.


2. Clarence Seedorf
Bukannya belajar dari kasus Pirlo, Inter buat kesalahan yang sama setahun kemudian. Mereka tidak bertindak pada Clarence Seedorf untuk gabung dengan sang tetangga. Nerazzurri pun membuat kesalahan terbesar di sejarah klub dengan menukarkan gelandang asal Belanda itu sama Francesco Coco.

Pertukaran itu begitu menguntungkan Milan, sebab mereka memperoleh salah satu gelandang paling tersohor yang pernah ada. Sedangkan, Coco cuma mencatat lebih dari 20 penampilan dalam Serie A lima tahun di klub dan dianggapnya sebagai salah satu pemain yang tidak berhasil di Nerazzurri.

Berbeda dengan Pirlo, Seedorf nyaris menjadikan 100 penampilan bagi Inter, namun dia juga memperoleh reputasi yang baik dengan memakai seragam merah-hitam. Sepuluh gelar sama Milan, termasuk dua trofi Liga Champions, membuat Seedorf sebagai salah satu pemain sangat sukses di sejarah klub.

3. Leonardo Bonucci
Banyak diketahui sebagai salah satu bek terbaik pada generasinya, Leonardo Bonucci merupakan bagian terpenting dari dominasi Juventus dalam Serie A selama dekade terakhir. Sama – sama dengan Andrea Barzagli, dan Giorgio Chiellini pemain berumur 32 tahun itu membuat trio pertahanan ‘BBC’ yang populer di Allianz Stadium.

Namun, Cuma beberapa orang yang mengingat bahwa pemain internasional Italia tersebut memulai karir profesionalnya dengan Inter Milan. Berawal dari Viterbese pada tahun 2005, Bonucci tak pernah mempunyai kesempatan untuk menunjukan dirinya pemain permanen di Giuseppe Meazza. Dia cuma tampil hanya sekali di Serie A.

Sebelum mengirimkannya ke Genoa untuk bagian transfer dari Thiago Motta dan Diego Milito di tahun 2009, Inter menghargai Bonucci bernilai 500 ribu euro. Tak masuk akalnya, ‘Il Grifone’ tak memberinya kesempatan pada Stadio Luigi Ferraris dan bahkan mengirim dia ke Bari untuk status pinjaman selama satu musim.

Sesudah bermain cukup memuaskan di Stadio San Nicola dengan Andrea Rannochia, Bonucci memperoleh tawaran untuk gabung bersaman Juventus. Jawara Serie A itu cuma mengeluarkan 15,5 juta euro di tahun 2010 untuk memperoleh salah satu pemain kunci dalam pertahanan mereka.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

WINBIG88

- Advertisment -

Most Popular

Max Eberl : Mustahil Bagi Tim Lain Untuk Bersaing Dengan Bayern Munich

Bayern Munich adalah satu-satunya tim Jerman yang amat berjaya saat ini. Bahkan melihat berapa digdayanya klub satu ini, seolah semua klub Jerman...

Lucas Ocampaos Pahlawan Sevilla dalam Laga Kontra Eibar

Ada satu hal menarik ketika laga Sevilla kontra Eibar. Diaman dalam laga tersebut Lucas Ocampos yang merupakan pemain Sevilla benar-benar menjadi pahlawan...

Henrikh Mkhitaryan : Masalah AS Roma Adalah Mental.

Roma menerima kekalahan dalam pertandingan kontra Napoli, kekalahan tersebut juga kian menambah panjang daftar tren buruk milik mereka. Menyoal hal tersebut, Henrikh...

Prediksi Bola Crystal Palace vs Chelsea Selasa 7 Juli 2020

Peringkat ke 15 Crystal Palace akan menantang Chelsea yang ada di peringkat ke 4 klasemen Liga Inggriss. Pertandingan ini merupakan laga lanjutan...

Recent Comments