29 C
Indonesia
Sunday, January 24, 2021
Home Berita Liga Italia Meski Sama-Sama Punya Kualitas Oke, Ronaldo dan Dybala Tak Cocok main Bareng

Meski Sama-Sama Punya Kualitas Oke, Ronaldo dan Dybala Tak Cocok main Bareng

Baru-baru ini pelatih Juventus, Maurizpo Sarri membaut pernyataan tentang dua anak asuhnya, Paulo Dybala dan Cristiano Ronaldo. Dalam wawancaranya Sarri menyebutkan bahwa sebenarnya Ronaldo dan Dybala adalah dua pemain yang tidak cocok untuk bermain bersama, namun dikarenakan kualitas oke yang dimiliki oleh keduanya maka Sarri memilih untuk mengabaikan fakta diatas.

Saat ini baik Ronaldo maupun Paulo Dybala keduanya menjadi senjata andalan Juventus. Dua pemain tersebut terbilang memberikan perfoma apik untuk Si Nyonya Tua di musim ini. Dybala mampu mencatatkan namanya sebanyak 13 kali di papan skor, dan membantu rekannya mencetak gol sebanyak 12 kali. Sedangkan Cristiano Ronaldo ia berhasil membobol gawang lawan Juventus sebanyak 25 kali, dan membuat asisst sebanyak 4 kali.

Meskipun sama-sama memiliki kemampuan mumpuni di lapangan, dan berhasil membantu Juventus melibas lawan-lawanya, namun Sarri selaku pelatih justru menganggap bahwa keduanya sebenarnya tidak memiliki kecocokan untuk bermain bersama. Saat Ronaldo dan Dybala diaminkan bersama, Juventus akan sering kekurangan pemain yang berada di kotak pinalti lawan. Itulah salah satu alasan mengapa Sarri menyebut bahwa keduanya kurang cocok untuk bermain bersama.

Akan tetapi meskipun telah menyadari bahwa kedua pemain tersebut sama-sama tidak cocok jika bermain bersama, Sarri tetap memutuskan untuk menggunakan keduanya. Pasalnya mantan pelatih Napoli tersebut tahu bahwa Ronaldo dan Dybala sama-sama dapat membuat sebuah perbedaan.

Demi memainkan Ronldo dan Dybala secara bersamaan Sarri sampai harus mati-matian memutar demi dapat menyusun formula paling oke untuk sistem permainan Si Nyonya Tua. Namun hal tersebut akhirnya terbukti berhasil, jika melihat keberhasilan Juventus memuncaki klasemen Serie A musim ini.

“Dybala, dia adalah seorang pemain yang fenomenal. Dan satu-satunya masalah yang kami miliki adalah, sanat tidak mudah untuk membuat pemain seperti Dybala dan juga pemain tipe Cristiano Ronaldo bermain bersama. Akan tetapi keduanya selalu dapat membuat perbedaan” tutur Sarry yang diliput oleh Sky Sports.

“Sungguh bukan hal mudah untuk membuat keduanya dapat bermain bersama. Kami memerlukan taktik khusus sehingga mereka dapat bermain bersama. Namun demikian, mereka adalah dua pemain yang sama-sama yang berkualitas yang kami miliki. Dan pemain-pemain lain dalam hal ini jelas harus selalu menyesuaikan saat bermain, entah saat melakukan serangan maupun saat memilih bertahan”

“Sebenarnya memang akan ada sedikit masalah, karena jika mereka bermain bersama maka kotak pinalti lawan akan sedikit kosong. Namun menurut saya itu adalah masalah yang menarik untuk diselesaikan” pungkas pelatih yang musim lalu membawa Chelsea menjuarai Liala Euro 2018/2019.

Sebagai seorang pelatih, tidak bisa dipungkiri bahwa Sarri merupakan pelatih bertangan dingin, sehingga wajar pula jika taktiknya saat ini membuat Juventus memuncaki klasemen sementara Serie A, dan juga sampai pada babak semifinal Copa Italia.

Menyoal semifinal Copa Italia, nantinya pada 13 Juni 2020, Juventus akan berhadapan dengan AC Milan untuk melakoni laga leg ke II seminal Copa Itlia, di Alianz Stadium. Pada leg pertama skor keduanya imbang 1-1.

Sarri sendiri sepanjang karirnya sebagai seorang pelatih telah menghadapi Milan sebanyak 12 kali, dari total pertemuan tersebut dirinya hanya sekali menorehkan kekalahan. 6 kali pertandingan ia berhasil mengakhirinya dengan kemenangan, sedangkan 5 pertandingan lain diselesaikannya dengan skor imbang.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

TUNTOR

Berita Favorit

Penawaran Tottenham dan Everton Untuk Zouma Ditolak

Tottenham dan Everton mendapatkan penolakan atas penawaran bek tengah Chelsea Kurt Zouma di musim panas… dengan Chelsea menuntut £ 40m untuk bek...

Pemain yang Sukses Menaklukan Persaingan Ketatnya Premier League Saat Menjadi Pemain Debutan

Banyak pemain bintang yang gagal bersinar ketika melakukan debut di Liga Premier League contoh seperti Dimaria, dan Memphis Depay yang gagal menunjukan...

Sejarah dan Sepak Terjang Persebaya Di Kompetisi Liga Indonesia

Klub kebanggan masayarakat Surabaya, Persebaya Surabaya adalah klub yang tidak dapat dipisahkan dari sejarah bangsa Indonesia. Berdiri sejak 18 Juni 1927, Persebaya...

Hasil Imbang Pertandingan Napoli vs AC Milan

Pada lanjutan laga Serie A Italia pekan ke-32, AC Milan melakoni pertandingannya yang ke-31 melawan Napoli. AC Milan sebagai tim tamu berhasil...