29 C
Indonesia
Tuesday, August 3, 2021
Home Berita Internasional Meski Kandas di Semifinal, Maguire Yakin MU Yang Terbaik di Laga Tersebut

Meski Kandas di Semifinal, Maguire Yakin MU Yang Terbaik di Laga Tersebut

Dalam laga semifinal Liga Europa, Manchester United yang tampil amat dominan terpaksa kalah dari Sevilla yang berhasil melakukan comeback. Di laga itu Manchester United mengakhiri skor dengan kekalahan tipis 1-2.

Pertandingan yang krusial bagi keduanya tersebut dilakukan di RheinEnergi Stadion, pada Senin 17 Agustus 2020 dini hari tadi. Manchester United berhasil unggul terlebih dulu saat Bruno Fernandes melakukan tendangan pinalti dan menembus jala gawang Sevilla, Tapi kemudian Sevilla berhasil membalas dengan dua gol yang melalui Suso dan Luuk de Jong. Keadaan ini membuat Manchester United balik tertinggal 1-2.

Telah tertinggal Manchester United jelas mencoba melakukan banyak percobaan untuk membalas ketertinggalan. Sayangnya anak-anak asuh Ole Gunnar Soslkjaer tetap tidak mampu menambah jumlah gol hingga wasit meniup peluit panjang.

Jelas ini adalah kekalahan yang terbilang amat miris bagi Man United, pasalnya Manchester United memiliki begitu banyak peluang dalam pertandingan kali ini. Berdasarkan catatan statistik whoscored The Red Devils memiliki penguasaan bola sebanyak 47%, namun dengan kehebatan melebaskan 20 kali percobaan, dan 7 diantaranya on target.

Melihat betapa banyak percobaan yang telah mereka lakukan seharusnya Manchester United bisa menambah jumlah gol mereka. Sayangnya pada kenyataan mereka hanya bisa membuat1 gol saja, dan itupun adalah hasil dari tendangan pinalti. Sedangkan Sevilla yang hanya memiliki 3 shoot on target di laga itu dapat memanfaatkannya dengan begitu baik, al hasil mereka berhasil mencetak 2 gol.

Berkat 1 gol lebih banyak yang dicetak oleh Sevilla itulah akhirnya yang membuat mereka berhasil mendapatkan 1 tiket untuk menuju babak final Liga Europa musim ini.

Harry Maguire mengakui bahwa kekalahan kali ini amat menyakitkan untuk para pemain Manchester United, pasalnya mereka tahu bahwa mereka memiliki banyak peluang, namun justru mengakhiri pertandingan dengan kekalahan.

“Rasanya sangat sulit untuk menerima hasil ini. Para pemain juga begitu terpukul. Kami dapat membuat banyak peluang, namun hari ini kami justru berakhir dengan kekalahan. Ini adalah hukuman untuk kami karena membuang-buang peluang, karena sejujurnya mereka tidak terlalu banyak melakukan ancaman” ungkap Harry Maguire pada pihak Bt Sports.

“Kali ini kebobolan kami berasal dari 2 umpan silang, dan itu bukan hal bagus. Sebenarnya kami telah bekerja begitu keras, dan seharusnya kami berhak untuk lolos ke final. Namun ini menyakitkan karena kami kalah di semifinal untuk ketiga kalinya di musim ini”

“Kami memiliki tim yang isinya adalah pemain-pemain hebat. Dan jelas kekalahan tidak bisa kami terima. Kami hanya mampu sampai babak semifinal saja, jelas itu tidak bisa diterima. Namun saat ini kami harus melangkah kedepan, perbaikan yang terjadi pada musim ini sebenarnya sungguh luar biasa”

“Kami melakukan permainan yang bagus ketika melawan Sevilla, jadi lain kali kami pasti akan memenanginya. Karena kekalahan bukanlah sesuatu yang dapat diterima oleh klub ini” tegas Harry Maguire.

Sevilla sendiri sebenarnya memang bukan lawan mudah, terlebih dalam kompetisi Liga Europa, Sevilla disebut sebagai raja. Hal tersebut lantaran klub asal Spanyol ini telah berhasil 5 kali menjuarai kompetisi ini, dan ini adalah jumlah terbanyak dibandingkan tim-tim lain.

Dengan hasil ini maka ini juga menandai bahwa Manchester United harus kembali puasa gelar untuk ketiga kalinya secara beruntun. Kali terakhir Manchester United berhasil mengangkat trofi adalah pada musim 2016/2017 silam, kala itu mereka berhasil menjadi juara Liga Europa dan Piala Liga Inggris.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

TUNTOR

Berita Favorit

Kaka Mengenang Pengalaman Manis dan Pahitnya Selama di AC Milan

Seluruh penggemar sepakbola dunia tentunya sangat tidak asing dengan sosok Ricardo Kaka, ya sosok yang satu ini boleh dikatakan sebagai salah satu...

Netflix Jadi Obat Pembunuh Kebosanan Untuk Rugani Yang Dikarantina

Sosok Daniel rugani beberapa waktu lalu sempat menggemparkan berita bola dunia, pasalnya dirinya menjadi pemain pertama Serie A yang divonis positif terinfeksi...

Pengalaman Pelatih Fisik Sabah FA Saat Malaysia Menerapkan Lockdown

Ada pengalaman unik yang dilalui Sofie Imam Faizal, pelatih fisik Sabah FA di tengah situasi lockdown. Pelatih yang berusia 31 tahun ini...

Persija Jakarta Tiru Tottenham Hotspur Untuk Berlatih Online

Akibat yang ditimbulkan oleh Covid-19 bagi dunia sepak bola merupakan hal yang buruk. Karena semua kompetisi musim ini harus diberhentikan guna mengendalikan...