29 C
Indonesia
Saturday, July 4, 2020
Home Berita Liga Indonesia Kisah Pahit Persija Jakarta Musim 97-98 Dan 2015

Kisah Pahit Persija Jakarta Musim 97-98 Dan 2015

Persija Jakarta dapat di kata selalu merasakan nasib sial saat membina tim dengan skuat berlabel bintang, Sudah sebanyak tiga kali macan kemayoran mengalami urusan tersebut sejak era Liga Indonesia (Ligina).

Pada Ligina 1997-1998 alias Ligina IV, Indonesia Super League (ISL) 2015, dan terbaru di Shopee Liga 1 2020. Tiga kompetisi tersebut mengalami penghentian dan penundaan di ketika Persija membina timnya dengan serius.

Liga Indonesia 1997-1998
saat musim tersebut Persija tengah serius membina reputasinya kembali sebagai club besar di Indonesia, Mereka hendak membangun dari istirahat panjangnya sebab sudah lama tidak beprestasi.

prestasi juara Perserikatan 1978-79 ialah gelar terakhir yang mampu diraih Persija ketika itu. Niatan untuk berkembang si Macan Kemayoran didukung penuh oleh Gubernur DKI Jakarta bapak Sutiyoso yang saat itu menjadi Pembina club.

para pemain bintang didatangkan yaitu seperti Nuralim, Olinga Atangana, Budiman Yunus, sampai M. Ramdan, Keempatnya adalah pemain bintang-bintang yang meninggalkan Mastrans Bandung Raya (MBR).

Nuralim atau Jabrik adalahpemain terbaik Ligina 1996-1997. Sedangkan tiga pemain lainnya pun bagian urgen MBR dalam merengkuh gelar Ligina 1995-96 dan runner-up Ligina 1996-97.

Masih terdapat pula nama lain seperti Miro Baldo Bento. The Jakmania, suporter Persija yang eksis sampai kini, juga disusun pada 1997.

Rencana club Persija nampak berjalan sesuai dengan harapan pada musim itu, Mereka menempati runer up Grup Barat dengan hasil 27 poin, di bawah club Persebaya Surabaya dengan perolehan point 28.

Sayang kondisi politik yang sedang memanas di era Rezim Presiden Soeharto menghasilkan persaingan yang mana dihentikannya di tengah jalan, Persija tidak berhasil dalam meraih gelar Ligina kesatunya.

Indonesia Super League (ISL) 2015

ISL 2015 sama dengan periode Ligina 1997-1998 untuk Persija, pada saat itu kompetisi dihentikan ketika Macan Kemayoran membina tim dengan serius.

Berbagai bintang direkrut yaitu Alfin Tuasalamony, Stefano Lilipaly, Yevgeni Kabayev, sampai memulangkan Bambang Pamungkas, berbagai pemain tersebut didatangkan dengan tujuan mampu meraih gelar juara lagi, Prestasi terakhir yang diraih Persija ketika itu ialah Liga Indonesia 2001.

Artinya telah 14 tahun klub puasa gelar. Namun persaingan sudah dihentikan ketika baru berlangsung tiga pekan. Alasannya sebab pemerintah membekukan PSSI pada 17 April 2015, FIFA juga memberi sanksi untuk PSSI imbas dari campur tangan pemerintah ke sepakbola.

Dampaknya, segala pekerjaan PSSI tak dinyatakan sehingga ISL mesti berhenti walau baru berjalan sejumlah pekan. Bahkan beberapa besar klub baru memainkan dua laga, tergolong Persija.

Pupus sudah khayalan Persija memblokir 14 tahun puasa gelar sebab dihentikannya ISL 2015.
Imbas dari pembekuan ini Indonesia tak menggelar persaingan selama dua tahun, dan baru bisa dibuka lagi dengan digelarnya Liga 1 2017.

Sementara Indonesia Soccer Championship (ISC) 2016 bukan lah persaingan resmi, Melainkan turnamen dengan bentuk kompetisi.

Shopee Liga 1 2020
Sama dengan ISL 2015, Persija juga tidak sedikit mendatangkan pemain kenaamaan pada Liga 1 2020. Sebut saja Evan Dimas, Marc Klok, Marco Motta, sampai Osvaldo Haay.

Terdapat banyak dalil kenapa Persija memilih player-player itu, Salah satunya hendak menyelesaikan rasa penasaran yang tidak berhasil dijangkau karena dihentikannya ISL 2015.
Di samping itu, ada pun misi melantai di bursa saham alias Initial public offering (IPO). Untuk tersebut manajemen klub berjuang meningkatkan citra klub di mata masyarakat dengan membina tim bertabur bintang.

Gelar juara Liga 1 2020 juga jadi target utama klub. Berbagai rekrutan baru juga seolah menjawab kemauan manajemen dengan penampilan oke. Salah satunya Marco Motta yang bercahaya di ajang pramusim Piala Gubernur Jawa Timur 2020. Pemain asal Italia pun berkontribusi dalam dua gol Persija pada laga perdana Liga 1 kontra Borneo FC.

Osvaldo Haay pun menciptakan gol debutnya pada laga itu. Persija juga meraih empat poin dari dua laga perdananya musim ini.

Sayang, lagi-lagi persaingan terhenti di ketika Persija punya ambisi besar. Kali ini diakibatkan oleh pandemi virus coroana dari Wuhan, China, yang pun menyebar secara masif di Tanah Air.

Awalnya PT Liga Indonesia Baru (LIB) selaku operator melulu menunda persaingan selama dua pekan saja hingga mula April. Namun masa rehat diperpanjang sampai waktu tak ditentukan, tergantung kondisi penyebaran corona. Bukan tidak mungkin persaingan ini bakal dihentikan laksana dua edisi di atas. Macan Kemayoran pun akan gigit jari lagi.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

WINBIG88

- Advertisment -

Most Popular

Prediksi Manchester United Vs Bournemouth 4 Juli 2020

Manchester United akan menggelar pertandingan di Old Trafford dan menjamu Bournemouth, pertandingan ini adalah laga lanjutan dari Premier League. Dipastikan bahwa MU...

Hot News : Leroy Sane Resmi Taken Kontrak Dengan Bayern Munich

Resmi! Setelah penantian panjang akhirnya Bayern Munich berhasil melakukan kontrak dengan Leroy Sane. Saat ini Bayern Munchen telah selesai menuntaskan proses transfer...

Antalanta Taklukan Napoli dan Catat Kemenangan ke 7 Secara Beruntun

Atalanta melanjutkan perjalanan positif yang telah berhasil mereka lakukan selama beberapa pekan terakhir. Hari ini mereka akhirnya kembali mengakhiri laga dengan kemenangan...

Zinedine Zidane Tak Ingin Jumawa Atas Keunggulan Real Madrid Terhadap Barcelona

Usai melakoni pertandingan kontra Getafe dan mendapatkan poin penuh, kini Real Madrid kian meninggalkan Barcelona dari persaingan perburuan trofi LaLiga musim 2019/2020....

Recent Comments