29 C
Indonesia
Monday, August 3, 2020
Home Berita Liga Indonesia Kisah Kelam, Sepenggal Cerita Tragedi Lenteng Agung Bagi Suporter PSIS

Kisah Kelam, Sepenggal Cerita Tragedi Lenteng Agung Bagi Suporter PSIS

Pada tanggal 1 April 1999 menjadi hari sangat kelam untuk suporter PSIS Semarang. kemudian di Ibukota Jakarta. Mahesa Jenar memang sukses melaju ke final Ligina 1999 usai mengalahkan tuan rumah Persija Jakarta di laga semifinal. Tetapi siapa sangka satu hari saat sebelum kemenangan PSIS yang dicetak oleh gol Ebanda Timoti, terjadi kejadian yang sangat memilukan. Total 11 anggota suporter PSIS meregang nyawa karena musibah tragis.

Kami menelusuri satu di antara saksi sejarah suporter PSIS yang turut dalam rombongan ke Jakarta kala itu. Pada 31 Maret 1999 sore, ribuan fans PSIS yang masih tergabung dalam Yayasan Mahesa Jenar, tiba ke ibukota, memakai armada bis ataupun kereta api. Irawan Sulistyo, seseorang suporter PSIS yang waktu itu turut dalam rombongan menggambarkan, terdapat 2 insiden musibah yang diakibatkan oleh kereta api. Diketahui pendukung PSIS menaiki kereta dari Stasiun Tawang mengarah ke Pasar Senen.

” Musibah pertama dirasakan satu rekan kami yang berada di atas gebong. Dsaat ia membawa bendera, tidak tahunya tersangkut kabel di Stasiun Jatinegara,” cerah Irawan, Kamis( 2/ 4/ 2020).

Setelah itu usai turun di Stasiun Pasar Senen, rombongan suporter PSIS mencari kendaraan umum untuk mengarah Stadion Senayan. Termasuk harus membajak beberapa bis kota DAMRI serta Kopaja. Sebagian bis juga bertolak mengarah Stadion Utama Senayan dari Stasiun Pasar Senen. Beberapa saat setelah itu, tiba rombongan aparat kepolisian terutama satuan Brimob serta Pengendali Massa (Dalmas), untuk melaksanakan evakuasi para fans PSIS.

Tidak ada yang mengenali secara seketika terdapatnya tumpangan free dari polisi ke Senayan. Tetapi siapa sangka, ekspedisi truk polisi yang mengangkut suporter PSIS, malah bergerak ke selatan menghindari Stadion Senayan, apalagi masuk ke kawasan Lenteng Agung, mengarah arah Bogor. Sebagian di antaranya merasa ada suatu yang aneh, kenapa malah kendaraan berjalan sampai ke Lenteng Agung yang terus menjadi jauh dari Senayan. Walhasil mereka berupaya menghentikan laju truk aparat, serta terjadi bentrokan. Sebagian truk sirna serta rusak akibat keributan.

” Banyak yang mulai curiga rute jalannya kok tidak ke Senayan, dan ingin dibawa ke Mako Brimob. Supporter gusar saat di Lenteng Agung, persis dekat stasiun. Suporter marah, telah letih kok malah dibawa ke Mako Brimob Kelapa 2,” terangnya.

3 buah truk aparat ringsek serta digulingkan, buntut dari kericuhan yang terjadi. Setelah terjadi keributan di badan jalan dekat Stasiun Lenteng Agung, ratusan suporter juga bergegas mengarah Senayan menyusul rekan- rekannya yang sudah ada di stadion.

Transportasi sangat cepat adalah dengan naik kereta serta kebetulan letaknya pas di sebelah Stasiun Lenteng Agung. Tetapi tidak berselang lama kejadian nahas itu juga terjadi serta merenggut nyawa 10 anggota suporter PSIS.


” Kami terburu- buru. Masuk ke gang, tidak tahunya keluar gang mendadak disambar kereta rel listrik. Total terdapat 10 orang yang umurnya masih pelajar. Korban dievakuasi pegawai Kereta Api serta dimakamkan di Semarang,” imbuh laki- laki yang akrab disapa Londo ini.

Bertepatan pada 9 April 1999 juga jadi hari bahagia untuk PSIS Semarang. Torehan tinta emas diraih anak asuh Eddy Paryono saat itu dengan menaklukkan Bajul Ijo di tempat alami. Gol tunggal kemenangan PSIS dilesakkan oleh sang Maradona dari Purwodadi, Tugiyo. Tidak ada sorak- sorai suporter PSIS yang memperingati acara juara di Manado, karena tidak ada yang muncul. Hanya sebagian pejabat pemerintahan di area PNS wilayah Semarang yang tiba.

WinBig Ads

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Berita Favorit

Prediksi Bola : Manchester United vs Southampton 14 Juli 2020

Peringkat 5 Manchester United akan menantang peringkat 12 Southampton dalam laga lanjutan Liga Inggris pekan ke 35. Laga tersebut akan di helat...

PSSI Tegaskan Lanjutkan Liga Bukan Mulai Kompetisi Baru

Berdasarkan kesepakatan yang ada, PSSI memberikan pernyataan bahwa mereka akan kembali memulai Liga 1 dan Liga 2 menjelang akhir tahun nanti, yakni...

Pesepak Bola Malaysia Tolak Potong Gaji Gara-Gara Corona

Beberapa pemain sepak bola yang telah dinyatakan postif Covid-19 ini harus mengisolasi diri dirumah mereka masing-masing selama 14 hari, tentunya hal ini...

Liga Inggris Ditunda, Ini Calon Top Skor Sementara

Top skor adalah gelar pencetak gol terbanyak dalam suatu liga atau kompetisi sepakbola. Tentu saja gelar ini salah satu yang banyak diincar...