29 C
Indonesia
Friday, September 18, 2020
Home Berita Liga Italia Kisah Kedekatan Spaletti dan Totti Yang Berujung Renggang

Kisah Kedekatan Spaletti dan Totti Yang Berujung Renggang

Ketika Luciano Spalletti menukangi AS Roma ia membuat sebuah hubungan yang amat manis dan biak dengan Totti. Bahkan berkat kekompakan kolaborasi pelatih dan pemain terbaik milik AS Roma tersebut, mereka berhasil membawa Roma berjaya. Sayangnya hubungan baik keduanya tidak berakhir manis sebagaimana sebelumnya.

Musim 2005-2006 adalah awal mula periode pertama Spalletti menangani AS Roma, dan dalam periode yang berjalan hingga tahun 2009 tersebut, sang pelatih dapat diaktakan cukup sukses menangani AS Roma. Keberhasilan Spalletti mengasuh As Roma terbukti dengan 4 gelar runner up Liga Italia yang didapatkannya, dan juga 2 trofi juara Coppa Italia.

Salah satu hal yang membawa Spalletti mampu menyukseskan AS Roma adalah taktik 4-2-3-1 yang terbilang merupakan taktik revolusioner. Dalam taktik tersebut Spalletti mempercayakan posisi false 9 kepada Totti. Saat itu hal tersebut merupakan hal suatu trobosan karena sebelumnya Totti berperan seorang trequartista.

Siapa sangka trobosan baru yang diusung oleh Spallettti tersebut kemudian berbuah manis. Totti yang kala itu mendapatkan kepercayaan menempati posisi penting mampu menunjukkan kemampuan apiknya, kala itu tampil begitu tajam, dan menorehkan prestasi sebagai top scorer Serie A musim 2006/2007, atas keberhasilannya mencetak 26 gol selama 1 musim.

Berdasarkan pengakuan dari sang mantan pelatih, beliau menunjuk Totti sebagai false 9 sang pemain memiliki kemampuan apik dalam memanfaatkan ruang ruang.

“Kala itu saya memiliki seorang zero di depan, dan dia adalah Totti. Totti mampu membuat ruang dan selalu mampu memastikan dapat meloloskan diri dari bek lawan. Bisa dikatakan bahwa Totti merupakan master dalam memanfaatkan ruang” tutur Spalletti yang dilansir oleh Football Italia.

Periode pertama Spalletti bersama Totti hanya berlangsung selama 4 musim saja, karena pada tahun 2009 Spalletti memilih untuk meninggalkan AS Roma, dan berlabuh ke Zeint St Petesburg. Pa musim 2016-2017 totti dipertemukan kembali dengan Spalletti, karena sang pelatih kembali ke Roma, sayangnya kali ini hubungan keduanya tidak lagi sama.

Jika dulu Totti merupakan pemain Andalan Spaletti, pada periode kedua ia justru sering menaruh totti di bangku cadangan. Saking seringnya hal tersebut sampai memicu amarah Totti, dalam salah satu pernyataannya Totti menyebut Spalletti ingin menyingkirkan dirinya dan memaksa ia untuk pensiun. Jika diingat kembali kala itu Totti memang hampir tidak pernah bermain full di sepanjang musim, bahkan ia tercatat hanya sekali bermain selama 90 menit di Liga Italia.

Totti akhirnya benar-benar pensiun setelah menuntaskan musim 2016-2017, setelah pensiun sebagai pelatih kemudian Totti menjalani karir sebagai direksi AS Roma. Sayangnya dalam perjalanan karirnya ia mengalami suatu masalah dengan manajemen dan memilih mundur, kini ia berprofesi sebagai agen pemain.

ROME, ITALY – APRIL 20: Francesco Totti and his head coach Luciano Spalletti of AS Roma react after the Serie A match between AS Roma and Torino FC at Stadio Olimpico on April 20, 2016 in Rome, Italy. (Photo by Paolo Bruno/Getty Images)

Dalam kesempatan wawancara yang dimiliki oleh Spalletti beberapa waktu lalu ia memberikan penjelasan atas keputusan yang ia ambil terhadap Totti kala itu. Menurut sang pelatih, saat itu Totti memang kerap dibekap cedera, sehingga tidak mungkin untuk menurunkannya, dan ditambah pula usia Totti juga telah cukup tua, yakni menginjak kepala 4. Karenanya Totti di musim 2016/2017 tidak dapat memenuhi kebutuhan tim yang dibesut Spalletti.

“Awalnya saya kira hubungan kami akan tetap sama, akan tetapi pada dua periode tersebut saya memang menunjukkan sikap yang berbeda”

“Kebutuhan tim merupakan hal yang harus diprioritaskan oleh seorang pelatih, dan pelatih harus mengusahakan hal tersebut. Sebagai pelatih saya selalu berusaha untuk bersikap sama (adil) namun sayangnya ada hak-hal berbeda yang tetap terjadi, dan menuntut saya untuk bersikap berbeda” jelas Spalletti.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

TUNTOR

Berita Favorit

Jika Kompetisi Tidak Berlanjut, Hasil Liga Spanyol Bisa Rugi Besar

Saat ini Liga Spanyol musim 2019/2020 sedag ditangguhkan karena pandemic wabah virus corona. Apabila pada akhirnya kompetisi ini harus distop oleh pihak...

Hadapi Liga 1 Wonderkid Jim Qorque Disinyalir Sycron Masuk Persebaya

Striker muda Jim Qorque akhir –akhir ini menjadi perbincangan hangat bagi beberapa pihak dalam dunia sepak bola Indonesia. Tanpa terkecuali warganet...

Akhir Pekan Ini Bayern Munich Miliki Peluang Kunci Juara BundesLiga

Bayern Munich yang saat ini tengah memuncaki klasemen sementara Liga Jerman, memiliki kemungkinan besar untuk mengunci gelar juara mereka di akhir pekan...

Mengintip Skuad Manchester United Bila Berhasil Merekrut Jadon Sancho

Kalau kita berbicara mengenai Manchester United, mungkin seharusnya adalah klub yang mendominasi saat ini. Akan tetapi sayangnya hal ini memang tidak terjadi....