29 C
Indonesia
Friday, February 26, 2021
Home Berita Liga Indonesia Kiper Kiper Asing Yang Mengukir Karir Emasnya Di Sepakbola Indonesia

Kiper Kiper Asing Yang Mengukir Karir Emasnya Di Sepakbola Indonesia

Merekrut pemain untuk posisi kiper merupakan suatu yang lumayan tidak cukup jarang. Persija Jakarta berupaya mendobrak ketidaklaziman tersebut dengan mendatangkan kiper asal Kamerun, Mbeng Jean pada 1997. 4 tahun berselang, penjaga gawang berkepala pelontos ini sukses mempersembahkan trofi Liga Indonesia kepada tim ibukota. 2 tahun setelah mengantar Persija merengkuh gelar Liga Indonesia, Mbeng Jean hengkang ke PSPS Pekanbaru saat sebelum memperkuat PSMS Medan. Sejak saat itu, namanya tenggelam bak lenyap ditelan bumi.

Kiper asing kedua yang menorehkan tinta emas di Liga Indonesia adalah Yoo Jae- hoon. Penjaga gawang asal Korea Selatan ini 2 kali membawa Persipura Jayapura ke tangga juara pada 2010- 2011 serta 2013. Jae- hoon pula terpilih sebagai kiper terbaik Liga Indonesia pada 2010- 2011. Kariernya di Liga Indonesia diawali saat membela Persipura pada periode 2010- 2014 saat sebelum hijrah ke Bali United pada 2015 serta kembali ke dekapan tim berjulukan Mutiara Hitam ini pada 2016- 2018.

Terakhir, Jae- hoon berkostum Barito Putera pada putaran awal Liga 1 2018 dan berstatus tanpa klub sampa saat ini. Yoo Jae- hoon saat ini masih dalam proses naturalisasi untuk jadi Warga Negara Indonesia( WNI). Yoo Jae- hoon sudah meminta restu kepada Menteri Pemuda dan Olahraga Indonesia, Imam Nahrawi.

” Terima kasih Pak Menpora, Imam Nahrawi, Pak Hasnur, serta seluruh pihak yang ikut membantu proses naturalisasi saya,” tulis Yoo Jae- hoon.

Nyatanya di balik proses naturalisasi Yoo Jae- hoon terselip impian mulia untuk sepak bola Indonesia. Kiper berumur 35 tahun itu tidak begitu berkeinginan untuk membela timnas Indonesia.

” saya ingin menjadi WNI, alasan utamanya bukan karena ingin masuk timnas. Namun saya ingin mengutamakan pembinaan kiper- kiper di Indonesia terutama untuk kipper usia muda. Itu cita- cita saya sejak 2016,” tulis Yoo lagi.

Salah satu pintu untuk membuka pembinaan kipper dengan menjadi WNI.
” Dengan menjadi WNI, saya bisa membuka sekolah kiper di Indonesia menjadi lebih gampang,” tulis Yoo.

” Saya sepenuh hati ingin memajukan sepak bola Indonesia dengan menjadi WNI serta saya akan bekerja keras untuk mewujudkan impian saya,” tambahnya.

Yoo Jae- hoon memperoleh dukungan dari Manajer Barito Putera, Hasnuryadi, untuk melaksanakan mediasi dengan Menpora.

” Saya tidak bisa jika membangun sekolah kiper sendiri, saya memerlukan sponsor serta dukungan dari berbagai pihak termasuk pemerintah untuk mewujudkan impian ini,” tulis kiper kelahiran Korea Selatan itu.

Ada juga nama Zeng Cheng dan Sinthaweechai Hathairattanakool menjadi 2 kiper asing tanpa gelar, tetapi meninggalkan kesan bagus di Liga Indonesia. Nama pertama yang pernah singgah di Persebaya Surabaya pada 2005. Dipinjam dari klub Cina, Wuhan Guanggu, dan masih berumur 19 tahun saat itu, Zeng Cheng langsung melejit sabagai kiper utama Persebaya. Kariernya di kesebelasan dengan sebutan lain Bajul Ijo itu berakhir setelah tim ini mengundurkan diri pada babak 8 besar kompetisi disaat itu.


Nama Kosin, panggilan Sinthaweechai, begitu menempel di ingatan suporter Persib Bandung, Bobotoh. Kiper asal Thailand ini pernah 2 kali berkarier di Kota Kembang pada 2006 serta 2009. Penampilannya yang eksplosif serta keramahannya sebagai pemain asing memnuat Bobotoh gampang jatuh hati kepada Kosin. Disaat pindah ke Chonburi pada 2007, banyak pendukung tim berjuluk Pangeran Biru ini larut dalam kesedihan untuk melepas kepergiannya.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

TUNTOR

Berita Favorit

Data dan Fakta Menarik usai Laga Juventus vs Lyon

Secara mengejutkan dalam laga lanjutan Liga Champions babak 16 besar leg kedua, Juventus disingkirkan oleh Lyon. Terkait dengan hal tersebut, berikut ini...

2 Pemain Asal Amerika Latin Paling Disegani Diliga Indonesia

Sepak bola Indonesia telah diramaikan pemain asing sejak musim 1980- an, terutama kompetisi Galatama, mulai duo Singapore David Lee serta Fandi Ahmad...

Daftar Wonderkid Terbaik 2020

Wonderkid saat ini selalu menyenangkan untuk dibahas. Terutama karena bisa dibilang para pemain muda ini memang memiliki permainan yang sangat fresh dan...

Barcelona Melempem di El Clasico

Messi dan kawan-kawan harus menerima kekalahan lagi. Barcelona terpaksa tunduk dengan skor 1-3 pada pertandingan yang digelar di Camp Nou, Sabtu (24/10/2020)...