29 C
Indonesia
Sunday, September 20, 2020
Home Berita Liga Indonesia Keputusan PSSI Memangkas Gaji Hingga 75% Menuai Kritik

Keputusan PSSI Memangkas Gaji Hingga 75% Menuai Kritik

Beberapa waktu lalu PSSI mengeluarkan keputusan memperpanjang masa rehat kompetisi karena covid-19 hingga 29 Mei 2020. Yang menjadi acuan PSSI adalah masa tanggap darurat yang dicanangkan BNPB, yang juga diperpanjang hingga 29 Mei.

Berbarengan dengan keputusan tersebut, PSSI melalui ketua umumnya, Mochamad Iriawan menjelaskan persoalan kontrak dan gaji pemain. Sebelumnya diberitakan bahwa pihak manajemen klub merasa kesulitan jika harus membayar gaji para pemain dan pelatih jika tidak ada kompetisi. Iriawan menjelaskan dalam keputusan tersebut bahwa pihak klub bisa merubah kontrak dan memberikan gaji skuadnya maksimal 25% selama masa rehat.

Keputusan tersebut berlaku mulai bulan maret hingga mei 2020. Dengan demikian, kini manajemen klub bisa merubah isi kontrak para pemain dan pelatih agar disesuaikan dengan kebijakan PSSI. Namun, kebijakan ini menuai kritik baik dari pemain maupun pelatih.

Melalui Asosiasi Pesepak Bola Profesional Indonesia (APPI), para pemain menyatakan keberatan atas putusan PSSI yang tertuang dalam Surat Keputusan (SK) Nomor 48.SKEP/III/2020 tersebut. Pertama adalah karena keputusan tersebut tidak melibatkan para pesebak bola professional yang berkiprah di kompetisi. Padahal yang paling terdampak oleh keputusan ini adalah para pemain. Misal pemain bola yang bergaji 5 juta per bulan, dengan hanya dibayar 25% saja, maka ia hanya mendapatkan 1,25 juta. Nominal itu jelas tidaklah cukup untuk memenuhi kehidupan keluarganya.

Pelibatan perwakilan pemain haruslah ada dalam setiap pengambilan keputusan yang berdampak pada para pemain. Pemain bola sebenarnya juga bagian dari stakeholder. Dengan melibatkan pemain, maka nantinya akan ditemukan solusi yang bisa diterima oleh semua pihak.

Mulyawan Munial, salah satu agen pemain juga sangat menyayangkan keputusan PSSI tersebut karena tidak melibatkan semua stakeholder. “Memang benar ini force majeure, namun keputusan tersebut pada dasarnya melibatkan kontrak dua pihak, sehingga harus memperhatikan hal tersebut,” jelasnya.

Pria yang akrab di sapa Muly tersebut juga menuturkan bahwa poin yang banyak menuai kritik adalah pemotongan gaji di mulai dari bulan Maret. Padahal, para pemain dan pelatih baru tidak beraktivitas berlatih maupun bermain mulai tanggal 18 maret. Oleh karena itu harusnya gaji pemain bulan maret tidak 25%. Mereka masih bekerja di klub masing-masing. Para pemain dan pelatih haruslah di bayar penuh di bulan Maret. Untuk bulan April dan Mei barulah bisa dilakukan pemotongan gaji.

“Kalau gaji kedepan, April – Juni hanya 25% menurut saya masih cukup fair,” lanjut Mulyawan. Sebagai agen dari 20 pemain, Mulyawan mengungkapkan bahwa ada beberapa klub yang bahkan belum membayar DP dan gaji bulan Januari-Februari. Saya khawatir ini dijadikan dasar hukum pihak klub untuk membayar hanya 25% gaji pemain di bulan Januari – Februari.

Agen dari Evan Dimas ini juga menyampaikan hal yang selaras dengan APPI bahwa pihak PSSI harulah mengikutsertakan semua elemen yang menjadi stakeholder. Mulai dari APPI, APSI dan juga perwakilan klub untuk diskusi bersama sebelum mengambil keputusan. Sehingga nantinya bisa ditemukan solusi yang tepat.

Berhentinya LIga 1 dan 2 di Indonsia memang menimbulkan banyak persoalan. Semua pihak mengalami kerugian. Mulai dari pihak klub yang kehilangan sumber pendapatan utamanya, pihak sponsorship yang kehilangan banyak momentum dalam mempromosikan produknya, pemegang hak siar yang jelas mengalami kerugian akibat penundaan kompetisi, hingga para pemain dan pelatih yang kehilangan sebagian besar pendapatannya karena kebijakan pemotongan gaji.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

TUNTOR

Berita Favorit

Fakta Menarik Bruno Fernandes, Gelandang Baru Manchester United

Bruno Fernandes adalah pemain baru Manchester United. Dia sebelumnya direkrut dari Sporting Lisbon dengan harga yang cukup mahal saat ini. Permainan Bruno...

Musim Panas Mendatang, Olivier Giroud Ingin Tinggalkan Stamford Bridge

Teka - teki sang pemain Olivier Giroud Bersama klub London utara the blues Chelsea akan menemukan titik temu , sang striker asal...

Juventus Gagal Kunci Scudetto Lebih Cepat Karena Kalah 1-2 Dari Udinese

Laga lanjutan Liga Italia pekan ke 35 menghadirkan pertandingan antara Juventus dan Udinese. Sebenarnya ini adalah kesempatan untuk SI Nyonya Tua dapat...

Arsenal Waspadai Tiga Pemain Liverpool ini Dalam Kompetisi Community Shield 2020

Liverpool dikabarkan akan segera tampil pada turnamen Community Shield 2020. Pasalnya klub The Reds ini memiliki gelar sebagai juara di Premier League...