29 C
Indonesia
Thursday, July 16, 2020
Home Berita Liga Indonesia Keputusan PSSI Memangkas Gaji Hingga 75% Menuai Kritik

Keputusan PSSI Memangkas Gaji Hingga 75% Menuai Kritik

Beberapa waktu lalu PSSI mengeluarkan keputusan memperpanjang masa rehat kompetisi karena covid-19 hingga 29 Mei 2020. Yang menjadi acuan PSSI adalah masa tanggap darurat yang dicanangkan BNPB, yang juga diperpanjang hingga 29 Mei.

Berbarengan dengan keputusan tersebut, PSSI melalui ketua umumnya, Mochamad Iriawan menjelaskan persoalan kontrak dan gaji pemain. Sebelumnya diberitakan bahwa pihak manajemen klub merasa kesulitan jika harus membayar gaji para pemain dan pelatih jika tidak ada kompetisi. Iriawan menjelaskan dalam keputusan tersebut bahwa pihak klub bisa merubah kontrak dan memberikan gaji skuadnya maksimal 25% selama masa rehat.

Keputusan tersebut berlaku mulai bulan maret hingga mei 2020. Dengan demikian, kini manajemen klub bisa merubah isi kontrak para pemain dan pelatih agar disesuaikan dengan kebijakan PSSI. Namun, kebijakan ini menuai kritik baik dari pemain maupun pelatih.

Melalui Asosiasi Pesepak Bola Profesional Indonesia (APPI), para pemain menyatakan keberatan atas putusan PSSI yang tertuang dalam Surat Keputusan (SK) Nomor 48.SKEP/III/2020 tersebut. Pertama adalah karena keputusan tersebut tidak melibatkan para pesebak bola professional yang berkiprah di kompetisi. Padahal yang paling terdampak oleh keputusan ini adalah para pemain. Misal pemain bola yang bergaji 5 juta per bulan, dengan hanya dibayar 25% saja, maka ia hanya mendapatkan 1,25 juta. Nominal itu jelas tidaklah cukup untuk memenuhi kehidupan keluarganya.

Pelibatan perwakilan pemain haruslah ada dalam setiap pengambilan keputusan yang berdampak pada para pemain. Pemain bola sebenarnya juga bagian dari stakeholder. Dengan melibatkan pemain, maka nantinya akan ditemukan solusi yang bisa diterima oleh semua pihak.

Mulyawan Munial, salah satu agen pemain juga sangat menyayangkan keputusan PSSI tersebut karena tidak melibatkan semua stakeholder. “Memang benar ini force majeure, namun keputusan tersebut pada dasarnya melibatkan kontrak dua pihak, sehingga harus memperhatikan hal tersebut,” jelasnya.

Pria yang akrab di sapa Muly tersebut juga menuturkan bahwa poin yang banyak menuai kritik adalah pemotongan gaji di mulai dari bulan Maret. Padahal, para pemain dan pelatih baru tidak beraktivitas berlatih maupun bermain mulai tanggal 18 maret. Oleh karena itu harusnya gaji pemain bulan maret tidak 25%. Mereka masih bekerja di klub masing-masing. Para pemain dan pelatih haruslah di bayar penuh di bulan Maret. Untuk bulan April dan Mei barulah bisa dilakukan pemotongan gaji.

“Kalau gaji kedepan, April – Juni hanya 25% menurut saya masih cukup fair,” lanjut Mulyawan. Sebagai agen dari 20 pemain, Mulyawan mengungkapkan bahwa ada beberapa klub yang bahkan belum membayar DP dan gaji bulan Januari-Februari. Saya khawatir ini dijadikan dasar hukum pihak klub untuk membayar hanya 25% gaji pemain di bulan Januari – Februari.

Agen dari Evan Dimas ini juga menyampaikan hal yang selaras dengan APPI bahwa pihak PSSI harulah mengikutsertakan semua elemen yang menjadi stakeholder. Mulai dari APPI, APSI dan juga perwakilan klub untuk diskusi bersama sebelum mengambil keputusan. Sehingga nantinya bisa ditemukan solusi yang tepat.

Berhentinya LIga 1 dan 2 di Indonsia memang menimbulkan banyak persoalan. Semua pihak mengalami kerugian. Mulai dari pihak klub yang kehilangan sumber pendapatan utamanya, pihak sponsorship yang kehilangan banyak momentum dalam mempromosikan produknya, pemegang hak siar yang jelas mengalami kerugian akibat penundaan kompetisi, hingga para pemain dan pelatih yang kehilangan sebagian besar pendapatannya karena kebijakan pemotongan gaji.

WinBig Ads

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

WINBIG88

- Advertisment -

Berita Favorit

5 Daftar Pelatih Yang Dapat Mencuri Perhatian di Liga TOP Eropa Musim 2017 hingga 2018

Di tengah ketatnya persaingan antar pelatih di 5 liga papan atas Eropa, ada 5 nama pelatih muda yang sanggup mencuri atensi musim...

Para Pemaian Loyal Arema Yang Jadi Panutan Aremania

Arema FC yang baru berdiri pada 1987 mempunyai beberapa pemain yang sangat setia. Apalagi sampai saat ini ada pemain yang masih aktif...

Untuk Pertama Kalinya Ronaldo Gagal di Dua Final Beruntun

Cistiano Ronaldo akhirnya merasakan kegagalan di dua final secara beruntun, padahal sebelumnya kejadian ini tidak pernah ia alami. CR7...

Usai Kembali Lakukan Tes, Premier League Bersih Virus Corona

Menjelang liga Inggris yang akan segera kembali dihelat, baru-baru ini pihak Premier League kembali melakukan tes Covid 19. Dan hasil tes jilid...