29 C
Indonesia
Monday, March 1, 2021
Home Berita Liga Italia Kehilangan 6 Pemain, AC Milan Bingung Persiapkan Coppa Italia

Kehilangan 6 Pemain, AC Milan Bingung Persiapkan Coppa Italia

AC Milan tampaknya sedang mengalami kesulitan dalam mempersiapkan beberapa laga di Coppa Italia lantaran enam orang pemainnya harus absen. Selain itu, konflik antara Ibrahimovic dan Lukaku juga kembali memanas dalam derby Milan vs Inter.

Milan tanpa 6 pemain kunci buat kekalahan perempat final Coppa Italia dari Inter tadi malam sebab Gianluigi Donnarumma diskors, sedangkan Matteo Gabbia, Ismael Bennacer, Hakan Calhanoglu( COVID- 19), Mario Mandzukic serta Sandro Tonali seluruhnya pula absen.

Bagi La Gazzetta dello Sport( via MilanNews), permasalahan pemilihan wajib sedikit mereda menjelang ekspedisi akhir minggu ini buat mengalami seseorang sahabat lama di Sinisa Mihajlovic serta regu Bologna- nya di Stadio Renato dallAra.

Itu sebab 3 pemain hendak kembali dari luka, semacam Sandro Tonali, Mario Mandzukic serta Ismael Bennacer wajib pulih. Pasti saja, kami pula masih menunggu Hakan Calhanoglu mengembalikan uji negatif, yang dapat tiba kapan saja dalam teori.

Zlatan Ibrahimovic serta Romelu Lukaku ikut serta dalam bentrokan yang sangat panas sepanjang derby Milan Selasa malam.

Kedua pemain melontarkan perkata kotor satu sama lain di akhir babak awal serta mereka diberi kartu kuning oleh wasit atas aksi mereka. Insiden itu diawali sehabis bek AC Milan Alessio Romagnoli melaksanakan pelanggaran sinis terhadap Lukaku, yang tidak disukai pemain Belgia itu.

Zlatan serta Lukaku setelah itu bertengkar, saat sebelum bertukar penghinaan individu sehabis dipisahkan oleh rekan satu regu mereka.

Perdebatan antara keduanya- yang bermain bersama di Manchester United- berlanjut sehabis peluit turun minum dibunyikan.

Lumayan mengejutkan kalau keduanya kesimpulannya tidak silih bertengkar, sebab seperti itu perseteruan mereka yang intens sepanjang perempat final Coppa Italia di San Siro.

Sebab kenyataan mereka bermain bersama di United, terdapat sedikit sejarah antara Zlatan serta Lukaku.

Kembali pada tahun 2017, yang awal menyanjung yang terakhir, melaporkan dalam suatu wawancara kalau striker Belgia sudah”membuat pekerjaannya lebih gampang”.

“Regu ini lebih kokoh masa ini,”kata pelatih asal Swedia itu.”Lukaku terdapat di regu yang mencetak banyak berhasil, serta ia membuat pekerjaan aku lebih gampang, sebab tahun kemudian kala kami bermain kami tidak bisa mengganti kedudukan itu.

“Kami mencetak satu berhasil, serta melaksanakan pekerjaan itu, serta tidak terdapat alterasi buat pelatih. Masa ini lebih gampang.​​Lukaku cuma positif, sebab ia membuat comeback aku tidak sangat tertekan, itu berikan aku banyak waktu., serta aku bahagia buat itu.

“Terus menjadi banyak waktu yang aku miliki, terus menjadi baik hasilnya. Ia mencetak berhasil serta melaksanakan apa yang butuh ia jalani. Kala aku kembali, pelatih terdapat di situ, kita hendak memandang gimana kondisi berjalan. Aku melihatnya sangat kokoh. Sebab terus menjadi banyak mutu yang kami miliki dalam regu, terus menjadi banyak alternatif yang kami miliki, terus menjadi gampang untuk manajer.”

“Aku mengidentifikasi diri aku di Zlatan,”katanya dekat setahun kemudian, bagi Kristof Terreur.”Kami silih menguasai. Cuma sedikit orang yang mengetahuinya, namun ia banyak menolong aku dikala itu. Ia merupakan seseorang juara. Serta, semacam yang kami katakan, ia mempunyai mentalitas seekor anjing. Ia tidak sempat menyerah. Aku masih menerima nasihatnya dengan aku.”

Sayang sekali perkata baik masa kemudian dari pendamping itu betul- betul dibiarkan di San Siro sepanjang pertandingan yang lumayan epik.

Zlatan sudah membuka skor pada malam itu, namun diusir keluar lapangan di dini babak kedua serta Inter menggunakan minimnya disiplin.

Lukaku membandingkan peran dari titik penalti pada menit ke- 70, saat sebelum Christian Eriksen memenangkan pertandingan dengan tendangan leluasa yang luar biasa di menit akhir.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

TUNTOR

Berita Favorit

Kisah Kelam, Sepenggal Cerita Tragedi Lenteng Agung Bagi Suporter PSIS

Pada tanggal 1 April 1999 menjadi hari sangat kelam untuk suporter PSIS Semarang. kemudian di Ibukota Jakarta. Mahesa Jenar memang sukses melaju...

Bruno Fernandes Sukses Tampilkan Performa Terbaiknya

Bruno Fernandes sukses menampilkan performa yang sangat apik. Sehingga pemain tersebut kini menjadi salah satu pemain rekrutan terbaik dari Manchester United selama...

Manajemen Persija Belum Putuskan Kebijakan Gaji Pemain

Dikarenakan wabah Covid-19 mengakibatkan para pemain sepak bola harus memberhentikan agenda latihan serta membatalkan beberapa kompetisi sampai waktu yang belum ditentukan. Ditengah...

Covid 19 tak jadi alasan pemain persija yang batal latihan timnas, pemain lakukan olahraga fisik dirumah

Dua pemain Persija  Jakarta kembail direkrut untuk main di timnas u-19 kedua nama pemain tersebut adalah Sandi dan Braif.  Keduanya merupakan pemain...