29 C
Indonesia
Friday, September 30, 2022
Home Berita Internasional Kebiasaan Jelek PSG, Lepas Pemain Binaan dan Beli Pemain Matang Dengan Harga...

Kebiasaan Jelek PSG, Lepas Pemain Binaan dan Beli Pemain Matang Dengan Harga Mahal

Klub raksasa dari ibu kota Prancis, Paris Saint Germain mulai terbiasa untuk membeli pemain dengan harga mahal namun melepas talenta muda yang dapat menjadi sebuah bintang sepak bola di kemudian hari.

Kebiasaan Paris Saint Germain untuk melepas calon bintang muda mereka sendiri sebenarnya telah berlangsung dengan waktu yang cukup lama. Bahkan telah jauh sebelum mereka diambil alih oleh Qatar Sports Investments.

Klub raksasa dari Pais ini terbilang terlalu bergantung kepada investasi pemain asing sehingga mereka cenderung melupakan pemain muda yang merupakan hasil dari akademi mereka sendiri. Padahal membina pemain muda dan memberikan kesempatan untuk berkarier di kancah senior merupakan hal yang bagus untuk dijadikam sebagai asset masa depan klub.

Sebelum QSI atau Qatar Sport akhirnya tiba di Paris, mereka sudah tidak jeli untuk bisa memantau talenta muda yang special. Bahkan bakat dari Patrive Evra juga disia-siakan oleh PSG, hingga pada akhirnya ia malah menjadi seorang pemain bintang di The Red Devils.

Hal yang sama juga dilakukan oleh PSG pada Nicolas Anelka. Pemain yang merupakan jebolan akademi PSG ini kemudian menjelma sebagai salah satu striker muda terbaik di dunia usai pindah dari Arsenal dan kemudian dilirik oleh klub raksasa asal ibu kota Spanyol, yakni Real Madrid.

Seperti tidak pernah belajar dari pengalaman di masa lampau, akhirnya PSG kembali melakukan sebuah blunder yang sama pada era ketika dipegang oleh Qatar Sports. PSG lebih memilih untuk mendatangkan banyak pemain bintang dengan harga yang fantastis. Beberapa diantaranya adalah Edinson Cavani, Zlatan Ibrahimovic, Thiago Silva, Angel Di Maria, Neymar Junior hingga Kylian Mbappe.

Yang pasti, klub yang memiliki julukan Les Parsiens ini masih jarang bisa memberikan sebuh kesempatan kepada pemain muda yang berasal dari akademi binaan sendiri, yang juga berpotensi untuk menjadi seorang bintang di masa depan. Hal tersebut terjadi kepada Matteo Guendouzi dan juga Kingsley Coman.

Kingsley Coman tercatat hanya sempat 4 kali saja bermain di tim utama PSG sebelum akhirnya ia harus dipinjamkan ke juara bertahan Serie A, Juventus pada tahun 2014. Pemain yang berposisi sebagai winger ini juga tidak banyak mendapatkan sebuah kesempatan ketika merumput di squad Si Nyonya Tua, hingga akhirnya dapat bersinar dengan Bayern MUnchen.

Salah penilaian juga dilakukan oleh PSG terhadap Matteo Guendouzi. Pemain yang bergabung sejak masih berusia 6 tahun bersama akademi PSG ini, Guendouzi yang juga memperkuat timnas junior Prancis tersebut belum sempat bermain di tim senior PSG dan akhirnya mereka melepasnya pada tahun 2014 ke Lorient.

Guendouzi muda akhirnya berhasil untuk mencuri perhatian di Lorient , hingga akhirnya dirinya dilirik oleh Arsenal dan diboyong pada 2018. Awalnya banyak pihak yang meragukan skill dari pemuda berusia 20 tahun tersebut untuk dapat bersaing di The Gunners. Namun karena perjuangan kerasnya, akhirnya hal tersebut membuat pelatih The Gunners terkesima. Pemain yang berposisi sebagai gelandang ini pun mulai bermain regular pada dua musim terkahir di Emirets Stadium.

Ketika Les Parisiens banyak disibukan dengan mengincar banyak pemain matang namun dengan harga yang mahal, para pemain jebolan akademi mereka sendiri justru harus bersinar bersama klub lain dan siap menjadi pemain mahal di kemudian hari.

Memang kebijakan di bawah Qatar Sports Investment berhasil memberikan 6 gelar liga domestic, namun hingga saat ini mereka masih belum dapat membawa pulang gelar Liga Champions ke Paris.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Berita Favorit

Meskipun Menang namun Inter Tetap Harus Belajar Belar Tentang Ini….

Inter Milan melakukan penampilan apik saat berhadapan dengan Sampdoria hari ini, Senin 22 Juni 2020. Dalam laga tersebut mereka berhasil menaklukan lawan....

David De Gea Butuh Kritikan, Bukan Pembelaan

David De Gea melakukan 2 blunder dalam penampilan perdananya di Piala FA musim ini. Dan karena dua blunder tersebut Manchester United pada...

Muller Akhirnya Membuka Diri Untuk Pindah Klub

Thomas Muller sudah mengatakan kalau ia terbuka untuk mengikuti langkah mantan rekan setimnya Thiago Alcantara keluar dari Allianz Arena, sehabis mengklaim ia...

Classification Essays

This pattern paragraph discusses different varieties of faculties students in grades K-12 might attend. Using your classifications from Note 10.43 “Exercise 1”, write a...