29 C
Indonesia
Friday, April 23, 2021
Home Berita Liga Italia Ini Dia Penyebab ribuan nyawa membuat malam yang indah Atlanta berubah menjadi...

Ini Dia Penyebab ribuan nyawa membuat malam yang indah Atlanta berubah menjadi Tangis di Kota Bergamo

Anggap Remeh : Pertama kali ditemukan kasus virus Corona Covid-19 di Italia, pada 15 Februari 2020, Menurut data worldometers.info. Namun jumlahnya saat itu, baru 2 kasus. Sedangkan saat Atalanta bertemu Valencia di San Siro Stadium lima hari kemudian, hanya bertambah satu orang korban di Italia.

Meski demikian, di kerumunan suporter tanda-tanda virus menyebar beberapa hari kemudian sudah mulai terlihat. Empat orang suporter Valencia menunjukkan gejala Covid-19 yang hadir dalam laga tersebut dan saat kembali ke negaranya harus menjalani serangkaian tes. Sementara yang hadir pada pertandingan seorang wartawan dari Valencia itu juga telah didiagnosa positif terjangkit virus Corona baru.

Jumlah pasien di Italia, juga sudah melonjak dratis. Setelah Sepekan pertandingan itu, terdapat setidaknya 650 kasus positif Covid-19 di mana dinyatakan meninggal dunia 17 orang. Dan saat itu, sejumlah kawasan di bagian Utara, pemerintah Italia telah menutup termasuk Bergamo.

Setelah Tiongkok kini Italia menjadi negara dengan korban terbanyak dan Angka pasien terus bertambah. Sejak 9 Maret lalu dengan angka kematian akibat virus Corona Covid-19 yang paling tinggi di dunia 5.476 jiwa, Italia yang sudah menerapkan kebijakan lockdown.

Robin Gosens, Bek sayap dari Atalanta, saat pertandingan mereka melawan Valencia dihadiri sepertiga populasi Bergamo mengakui bila awalnya mereka tidak memahami bahaya yang mengancam.

” Termasuk saya, Kami meremehkannya, Covid-19, ” kepada Gazzetta dello Sport kata pemain asal Jerman itu. ” Saya keluar, ke restoran dan bertemu teman-teman, Saya pikir itu hanya flu biasa. dan kapasitasnya Kami tidak tahu mengenai musuh ini. saat kasus sudah banyak kami baru sadar,” katanya.

Berubah jadi Mimpi Buruk : Di markas Valencia saat leg kedua berlangsung, kondisi Italia sudah semakin parah dan Italia sudah menutup diri. Bahkan apakah tim Atalanta diizinkan terbang ke Valencia sempat ada keraguan.

Tanpa penonton pada akhirnya pertandingan tetap digelar. Usai menang 4-3 dan unggul argegat 8-4 Atalanta berhasil mengamankan tiket ke babak perempat final atas tuan rumah Kelalawar Mestalla. para Pemain Atalanta berkumpul di tengah lapangan dan membentangkan spanduk dukungan terhadap Bergamo sebelum laga berlangsung, yang tengah berjuang melawan penyebaran virus Covid-19.

” Jangan pernah menyerah Bergamo, ini untuk kalian.” Isi tulisan di spanduk itu.

Oleh Presiden Atalanta Antonio Percassi, Kemenangan ini juga disambut gembira. Bagi warga Bergamo dan Italia yang dalam situasi sulit menurutnya, pertandingan itu merupakan hiburan.

” Dua jam hiburan dan kesenangan yang mereka berikan untuk kami,” ucapnya usai laga.

Sayang, seharusnya tidak harus dipaksakan juga pertandingan ini. Walaupun meski dinyatakan tertutup, di luar Mestalla ratusan penonton tetap bergerombol. Dari pengembalian tiket away para pendukung Atalanta kemudian menyumbang uang mereka kepada rumah sakit di Bergamo. Di bandara Sebelumnya, mereka sudah diwanti-wanti agar tidak menyambut tim kesayangannya.

Sayang terlambat sudah. Di Italia Korban terus berjatuhan. Bahkan setelah pertarungan leg kedua berlangsung setiap hari hilir-mudik mobil-mobil jenazah mengantar pasien yang meninggal ke lokasi krematorium. Belakangan 35 persen dari skuat Valencia dinyatakan positif terjangkit Covid-19.
” Pada hari Kamis sekitar pukul 3:30 pagi kami tiba dan bahwa saya segera menyadari kami telah jatuh ke dalam kenyataan yang kami tahu sangat mengerikan, tetapi tidak pada titik ini,” pada 12 Maret Ucap pelatih Atatalanta, Gian Piero Gasperini kepada Corriere dello Sport.

” Sejak Minggu sangat signifikan evolusi yang terjadi. empat hari lalu itu adalah kehidupan, lain lagi hari ini, senin dan yang lain,” bebernya. ” hidup kita telah berubah dan Wabah ini seperti wabah.”

Global virus Corona Covid-19 tidak ada yang tahu kapan pandemi bakal berakhir, kapan mobil-mobil jenazah berhenti di Italia untuk mengantar korban meninggal. Mimpi indah yang dihadirkan Atalanta sebulan lalu, pasti berubah menjadi mimpi buruk yang seakan tak berujung.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

TUNTOR

Berita Favorit

James Rodriguez Ingin Segera Tinggalkan Real Madrid

James Rodriguez adalah salah satu pemain Real Madrid yang saat ini terbilang minim kesempatan dalam mendapatkan jam bermain reguler, bukan hanya di...

Prediksi Bola : Arsenal vs Liverpool 14 Juli 20020

Laga lanjutan Liga Inggris pekan ke 36 akan mempertemukan Arsenal si peringkat 9 dan Liverpool sang juara. Duel tersebut akan dilaksanakan pada...

Prediksi Bola Brighton vs West Brom, 27 Okt’20

Beberapa Faktor Analisa Prediksi Bola Brighton Hove Albion: Brighton Hove Albion saat ini berdiri di peringkat 16 klasemen sementara EPL Liga...

Menteri Olahraga Ajukan Syarat Jika Ingin Seri A Dilanjutkan

Sebagaimana yang kita ketahui bahwa bulan Maret merupakan bulan yang sangat mencekam bagi Italia. Pada bulan tersebut jumlah korban virus corona yang...