29 C
Indonesia
Monday, September 28, 2020
Home Berita Liga Italia Ini Dia Penyebab ribuan nyawa membuat malam yang indah Atlanta berubah menjadi...

Ini Dia Penyebab ribuan nyawa membuat malam yang indah Atlanta berubah menjadi Tangis di Kota Bergamo

Anggap Remeh : Pertama kali ditemukan kasus virus Corona Covid-19 di Italia, pada 15 Februari 2020, Menurut data worldometers.info. Namun jumlahnya saat itu, baru 2 kasus. Sedangkan saat Atalanta bertemu Valencia di San Siro Stadium lima hari kemudian, hanya bertambah satu orang korban di Italia.

Meski demikian, di kerumunan suporter tanda-tanda virus menyebar beberapa hari kemudian sudah mulai terlihat. Empat orang suporter Valencia menunjukkan gejala Covid-19 yang hadir dalam laga tersebut dan saat kembali ke negaranya harus menjalani serangkaian tes. Sementara yang hadir pada pertandingan seorang wartawan dari Valencia itu juga telah didiagnosa positif terjangkit virus Corona baru.

Jumlah pasien di Italia, juga sudah melonjak dratis. Setelah Sepekan pertandingan itu, terdapat setidaknya 650 kasus positif Covid-19 di mana dinyatakan meninggal dunia 17 orang. Dan saat itu, sejumlah kawasan di bagian Utara, pemerintah Italia telah menutup termasuk Bergamo.

Setelah Tiongkok kini Italia menjadi negara dengan korban terbanyak dan Angka pasien terus bertambah. Sejak 9 Maret lalu dengan angka kematian akibat virus Corona Covid-19 yang paling tinggi di dunia 5.476 jiwa, Italia yang sudah menerapkan kebijakan lockdown.

Robin Gosens, Bek sayap dari Atalanta, saat pertandingan mereka melawan Valencia dihadiri sepertiga populasi Bergamo mengakui bila awalnya mereka tidak memahami bahaya yang mengancam.

” Termasuk saya, Kami meremehkannya, Covid-19, ” kepada Gazzetta dello Sport kata pemain asal Jerman itu. ” Saya keluar, ke restoran dan bertemu teman-teman, Saya pikir itu hanya flu biasa. dan kapasitasnya Kami tidak tahu mengenai musuh ini. saat kasus sudah banyak kami baru sadar,” katanya.

Berubah jadi Mimpi Buruk : Di markas Valencia saat leg kedua berlangsung, kondisi Italia sudah semakin parah dan Italia sudah menutup diri. Bahkan apakah tim Atalanta diizinkan terbang ke Valencia sempat ada keraguan.

Tanpa penonton pada akhirnya pertandingan tetap digelar. Usai menang 4-3 dan unggul argegat 8-4 Atalanta berhasil mengamankan tiket ke babak perempat final atas tuan rumah Kelalawar Mestalla. para Pemain Atalanta berkumpul di tengah lapangan dan membentangkan spanduk dukungan terhadap Bergamo sebelum laga berlangsung, yang tengah berjuang melawan penyebaran virus Covid-19.

” Jangan pernah menyerah Bergamo, ini untuk kalian.” Isi tulisan di spanduk itu.

Oleh Presiden Atalanta Antonio Percassi, Kemenangan ini juga disambut gembira. Bagi warga Bergamo dan Italia yang dalam situasi sulit menurutnya, pertandingan itu merupakan hiburan.

” Dua jam hiburan dan kesenangan yang mereka berikan untuk kami,” ucapnya usai laga.

Sayang, seharusnya tidak harus dipaksakan juga pertandingan ini. Walaupun meski dinyatakan tertutup, di luar Mestalla ratusan penonton tetap bergerombol. Dari pengembalian tiket away para pendukung Atalanta kemudian menyumbang uang mereka kepada rumah sakit di Bergamo. Di bandara Sebelumnya, mereka sudah diwanti-wanti agar tidak menyambut tim kesayangannya.

Sayang terlambat sudah. Di Italia Korban terus berjatuhan. Bahkan setelah pertarungan leg kedua berlangsung setiap hari hilir-mudik mobil-mobil jenazah mengantar pasien yang meninggal ke lokasi krematorium. Belakangan 35 persen dari skuat Valencia dinyatakan positif terjangkit Covid-19.
” Pada hari Kamis sekitar pukul 3:30 pagi kami tiba dan bahwa saya segera menyadari kami telah jatuh ke dalam kenyataan yang kami tahu sangat mengerikan, tetapi tidak pada titik ini,” pada 12 Maret Ucap pelatih Atatalanta, Gian Piero Gasperini kepada Corriere dello Sport.

” Sejak Minggu sangat signifikan evolusi yang terjadi. empat hari lalu itu adalah kehidupan, lain lagi hari ini, senin dan yang lain,” bebernya. ” hidup kita telah berubah dan Wabah ini seperti wabah.”

Global virus Corona Covid-19 tidak ada yang tahu kapan pandemi bakal berakhir, kapan mobil-mobil jenazah berhenti di Italia untuk mengantar korban meninggal. Mimpi indah yang dihadirkan Atalanta sebulan lalu, pasti berubah menjadi mimpi buruk yang seakan tak berujung.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

TUNTOR

Berita Favorit

Mount Dapat Peringatan Dari Chelsea dan Terancam Denda Karena Kabur Dari Isolasi Diri

Baru-baru ini gelandang milik Chelsea, Mason mount sedang sangat ramai diperbincangkan, pasalnya sang pemain belum lama ini diketahui telah melakukan kabur dari...

MU vs Tottneham dan Derby Merseyside Hadir di Pekan ke 30 Premier League

Memasuki pekan ke 30, Liga Inggris akan menyuguhkan dua duel menarik yang sangat sayang untuk dilewatkan. Duel panas tersebut akan mempertemukan Manchester...

Mengapa Mateo Musacchio Mulai Gerah Bersama AC Milan?

Baru-baru ini, agen dari Mateo Musacchio mengungkap jika kliennya sekarang mulai merasa gerah kerena hanya dijadikan sebagai pemain cadangan oleh AC Milan...

Beberapa Pemain Top Dunia, yang Belum Pernah Cicipi Gelar Juara Bersama Tim Nasionalnya

Menjadi salah satu pemain sepakbola yang bisa terpilih menjadi salah satu dari sekian banyak pemain se tanah air yang mampu membela negaranya...