29 C
Indonesia
Saturday, September 19, 2020
Home Berita Liga Italia Guna Mencegah Virus Corona, Pelatih Juventus Maurizio Sarri Dapat Penanganan Khusus Akibat...

Guna Mencegah Virus Corona, Pelatih Juventus Maurizio Sarri Dapat Penanganan Khusus Akibat Perokok Berat

Kini, Italia menjadi negara diposisi kedua terparah yang terjangkit virus Corona atau COVID-19 setelah China. Tercatat ada sebanyak 35 ribu lebih kasus yang dinyatakan positif terinfeksi virus Corona, dengan lebih dari 4 ribu diantara korban terinfeksi kembali pulih. Wilayah terparah yang terjangkit virus Corona ini adalah Lombardy, tercatat mencapai angka 319 kematian dalam seharinya.

Kebijakan lockdown telah diterapkan Itali selama dua pekan ini, kebijakan ini diambil sebagai upaya atau langkah pihak berwenang guna menghentikan penyebaran virus Corona yang semakin meluas. Meskipun masyarakat tetap diminta untuk mengisolasi dirinya masing-masing, tapi jumlah kematian tetap terus bertambah.

Ditengah kebijakan lockdown ini, Pemerintah Italia sudah memerintahkan semua toko tutup dari sepekan lalu. Kecuali toko bahan pangan dan apotek, keduanya diharuskan buka karena toko-toko tersebut dibutuhkan warga Italia.

Pelatih Juventus, Maurizio Sarri, tengah dikabarkan mendapatkana penanganan khusus dari tim medis klub Juventus, hal tersebut dilakukan untuk mencegah penyebaran virus Corono, terlebih ia ketahuai merupakan perokok berat. Mantan pelatih Chelsea ini terbiasa mengisap 60 batang rokok setiap hari. Kebiasaan buruknya yang gemar merokok membuat kesehatan paru-paru Maurizio Sarri terganggu.

Salah satu organ terpenting dalam tubuh manusia adalah paru-paru. Rokok sejatinya mengandung ribuan bahan kimia yang dapat menganggu kesehatan bagi para pecandunya. Kandungan yang terdapat di dalam rokok itu tidak lazim dan tidak seharusnya dikonsumsi. Salah zat yang terkandung dalam rokok adalah aseton dan benzene. Aseton biasa ditemukan dalam cairan pembersih cat kuku yang sering digunakan wanita pada umumnya, sedangkan benzene zat yang sering ditemukan dalam semen.

Rokok dapat membunuh, begitu lah tagline iklan-iklan rokok di Indonesia. Bahaya merokok bagi kesehatan diantaranya infeksi paru-paru, serangan jantung, stroke, impoten dan masih banyak lagi.

Pihak Juventus, yang terdiri dari para pemainnya, pelatih, dan staf Juventus kini sedang menjalani masa isolasi atau masa karantina setelah dua pemainnya Bianconeri, Daniele Rugani, dan Blaise Matuidi, dinyatakan positif terinfeksi virus Corona atau COVID-19.

Melansir dari Mirror, penerapan untuk mengisolasi para pemain dan para staf Juventus termasuk juga untuk sang pelatih, Maurizio Sarri. Memang, Maurizio Sarri sudah menjalani tes dan ia dinyatakan negatif virus Corona.

Meski begitu, Juventus tetap akan memberikan perlakuan atau penanganan khusus untuk sang pelatih yang merupakan perokok berat. Beberapa penelitian bahkan mengungkapkan jika seseorang yang memiliki kebiasaan merokok akan lebih rentan terinfeksi virus Corona ini.

Tidak ada penjelasan yang merinci mengenai bagaimana penanganan khusus yang dilakukan Juventus kepada Maurizio Sarri. Namun, Maurizio Sarri selain diisolasi, ia juga mendapatkan beberapa saran khusus dari tim medis klub Juventus tentang cara menghindari virus Corona.

Aktivitas Maurizio Sarri Selama Diisolasi
Maurizio Sarri menjalani masa isolasinya di kediamannya, Turin, Italia. Meski tidak bisa pergi kemana pun, pelatih Juventus tersebut tetap bisa bekerja dari rumahnya. Ditambah Italia saat ini sedang melakukukan lockdown secara menyeluruh.

“Saya berbicara dengan Maurizio Sarri tiga hari yang lalu. Kondisinya saat ini baik-baik saja. Dia merindukan kehidupan sehari-harinya seperti biasanya lalu kembali ke tempat latihan. Tapi, situasi sulit ini dihadapi semua orang. Dia hanya fokus melakukan aktivitas yang bisa dikerjakan dari rumah,” ucap salah satu teman Maurizio Sarri, Aurelio Virgili, kepada Tuttusport.

“Bahkan Maurizio Sarri, banyak menonton rekaman pertandingan sepak bola, selain banyak menonton pertandingan sepak bola, ia juga banyak membaca, dilihat dari kebiasaannya yang memang gemar membaca,” tambah Aurelio Virgili.

Maurizio Sarri sebelumnya pernah terjangkit penyakit yang mengganggu sistem pernapasannya pada musim ini, yakni pneumonia. Sang pelatih Juventus itu harus terpaksa absen disela-sela tugasnya untuk memimpin para anak asuhnya di klub Juventus. Tentunya dengan bantuan dari staf medis Juventus untuk membantunya kembali pulih lagi.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

TUNTOR

Berita Favorit

Begini Pendapat Lampard Tentang Anak Asuhnya Yang Taklukan Brighton

Chelsea berhasil mendapatkan hasil positif dalam laga perdana mereka di pekan pertama Liga Inggris 2020/2021. Yang mana dalam pertandingan perdana tersebut mereka...

Latihan Tim Nasional Indonesia U-19 Segera Diselenggarakan di Kroasia, Jack Brown dan Elkan Baggot Masuk Daftar Pemain

Pelatih Timnas U-19 pastikan Elkann Baggot masuk daftar pemain Timnas Indonesia. Shin Tae-young memasukan Elkan bersama 30 pemain lainnya untuk melakukan pemusatan...

Serie A 2019/2020 Harus Diakhiri?

Serie A adalah salah satu kompetisi yang paling besar di eropa bahkan di dunia. Kompetisi ini sendiri banyak peminatnya karena punya sejarah...

MU Naik Ke Posisi Tiga Usai Tahan Imbang West Ham 1-1

Manchester United melanjutkan tren positifnya untuk membuka peluang finis di posisi 4 besar Liga Inggris. Berkat hasil imbang atas West ham, kini...