29 C
Indonesia
Friday, February 26, 2021
Home Berita Liga Indonesia Gaji Pemain Liga di Indonesia Terancam Karena Covid-19

Gaji Pemain Liga di Indonesia Terancam Karena Covid-19

Ditundanya kompetisi sepakbola di berbagai Negara termasuk Indonesia yang tanpa batas waktu dikarenakan wabah virus corona memunculkan persoalan baru, terkait bagaimana gaji pemain. Menurut Sekjen Asosiasi Pemain Profesional Indonesia (APPI), di Eropa saat ini juga sedang mendiskusikan terkait persoalan finansial. Pembahasan ini dilakukan oleh FIFPro dengan regulator FIFA dan UEFA. Dan belum ada keputusan final yang bisa diterima oleh semua pihak. Penundaan kompetisi jelas akan mengurangi pendapatan dari masing-masing klub baik di liga 1 maupun 2. Tanpa kompetisi, maka tanpa pertandingan, tanpa penonton, dan akhirnya tanpa pendapatan. Sementara kontrak gaji pemain harus dibayarkan tiap bulannya. Ini yang menjadi pokok persoalannya.

Ponaryo Astaman selaku General Manager APPI mengutarakan pendapatnya. “Diperlukan keputusan bersama. Untuk kebaikan semua pihak, fair, dan win-win solution,” ucapnya. Situasi sekarang memang serba sulit dan rumit. Kondisi seperti sekarang ini bisa dikategorikan kondisi darurat dan diluar kuasa siapapun. Artinya tidak ada yang menginginkan situasi seperti ini terjadi.

Jika gaji pemain di stop, maka yang merasakan beban berat adalah para pemainnya. Mereka menjadikan sepakbola ini sebagai pekerjaan professional sehingga pendapatan untuk kehidupan sehari-hari juga dari pekerjaan ini. Solusi seperti gaji dipotong mungkin bisa menjadi alternative, tetapi tetap harus diputuskan bersama sehingga tidak ada pihak yang merasa dirugikan.

Menurut Ponaryo, paling tidak ada tiga pihak yang harus duduk bersama membicarakan permasalahan ini. Pihak tersebut adalah klub, pemain dan operator liga (PT. LIB). “Itu diperlukan agar dicapai kesepakatan akan kemana ini nanti. Sekali lagi, situasi ini tidak ada yang mau dan diluar kuasa siapapun,” tegas Ponarnyo.

Dihubungi terpisah, Hanif Marjuni selaku Publik and Relation Manager LIB menerangkan bahwa pihaknya belum tahu kapan akan mengadakan semacam emergency meeting. Karena saat ini LIB masih menunggu kiriman saran-saran dari klub mengenai bagaimana kelanjutan kompetisi. “Kami sudah mengirimkan surat kepada klub-klub mengenai penundaan serta meminta saran bagaimana. Kami menunggu itu dulu,” ucapnya.

Setelah saran-saran dari klub sudah masuk, yang secara jadwal kami tunggu hingga 23/3, kami akan memprosesnya. “Kemudian akan kami putuskan bagaiman langkah selanjutnya, apakah diperlukan emergency meeting lagi,” jelasnya.

Penundaan kompetisi ini memang menimbulkan banyak masalah serta kebingungan. Persebaya Surabaya misalnya, mendesak PSSI untuk ambil keputusan mengenai kepastian berakhirnya penundaan ini. Kalaupun memang harus dihentikan karena situasinya memang demikian, maka segera diputuskan. Klub saat ini bingung dalam menyusun program latihan. Sejatinya programnya sudah ada dan tinggal dijalankan, namun karena kompetisi dihentikan sementara, maka kami harus menyusun program latihan yang baru.

Manajemen Green Force sejatinya sudah meliburkan para pemain hingga 30 maret. Namun masa libur ini bisa bertambah jika masih belum ada keputusan kapan dimulainya kembali kompetisi liga 1. Persebaya dalam hal ini pantas bingung, karena pada bursa transfer kemaren habis-habisan mendatangkan sejumlah pemain berkualitas demi mencapai target juara musim ini.

Makan Konate yang didatangkan dari Mali misalnya, nilai kontraknya disinyalir mencapai 4 miliar. Di jajaran pelatih, Persebaya juga menambahkan nama Mustaqim sebagai asisten pelatih menemani Bejo dan Uston Nawawi. Pelatih fisik anyar Gaselly Jun Panam juga didatangkan Persebaya. Sehingga kepastian dari PSSI sangat dinantikan oleh manajemen Bajol Ijo. Dengan adanya kepastian jadwal, maka Persebaya bisa memikirkan masalah kontrak pemain, pelatih, dan official, juga termasuk persoalan gaji.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

TUNTOR

Berita Favorit

Christian Vieri : Pemain yang Tidak Mengenal Kata “Setia”

Jika anda mengenal sepakbola di era 90-an, tentu nama Christian Vieri bukanlah nama yang sudah tidak asing lagi di telinga para penikmat sepakbola, bagaimana...

Gaji Pemain Liga di Indonesia Terancam Karena Covid-19

Ditundanya kompetisi sepakbola di berbagai Negara termasuk Indonesia yang tanpa batas waktu dikarenakan wabah virus corona memunculkan persoalan baru, terkait bagaimana gaji...

Kini 3 Pemain Liverpool Bisa Gigit Jari Jika Tidak Angkat Trofi, Kalau Pada Juli 2020 Liga Inggris Tetap Berlanjut

Sebanyak 3 pemain Liverpool yang terancam tidak bisa ikut untuk mengangkat trofi jika kalau pada Juli 2020 Liga Inggris dilanjutkan. Karena pandemi...

Juventus Masih Kesulitan Pengganti Sosok Higuain

Di bursa transfer musim panas ini, Juventus masih juga belum bisa mendapatkan striker baru. Tiap akan merekrut, mereka selalu menemui masalah.