29 C
Indonesia
Monday, October 18, 2021
Home Berita EUFA: Penghentian Musim Bukan Keputusan Ideal

EUFA: Penghentian Musim Bukan Keputusan Ideal

Pihak EUFA sudah menegaskan bahwa menghentikan musim pada tahap ini bukanlah sebuah keputusan yang ideal ketika banyak negara kini tengah dihantam oleh pandemic virus corona. Mereka ingin sepak bola kembali dimainkan jika krisis kesehatan ini sudah mereda.

Jupiler Pro League, yang merupakan kasta teratas sepak bola di Belgia, saat ini menjadi liga mayor pertama yang memutuskan untuk menutup musim 2019/2020 ini lebih awal karena pandemic virus corona yang semakin meluas.

Mereka menegaskan jika setiap pertandingan yang telah dilakoni dan torehan poin yang sejauh ini sudah terhitung adalah valid. Selain itu klasemen sementara saat ini telah ditetapkan sebagai klasemen akhir untuk mengakhiri musim ini.

Hal tersebut berarti bahwa pemuncak klasemen sementara saat ini yang ditempati oleh Club Brugge akan segera disahkan menjadi klub yang berhasil keluar sebagai juara. Keputusan tersebut cenderung berani dan mungkin juga akan ditiru oleh berbagai liga lainnya yang ada di negara-negara Eropa.

Menutup musim lebih awal dari yang sudah direncanakan memang menjadi salah satu pilihan yang bisa dipertimbangkan oleh pihak penyelenggara. Namun, UEFA menegaskan jika mereka tak menganjurkan kepada liga-liga lainnya untuk meniru keputusan yang telah diambil oleh pihak penyelenggara liga Belgia.


Hal tersebut dikarenakan pihak UEFA masih merasa yakin jika ini belumlah waktunya untuk membuat keputusan yang ekstrem seperti itu. Mereka yakin jika sepak bola bisa dimainkan kembali dalam beberapa bulan ke depan. Tentunya ini akan ditentukan oleh pemerintah. Mereka juga meyakini jika keputusan untuk mengakhiri musim domestic pada tahap ini merupakan keputusan yang premature dan tak benar.

Pernyataan tersebut merupakan salah satu poin yang disampaikan oleh UEFA dalam surat resmi yang dikeluarkan oleh mereka dan sudah ditandatangani oleh Presiden Aleksande Caferin, Andrea Agnelli, dan Lars-Crhister Olsson.

Alih-alih memutuskan untuk mengakhiri musim lebih cepat dari rencana, UEFA justru malah meminta kepada liga-liga Eropa untuk bersiap mengatur ulang jadwal pertandingan. Sehingga akan berbuntut pada musim ini yang akan berlangsung lebih lama. Hal ini juga akan memengaruhi jadwal digelarnya awal musim depan.

Di dalam pernyataan tersebut disampaikan bahwa sangat diperlukan adanya manajemen terhadap kalender bersama, sebab penutupan musim ini harus dikoordinasikan dengan dimulainya musim baru, yang sebagian besar akan terpengaruh karena jadwal berlangsung lebih lama dari biasanya.

UEFA saat ini masih terus melakukan pengamatan terhadap perkembangan situasi ini, kelompok kerja pada jadwal pertandingan pun akan segera menyampaikan hasil pemantauan yang mereka lakukan. Idealnya pada pertengahan Mei nanti sepak bola akan kembali diadakan. Tentang rencana untuk mengakhiri musim ini mereka memilih tanpa harus meninggalkan siapapun.

Selain itu, pihak UEFA juga ingin melakukan penentuan gelar juara ini hanya dilakukan di atas lapangan, bukan di atas kertas. Ini artinya, jika memang musim harus dihentikan, akan memungkinkan jika setiap liga harus berhenti tanpa adanya juara yang keluar. Oleh sebab itu tak akan ada klub yang menjadi juara pada musim ini.

Hal tersebut dikarenakan UEFA ingin menutup musim ini sesuai dengan aturan dasar yang telah dibuat yakni setoap gelar juara olahraga yang diberikan ini berdasarkan hasil akhir. Jika musim terpaksa harus berhenti karena situasi yang tidak memungkinkan, maka akan besar peluangnya berbagai liga akan menutup musim tanpa adanya juara atau klub yang akan keluar sebagai juara.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Berita Favorit

Robert Lewandowski Top Skorer Liga Champions Musim Ini

Gelar top skorer Liga Champions 20-19/2-020 akhirnya secara resmi menjadi milik Lewandowski. Dengan keberhasilan ini, maka akhirnya Lewandowski menjadi pemain yang berhasil...

Untuk Mempertahankan Messi, Barcelona Akan Datangkan Lagi Neymar

Barcelona ingin membuat sang megabintang, Lionel Messi bertahan, sehingga mereka dikabarkan siap untuk memboyong kembali mantan strikernya dulu, Neymar, yang kini bermain...

Memiliki Masa Depan yang Cerah Penjaga Gawang Muda yang Menjadi Kepercayaan di Klubnya Saat Ini

Saat ini mulai muncul bakat bakat baru yang bisa jadi asset dan mpunya masa depan cerah di klunya ya deretan penjaga gawang...

Gelandang ‘gurita’ Arsenal Thomas Partey Menerjang ke Puncak

Semenjak kontrak £ 45m pindah dari Atletico, Thomas Partey tahu dia memiliki banyak hal untuk ditinggali setelah bergabung dengan Arsenal.