29 C
Indonesia
Monday, December 5, 2022
Home Berita Donnarumma Ungkap Alasan Tidak Selebrasi di Final Euro 2021

Donnarumma Ungkap Alasan Tidak Selebrasi di Final Euro 2021

Dengan keberhasilan Donnarumma menangkap tendangan penalti dari Saka, maka Italia telah memenangkan kejuaran Euro 2021. Namun, tampak Donnarumma tidak melakukan selebrasi atas keberhasilannya itu. Apa yang terjadi? Inilah pernyataan Donnarumma yang mencengangkan.

Tetapi alih- alih merayakan dengan liar kala ia menyegel kemenangan, Donnarumma dengan tenang serta tenang mulai berjalan berangkat saat sebelum dikerumuni oleh rekan satu timnya.

Gianluigi Donnarumma mengatakan kenapa ia tidak merayakan sehabis menyelamatkan penalti berarti Bukayo Saka dalam adu penalti final Euro 2020.

Banyak penggemar menyangka reaksinya selaku ciri perilakunya yang dingin serta acuh tak acuh, namun saat ini pemain berumur 22 tahun itu mengatakan kalau ia tidak menyadari kalau tembak- menembak sudah berakhir.

Donnarumma berasumsi Italia masih wajib mencetak satu penalti lagi buat mengangkut trofi– seperti itu yang terjalin dalam kemenangan adu penalti di semifinal kala Jorginho mengirim tendangan penalti yang memenangkan pertandingan.

Penjaga PSG berputar buat berangkat ke tempatnya menunggu penalti Italia yang lain, namun setelah itu kala ia mendengar selebrasi dari ujung Italia– serta langkah kaki menghampirinya– ia memandang ke ofisial serta mencatat kalau ia sudah memenangkan baku tembak.

Ditanya tentang tidak merayakannya, Donnarumma berkata kepada Sky Sport Italia dengan agak malu- malu pada Senin malam:” Aku tidak merayakannya sebab aku tidak menyadari kalau kami sudah menang!”

Respon Donnarumma begitu tenang serta bersahaja, kenyataannya, banyak penggemar Italia yang tidak merayakannya sebentar serta mengira adu penalti masih berlanjut, dengan sebagian apalagi salah takut kalau VAR bisa jadi sudah mengecek apakah kakinya terletak di garis.

Ini bukan awal kalinya seseorang penjaga gawang kehabisan jejak skor dalam adu penalti, dengan legenda Inggris David Seaman melaksanakan perihal yang sama melawan Spanyol di Euro 96 serta baru menyadari kala segala regu berlari ke arahnya.

Donnarumma, yang baru- baru ini meninggalkan AC Milan buat pindah ke PSG, menikmati bulan yang fantastis serta apalagi dinobatkan selaku Pemain Terbaik Turnamen sehabis menang dalam 2 adu penalti serta cuma kebobolan 4 kali dalam 7 pertandingan.

Kemenangan adu penalti 3- 2 Azzurri sehabis bermain imbang 1- 1 jadi topik pembicaraan utama di kedai kopi serta terminal bis di antara penggemar sungguh- sungguh sepak bola serta pengamat biasa. Kota- kota utama Italia meletus jadi perayaan sehabis pertandingan, dengan sorak- sorai orang banyak, klakson mobil membunyikan, serta kembang api menembak ke hawa nyaris hingga matahari terbit pada hari Senin.

Kemenangan itu jadi kabar taman depan di nyaris tiap web kabar di tanah air. Pada dikala adu penalti terakhir, 78, 7 persen tv di negeri itu sudah disetel.

“Ini merupakan malam yang luar biasa buat jadi orang Italia,” seru Alice Balotelli, seseorang pekerja toko berumur 40 tahun yang berkata kepada Xinhua kalau ia wajib tidur dekat jam 4 pagi sehabis kemenangan itu.” Kamu tidak sempat merasakan kebanggaan nasional sebanyak kala regu nasional memenangkan kejuaraan besar.”

Dari perspektif sejarah, regu Italia merupakan salah satu yang sangat berprestasi di dunia. Tetapi ini merupakan gelar besar awal regu semenjak memenangkan Piala Dunia keempat 15 tahun kemudian serta kemenangan itu berikan regu gelar Kejuaraan Eropa awal semenjak 1968. 3 tahun kemudian, Italia kandas apalagi lolos ke Piala Dunia buat kedua kalinya dalam sejarahnya.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Berita Favorit

Prediksi BundesLiga Borussia Dortmund vs Bayern Munchen 26 Mei 2020

Pertandingan derby 2 tim raksasa BundesLiga Jerman ini ini yang bertajuk derbi der Klassiker akan berlangsung di Signal Iduna Park, markas besar...

Odegaard Terancam Batal Ikut Piala Dunia

Manajer Norwegia Stale Solbakken membuat pernyataan terkait kapten Timnas, Martin Odegaard yang hingga kini masih menjalani penanganan cedera pergelangan kaki. Menurut sang...

Manchester United Mendukung Penyelesaian Kompetisi Domestik

Manchester United saat ini adalah salah satu klub liga Inggris yang paling sukses saat ini. Akan tetapi sejak tahun 2013, sayangnya mereka...

Grealish Pergi Ke Pesta dan Alami Kecelakaan Ditengah Pandemi Corona

Baru-baru ini jagat sepakbola diramaikan dengan kabar seorang Jack Gralish yang terlibat kecelakaan setelah sebelumnya menghindari pesta selama satu malam suntuk. Hal...