29 C
Indonesia
Saturday, July 4, 2020
Home Berita Internasional Deretan Pesepak Bola Handal Yang Belum Pernah Memenangi Gelar Bergengsi Bersama Tim...

Deretan Pesepak Bola Handal Yang Belum Pernah Memenangi Gelar Bergengsi Bersama Tim Nasional

Menjadi pesepakbola dapat tampil membela negara pastinya jadi impian seluruh atlet sepak bola. Terlebih lagi dapat mengangkat trofi bergengsi bersama negara tercinta. Tetapi, nyatanya tidak gampang untuk dapat mempersembahkan gelar juara bersama tim nasional. Walaupun, beberapa pemain mampu tampil ciamik saat bermain di tingkat klub.

Untuk pesepak bola top dunia, dapat memenangi gelar bergengsi seperti Piala Eropa, Copa Amerika sampai Piala Dunia jadi tujuan utama. Kendati demikian, terdapat beberapa bintang sepak bola yang belum mampu meraih trofi- trofi bergengsi tersebut dan harus puas dengan prestasidi klub saja, ataupun di tingkat klub saja.

Walaupun masih belum sukses bersama timnas, pemain- pemain tersebut senantiasa diakui sebagai pesepak bola top dunia. Siapa saja pemain- pemain yang belum sempat mencapai gelar bergengsi di tingkat timnas?

5 bintang sepak bola yang belum sempat memenangi trofi bergengsi bersama timnas.

Lionel Messi
Diberi sebuah predikat sebagai pemain terbaik dunia, Lionel Messi malah belum sempat merasakan gelar juara bersama Timnas Argentina. Di sisi lain, Messi sangat sukses di tingkat klub bersama Barcelona, namun belum dapat memberikan gelar untuk negaranya. Sebagai satu di antara pemain yang dibilang terhebat sejauh masa, Messi memiliki satu hutqng besar untuk publik Argentina. Bersama La Albiceleste, Messi hanya dapat menjadi runner- up Piala Dunia 2014 dan Copa America 2015 serta 2016.

Dalam urusan statistik, La Pulga telah membela Timnas Argentina sebanyak 138 pertandingan dengan menyumbang 70 gol serta 45 assist. Selama berkostum Timnas Argentina, Messi hanya memenangi medali emas Olimpiade pada 2008 serta Piala Dunia U- 20.

Roberto Baggio
Roberto Baggio adalah satu di antara pemain besar yang dipunyai Italia. Baggio mempunyai style serta cara bermain di atas rata- rata. Tetapi, cidera lutut sempat membuat kariernya terhambat. Permasalahan besar yang lain, Baggio tidak pernah merasakan kejayaan bersama Timnas Italia. Raihan terbaiknya hanya membantu Italia finis di tempat ketiga pada Piala Dunia 1990 serta mencapai final 4 tahun setelah itu.

Luis Figo
Luis Figo didapuk menjadi kapten dikala Portugal tampil di final Piala Eropa 2004. Sayang, di partai puncak, Portugal harus takluk dari Yunani. Setelah itu Figo kembali ditunjuk menjadi kapten dikala Portugal finis di posisi keempat pada Piala Dunia 2006. 2 momen tersebut menjadi yang terbaik untuk Figo sepanjang membela Timnas Portugal. Keadaan tersebut sangat mengecewakan untuk Figo, mengingat dia menempuh karier luar biasa di tingkat klub bersama Barcelona, Real Madrid, serta Inter Milan. Sebagai fakta, Figo sempat meraih 5 gelar La Liga, 4 trofi Serie A serta satu Liga Champions. Tidak hanya itu, Figo pula sanggup memenangi penghargaan Ballon dOr pada 2000.

Johan Cruyff
Johan Cruyff memegang peran berarti bersama 2 klub berbeda. Wajar pastinya Cruyff memperoleh status legenda di Ajax Amsterdam serta Barcelona. Bersama Ajax, Cruyff total bermain selama 10 tahun dan memenangi beberapa trofi bergengsi semacam 3 gelar Piala Eropa secara beruntun. Sejauh kariernya Cruyff juga sempat jadi pemenang Ballon dOr sebanyak 3 kali. Kendati demikian, Cruyff tidak dapat memberikan yang terbaik di tingkat timnas bersama Belanda. Torehan terbaiknya hanya sebagai runner- up Piala Dunia 1974 serta finis di tempat ketiga pada Piala Eropa 1976.

Paolo Maldini

Paolo Maldini jadi pemain yang tidak tergantikan baik di tingkat klub bersama AC Milan serta Timnas Italia. Maldini memegang peranan berarti di lini pertahanan AC Milan serta Italia. Performa apiknya turut membawakan AC Milan mencapai 7 gelar Serie A serta 5 trofi Liga Champions. Terutama di tingkat timnas, Maldini telah berjuang dengan Italia pada 4 edisi Piala Dunia. Sepanjang tampil di ajang tersebut, Maldini belum sempat jadi juara. Pada Piala Dunia terakhirnya, 2002, Maldini dkk. Hanya sampai kebabak 16 besar setelah disingkirkan Korea Selatan. Setelah dia pensiun dari timnas, Italia malah sukses jadi juara Piala Dunia pada edisi 2006.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

WINBIG88

- Advertisment -

Most Popular

Laga Kontra Wolverhampton Akan Uji Konsistensi Arsenal

Dalam laga lanjutan Liga Inggris pekan ke 33, Arsenal diharuskan berhadapan dengan Wolverhampton Wanderers. Laga ini akan menjadi laga dimana konsistensi tim...

Benarkah Juventus Adalah Pelabuhan Messi Yang Selanjutnya?

Belakangan tersiar kabar yang cukup kencang mengenai keinginan megabintang Barcelona, Lionel Messi, untuk meninggalkan klub tersebut. Salah satu potensi klub yang akan...

Prediksi Juventus vs Torino 4 Juli 2020 Malam

Peringkat pertama Serie A, Juventus akan menjamu peringkat ke 14, Torino. Laga tersebut merupakan laga lanjutan Serie A pekan ke 30. Laga...

Prediksi Athletic Bilbao vs Real Madrid 5 Juli 2020

Minggu  5 Juli 2020 Real Madrid akan melakoni laga tandang kontra Athletic Bilbao. Saat ini Real Madrid memang tengah nyaman di posisi...

Recent Comments