29 C
Indonesia
Monday, November 30, 2020
Home Berita Internasional Club Eropa Mencari Cara Atasi Masalah Finansial Akibat Covid

Club Eropa Mencari Cara Atasi Masalah Finansial Akibat Covid

Berbagai macam inovasi sedang dipertimbangkan, berhubungan kocar-kacirnya kondisi finansial club sepak bola Eropa karena dampak pandemi Covid-19 ini. Desakan guna menyeimbangkan sistem keuangan membuat semua usulan wajib untuk dipertimbangkan secara bersama.

Ahli pemasaran olahraga Carlos Canto sudah menyebutkan bahwa sepak bola Eropa bisa memakai model salary cap atau batas gaji tertinggi, yang diterapkan dalam club-club NBA dan NFL. Langkah itu dapat diambil supaya menangani masalah dari pandemi Covid-19 yang memiliki akibat besar di stabilitas klub-klub sepak bola yang saat ini memikirkan penyelesaian dari kerusakan finansial.

Yang mayoritas klub-klub NBA dan NFL, sumber pendapatan utama mereka berasal dari stadion atau fans yang pergi ke stadion, namun lebih dari hal itu. Dengan teknik tersebut diinginkan akan terjadi perjanjian kontrak dengan media, sponsor, dan lain-lain yang dapat mencapai hal yang lebih besar lagi.

“Itu bakal menjadi hal yang serupa dengan apa yang telah terjadi di klub-klub besar NBA dan NFL di Amerika Serikat dan bakal didasarkan tidak melulu pada persentase penghasilan klub, namun pada parameter yang jauh lebih canggih,” ungkap Canto, dikutip Marca.

Canto sampai yakin bahwa kesempatan baru akan hadir untuk industri sepak bola sekitar dan sesudah pandemi Covid-19. Nantinya, publik akan menyaksikan pertumbuhan baru dalam jenis-jenis olahraga tradisional dan perbatasan yang memisahkan dua-duanya akan semakin lunak.

Contoh yang tampak dalam LaLigaSantanderChallenge beberapa waktu ini atau Grand Prix Virtual Bahrain, yang mempunyai pengikut terkenal, dengan semua atlet pribumi yang berpartisipasi di kedua event tersebut. Hal itu jelas menjanjikan suatu dana yang tidak kalah menarik.

“Audiens eSports bakal tumbuh. Tapi, tantangannya bakal terus guna mendapatkan duit dari audiensi itu, sebab kompetisi ini sekitar ini telah dibuka. Berdasarkan keterangan dari sebuah penelitian, rata-rata pengeluaran tahunan peminat eSports tidak melebihi USD5, sedangkan peminat sepak bola atau bola basket Amerika antara USD160 dan 260 setahun,” kata Canto.

Jika dapat dilakukan, klub seharusnya tidak memiliki tantangan ketika persaingan tertunda. Mereka pun tidak perlu mengerjakan potong gaji laksana rencana Barcelona. Presiden Josep Maria Bartomeu ialah orang kesatu yang mengaku keinginannya mengelola situasi finansial yang susah yang dihadapi klub sebab Covid-19. Dia pun menuliskan bahwa tidak mungkin memblokir semua ongkos selama saldo musim ini.

Tapi, semua pemain lantas tidak terkesan dengan proposal yang dikemukakan kepada mereka lantaran klub yang hendak memotong 70% dari gaji mereka. Dewan Barcelona berdalih bahwa hari-hari kerja semua pemain sudah berkurang sebab dihentikannya kompetisi dampak pandemi Covid-19 dan itu ialah konsekuensi alami bahwa gaji mereka bakal turut terpotong.

FIFA mengadvokasi klub mengerjakan pemotongan gaji 50% sementara persaingan dihentikan. Seperti diketahui, semua pemimpin FIFA bertemu melewati video call sekitar tiga jam, Kamis (26/3), dengan klub-klub (ECA) dan semua pemain (FIFPro) untuk menyusun perubahan-perubahan yang perlu dilaksanakan oleh dunia sepak bola guna beradaptasi dengan krisis global yang sedang dirasakan karena Covid-19.

Semua orang tampaknya menyadari pentingnya beradaptasi pada skenario baru yang akan dirasakan sepak bola mulai kini dengan proposal yang diciptakan FIFA berpotensi dilaksanakan mulai pekan nanti yang akan datang. Ukuran dengan akibat terbesar ialah yang merujuk pada permintaan supaya pesepak bola memungut potongan gaji 50% sebab situasi ini terus melumpuhkan dunia sepak bola.

Di tengah tekanan, Menteri Olahraga Italia Vincenzo Spadafora melontarkan keraguan bisa jadi sepak bola bisa dilanjutkan pada 3 Mei dan mengonfirmasi rencana memulai persaingan dengan melangsungkan pertandingan tertutup.

“Perkiraan yang menciptakan kami beranggapan dapat melanjutkan persaingan pada April atau Mei, terlampau optimistis. Tidak barangkali untuk beranggapan sebaliknya. Tapi, saya pun memiliki sejumlah keraguan berkaitan dengan tanggal 3 Mei,” tandas Spadafora.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

TUNTOR

Berita Favorit

Efek Corona Terhadap Jadwal Juventus dan Serie A

Wabah Corona di Italia adalah yang terburuk di Eropa. Hal ini tentunya menurut catatan yang susah ada saat ini, Dengan semakin memburuknya...

Prediksi Bola Juventus vs Barcelona 29 Okt’20

Beberapa Faktor Analisa Prediksi Juventus Trio penyerang Juventus Alvaro Morata, Paulo Dybala dan Aaron Ramsey belakangan ini sedang on...

Kepergian Grealish ke Manchester United telah di Ikhlaskan Legenda Aston Villa

Legenda Aston Villa yang pula mantan penyerang Timnas Inggris, Darius Vassell, mengikhlaskan bila kapten The Villans-- julukan Aston Villa, ialah gelandang serbu...

Mourinho Bandingkan Skipp dan Ibrahimovic

Manajer Tottenham Hotspur Jose Mourinho serta para pelatih Spurs yakin kalau gelandang muda Oliver Skipp hendak siap di Liga Premier dalam satu...