29 C
Indonesia
Tuesday, July 7, 2020
Home Berita Internasional Christian Vieri : Pemain yang Tidak Mengenal Kata “Setia”

Christian Vieri : Pemain yang Tidak Mengenal Kata “Setia”

Jika anda mengenal sepakbola di era 90-an, tentu nama Christian Vieri bukanlah nama yang sudah tidak asing lagi di telinga para penikmat sepakbola, bagaimana tidak mesin gol asal Italia itu benar-benar fenomenal pada saat itu, bahkan kepopulerannya saat itu hanya bisa dilampaui pemain pemain seperti Rivaldo dan Romario dari Brazil dan Sebastian Abreo dari Uruguay.

Tak hanya dikenal karena kehebatannya, pemain yang lahir di Bologna pada tanggal 12 Juli tahun 1973 ini merupakan salah satu pemain yang sangat gemar berganti-ganti klub, total sudah 12 klub yang menjadi destinasi petualangan karir sepakbolanya dari pemain yang berjuluk “bobo” ini, dia juga pernah menyandang sebagai pemain termahal dunia pada tahun 1999 ketika ia didatangkan oleh Inter Milan dari Lazio dengan nominal transfer sebesar 33 Juta Euro, uang sebesar itu yang membuat klub Lazio “luluh” dan rela melepas pemain andalannya itu yang juga sukses mengantarkan Lazio meraih gelar Super Copa Italia dan edisi Piala Winners (sekarang Europa League)pada musim 1998-1999.

Kala itu Inter Milan berusaha keras ingin keluar dari bayang-bayang klub AC Milan dengan cara mendatangkan sejumlah pemain hebat dan potensial, bersama Inter Milan, Christian Vieri bermain selama 6 musim dan mencatatkan 123 gol dan 5 assist dalam 190 penampilan yang telah dilakoni.

 Awal mula karir Vieri dimulai bersama klub di Turin bernama Torino FC, sebagai pemain muda ia kesulitan untuk bermain nyaman dengan 1 klub, hanya 1 musim bersama  Torino, Vieri pun kemudian pindah ke AC Pisa, disana dia hanya mampu menyumbangkan 2 gol dalam 18 pertandingan.

Christian Vieri juga dijuluki sebagai pemain yang “nomaden” atau sering berpindah-pindah klub, hal tersebut terbukti dengan dia memperkuat 5 tim hanya dalam 5 musim, di musim 1995-1996 Vieri berkarir dengan klub medioker Italia yaitu Atalanta, dia berhasil melesatkan 13 gol dalam 37 penampilan, penampilan apik yang ditunjukan Vieri bersama Atalanta membuat Juventus tertarik pada kemampuannya tepatnya pada musim 1996-1997 ia kembali ke Turin untuk memperkuat Juventus, bersama klub berjuluk “Si Nyonya Tua” tersebut, Vieri berhasil mengemas 14 gol dari 38 pertandingan, bergabung dengan klub yang dihuni para pemain bintang membuat vieri hanya menjadi pemain pelengkap, ia bersaing dengan striker milik Juventus lainnya yaitu Alexander Del Piero, meskipun minim kontribusi bersama klub ia berhasil mencatatkan penampilan yang konsisten dan mampu mengantarkan klub tersebut sebagai juara Scudetto Liga Serie A, namun penyakitnya yang sering berpindah-pindah klub itu membuatnya kembali kambuh, dan akhirnya dia melanjutkan petualangan nya dan bermain di Spanyol bersama Atletico Madrid, bersama tim dari Ibukota Spanyol tersebut dia menunjukan penampilan terbaiknya, dia mampu mengemas 29 gol hanya dalam 31 pertandingan.

            Vieri baru mengenal “kesetiaan” ketika membela Inter Milan, klub berjuluk “Nerazzuri” itu merupakan klub ke-9 yang dibela oleh Vieri, dia yang biasanya hanya memperkuat klub pada 1 musim, namun hal tersebut tidak berlaku baginya ketika membela Inter Milan, setelah 6 musim bersama “Nerazzuri”, Vieri berganti klub lagi dan membela klub rival satu kota Inter yaitu AC Milan, namun bersama AC Milan dia hanya mengemas 1 gol saja, sejak saat itu secara berturut-turut, Vieri berpindah ke AS Monaco, Atalanta dan Fiorentina dari 2006 sampai 2008, meski begitu, ia merupakan salah satu striker terbaik yang pernah dimiliki oleh Italia, gelontoran gol nya mampu disandingkan dengan pemain seperti Totti dan Del Piero. 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

WINBIG88

- Advertisment -

Most Popular

Lucas Ocampaos Pahlawan Sevilla dalam Laga Kontra Eibar

Ada satu hal menarik ketika laga Sevilla kontra Eibar. Diaman dalam laga tersebut Lucas Ocampos yang merupakan pemain Sevilla benar-benar menjadi pahlawan...

Henrikh Mkhitaryan : Masalah AS Roma Adalah Mental.

Roma menerima kekalahan dalam pertandingan kontra Napoli, kekalahan tersebut juga kian menambah panjang daftar tren buruk milik mereka. Menyoal hal tersebut, Henrikh...

Prediksi Bola Crystal Palace vs Chelsea Selasa 7 Juli 2020

Peringkat ke 15 Crystal Palace akan menantang Chelsea yang ada di peringkat ke 4 klasemen Liga Inggriss. Pertandingan ini merupakan laga lanjutan...

Prediksi Bola AC Milan vs Juventus 8 Juli 2020

AC Milan yang saat ini duduk di peringkat 7 papan klasemen sementara Liga Italia, esok hari Rabu 8 Juli 2020, akan menjamu...

Recent Comments