29 C
Indonesia
Thursday, December 3, 2020
Home Berita Internasional Bisnis Pemain Bola Ini Harus Terhenti karena Virus Corona

Bisnis Pemain Bola Ini Harus Terhenti karena Virus Corona

Tidak bisa dipungkiri bahwa pandemi virus corona atau COVID-19 telah membuat perekonomian ikut menyusut. Banyak beberapa usaha yang sebelumnya berjalan baik mulai mengalami penurunan. Satu diantara usaha yang kini mengalami penurunan adalah usaha milik bek Arema FC, Ahmad Alfarizi. Pemain berusia 29 tahun itu memiliki bisnis barbershop di daerah Kepanjen, Kabupaten Malang, namun sekarang ia harus terpaksa menutup sementara bisnisnya itu.

Bisnis barbershop tersebut didirikan Alfarizi pada tahun 2018 silam. Sudah dua tahun ia menekuni bisnis tersebut. Bisnis barbershop yang jalani terbilang sukses karena perlanggan terlihat semakin banyak memenuhi barbershop miliknya. Tentu bukan hal yang mudah bagi pesepak bola untuk mencapai kesuksesan dalam berbisnis.

Sebelumnya, sudah ada beberapa pemain Arema FC yang tidak melanjutkan bisnisnya. Seperti Hamka Hamzah dengan warkopnya di Malang yang sudah tutup tahun lalu. Sementara Hendro Siswanto juga tidak lagi melanjutkan bisnis clothing dan pomade.

Sejak Pemerintah Indonesia mengimbau masyarakat untuk lebih banyak beraktivitas di rumah dan melakukan social distancing, maka hinbauan tersebut berdampak ke area bisnis masyarakat Indonesia. Ahmad Alfarizi mengaku bisnis barbershop miliknya yang bernama Jhon 87 pun mengalami penurunan pendapatan akibat pandemi virus Corona.

“Turun sampai 50 persen dari biasanya. Sekarang Malang juga masuk dalam zona merah penyebaran virus Corona. Jadi, sekalian saja saya meliburkan dulu bisnis barbershop itu untuk sementara waktu,” ujar Alfarizi.

Sejak Minggu (22/3), Jhon 87 Barbershop milik Alfarizi sudah tidak beraktivitas. Pengumuman tersebut juga disampaikan melalui akun Instagram bisnis milik Alfarizi itu. Hal tersebut dilakukan sebagai bentuk peningkatan kewaspadaan terhadap penyebaran virus Corona yang kian memprihatinkan di Indonesia.

“Kami berharap semoga dengan begini, situasi akan lebih cepat membaik, begitu pun dengan perekonomian Indonesia,” lanjut Alfarizi yang akrab disapa Jhon.

Rencananya, bek Arema FC itu akan menutup barbershop miliknya hingga satu pekan ke depan. Setelah itu, diharapkan bisnisnya tersebut bisa kembali beraktivitas dengan normal pada 30 Maret mendatang.

Di awal ia mendirikan bisnis ini, Alfarizi mengaku sempat kerepotan kali pertama ia membuka barbershop miliknya. Tetapi, setelah berjalan hari demi hari ia bisa mengatasinya. Biasanya, saat libur latihan ia baru bisa berkunjung ke tempat bisnisnya tersebut.

Saat ini, Arema sendiri sebenarnya tengah meliburkan latihan hingga akhir Maret nanti. Namun, penyebaran virus Corona di Indonesia yang kian meningkat membuatnya harus menutup barbershop dan hanya latihan mandiri untuk menjaga kondisi fisiknya agar tetap bugar.

Hal serupa dirasakan juga oleh gelandang Persib Bandung, Dedi Kusnandar yang dengan terpaksa harus menutup sementara bisnis kafe dan laundry miliknya guna mencegah penyebaran virus Corona yang semakin meluas di Indonesia.

Pemain yang akrab disapa Dado ini memiliki usaha pribadi di empat cabang, yakni Jatinangor, Rancaekek, Cibiru, dan Cileunyi. “Semua pasti berimbas. Bisnis saya tutup dulu karena yang lebih penting nyawa dan keselamatan kita semua,” ujarnya.

Pemain Persib ini berharap virus Corona secepatnya dapat berlalu karena dampak dari Virus Corona ini tidak hanya berdampak kepada usaha miliknya saja, tetapi juga kariernya di sepak bola saat ini, terlebih lagi kompetisi Shopee Liga 1 2020 sudah dihentikan sesuai kebijakan dari PSSI.

“Saya selalu berdoa semoga virus Corona segera teratasi. Apalagi ini mencakup semuanya bukan sepak bola saja. Jadi semoga semuanya beres dan kembali lagi seperti biasa,” harap Dado.

Namun, sebenarnya pemain kelahiran Sumedang, 23 Juli 1991 itu, berharap mengenai perkembangan kompetisi Shopee Liga 1 2020 dapat berlanjut hingga tuntas. Dengan catatan dapat berlanjut, ketika wabah virus Corona ini benar-benar menghilang.

“Tapi kalau memang keputusannya seperti itu, kami semua harus menerima, apalagi soal nyawa. Yang penting sekarang semua sehat. Kesehatan nomor satu di atas segalanya,” ucap pemain yang mengawali kariernya di Persib Junior tahun 2005 silam.

Seperti diketahui, kini Jawa Barat sudah ada sekitar 59 orang yang positif terkena virus Corona, 5 orang dinyatakan sembuh, dan 9 orang dinyatakan meninggal dunia.

Sedangkan sebanyak 121 dalam proses pengawasan dan 978 orang dalam proses pemantauan. Pemain bernomor punggung 11 di Persib ini juga berharap semua masyarakat Indonesia mematuhi semua imbauan pemerintah untuk mengurangi penyebaran virus Corona yang lebih meluas lagi.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

TUNTOR

Berita Favorit

Persahabatan Liga Inggris Akan Dimulai

Liga Inggris telah mengeluarkan izin untuk bermain pertandingan persahabatan, dengan kebijakan peraturan yang ketat, sebelum nanti dimulai tanggal 17 Juni 2020.

Tak ingin para pemain terkena wabah covid 19, arema lakukan sterilisasi dengan semprot disinfektan

Selepas Indonesia positif terkena wabah virus Corona yang berasal dari kota Wuhan negeri China itu, berbagai aktivitas perlahan mulai dihentikan. Sebagai upaya...

Ini Jawaban Klopp Mengapa Liverpool Tidak Kunjung Belanja

Pada jendela transfer kali ini boleh dibilang Liverpool adalah salah satu klub yang adem ayem. Mereka terlihat tenang akan menyambut musim baru...

Tidak Terima Harus Terdegradasi Klub Hearts Ajukan Gugatan Pada SPL

Liga Premier Skotlandia (SOL) telah secara resmi dihentikan, berdasarkan keputusan yang ada maka klub yang ada di puncak klasemen resmi menjadi juara,...