29 C
Indonesia
Thursday, October 1, 2020
Home Berita Internasional Asal Usul Julukan “Lord” Dalam Sepakbola

Asal Usul Julukan “Lord” Dalam Sepakbola

Media jurnalis di Italia dikenal cukup kejam, mereka tidak segan-segan menggambarkan penampilan terburuk para pesepakbola bahkan hingga mewawancarai nya, yang paling nyata bahwa di Italia sendiri membuat sebuah penghargaan bernama Bidone D’oro atau penghargaan yang diartikan sebagai “tempat sampah emas” bagi pemain yang dinilai terburuk di Liga Italia pada setia musimnya, tak tanggung-tanggung korbanya pun adalah nama-nama pemain sekelas Rivaldo, Felipe Melo, Adriano, Quaresma, Pato dan beberapa pemain hebat lainnya pernah mendapatkan penghargaan ini.

Sedangkan gelar “Lord” sendiri, sebenarnya berasal dari Inggris dan memiliki nilai sejarah. Disana, gelar ini menggambarkan derajat bagi kaum bangsawan, pemimpin dan pengusaha di dataran Britania Raya. Gelar “Lord” sendiri masuk kedalam dunia sepak bola pada musim 2013/2014 dan asal mulanya adalah karena pemain bernama Nicklas Bendtner.

Beberapa tahun silam Nicklas Bendtner adalah salah satu pemain Arsenal yang sangat potensial dan cukup berbakat di Arsenal, dan penampilannya pun tidak bisa dibilang buruk. Selalu ada gol yang tecipta pada saat dia dimainkan. Namun karena sulitnya masuk kedalam squad tim utama, dia pun akhirnya dipinjamkan ke Juventus pada musim 2012/2013. Di Juventus pemain yang berposisi sebagai striker ini juga sulit mendapatkan menit bermain, bahkan dia menjadi runner up untuk gelar “Bidone D’oro” atau kedua yang terburuk di Serie A pada musim tersebut.

Semusim di Italia, dia pun dikembalikan ke klub Arsenal, disana dia semakin kesulitan menembut tim utama, menit bermain, mendapat banyak kritikan bahkan ia sekarang terancam tanpa klub karena pada saat itu kontraknya bersama Arsenal akan segera berakhir. Akan tetapi ketika ditanya mengenai masa depannya jika kontraknya segera berakhir, Bendtner pun menjawab jika mungkin ia akan dipinang oleh Real Madrid atau Barcelona. Pernyataan tersebut tentunya menjadi bahan lelucon saat itu karena setelah itu pada kenyataanya yang terjadi adalah Bendtner sampai tidak memiliki klub untuk di bela sama sekali, bahkan dia mempromosikan dirinya di media sosial Instagram untuk mencari klub dengan menunjukan kondisi badannya yang masih bugar.

Tidak sampai disitu, pernyataan Bendtner yang seperti diatas bukanlah yang pertama kalinya terjadi, ketika masih di Arsenal, Bendtner juga sempat berkata :“saya ingin menjadi top skorer di Premier League dan di Piala Dunia, dan dalam lima tahun lagi, saya akan menjadi striker terbaik dunia, percayalah lambat laun hal itu akan terjadi”.

Semenjak saat itu, semua lelucon, kekonyolan hingga kepercayaan tinggi yang berlebihan dari Nicklas Bendtner telah didokumentasikan, termasuk diantaranya sebuah video terkenal dimana dia pernah menggagalkan gol dari rekan satu tim nya saat itu Cesc Fabregas pada ajang kompetisi tertinggi Liga Champions.

Tetapi berbeda dengan media di Italia yang lebih kejam atau transparan, karena di Inggris sampai para fans dan media memilih untuk mencemoohnya melalui lelucon dan sindiran yang dia buat sendiri, saat itu sindiran Bendtner sudah memuncak sampailah dia diberi gelar “Lord” di belakang namanya menjadi Lord Bendtner.

Julukan tersebut sebenarnya sangat melenceng dari makna artinya di Inggris, julukan tersebut hanyalah sebagai sebuah olok-olok dan sarkasme untuk prestasinya yang tidak berkembang pada saat di Arsenal maupun saat dipinjamkan ke sejumlah klub termasuk Juventus. Bahkan ketika dia dijual ke Wolfburg dia hanya menyumbang 3 gol dari 31 laga yang dia mainkan.

Lahirnya gelar Lord di sepakbola memang bermula dari tujuan lelucon dan sindiran, akan tetapi dalam beberapa hal sangat sulit membedakan dengan sindiran dan pujian yang nyata, semua hal ini adalah sebatas kesenangan para fans yang sedang berekspresi dan menikmati perkembangan sepakbola di internet.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

TUNTOR

Berita Favorit

Mengenal Stadion Parken Calon Stadion Piala Euro 2021

UEFA memberikan kepercayaan pada Stadion Parken untuk menjadi salah satu stadion Piala Euro 2021. Gelaran sepakbola terbesar di Eropa tersebut harusnya mulai...

Prediksi Inter Milan vs Bayern Laverkusen 11 Agustus 2020

Salah satu laga yang akan tersaji dalam laga perempat final Liga Europa 2019/2020 adalah pertemuan antara Inter Milan dan Bayern Laverkusen. Pertandingan...

Everton Ingin Datangkan 2 Mantan Bintang Liga Inggris

Baru-baru ini Everton dikabarkan memiliki ambisi yang besar untuk bisa beraing dalam gelaran kompetisi Liga Inggris musim 2020/2021 yang akan datang. Sehingga...

Prediksi Bola West Born vs Chelsea 26 September 2020

Pada Sabtu, 26 September 2020, malam nanti Chelsea akan melakoni laga dengan melawan West Brom. Pertandingan tandang ini merupakan laga lanjutan pekan...