29 C
Indonesia
Friday, September 25, 2020
Home Berita Internasional 6 Transfer Bintang Sepak Bola yang Memicu Kontroversi dan Kemarahan Fans Termasuk...

6 Transfer Bintang Sepak Bola yang Memicu Kontroversi dan Kemarahan Fans Termasuk Robin van Persie

Perpindahan pemain pada masa bursa transfer tidaklah peristiwa istimewa. Apalagi, dapat dibilang perpindahan pemain antarklub sudah jadi rutinitas di kancah sepak bola dunia. Sering dinanti serta menarik dibahas. Tetapi, tidak sedikit transfer pemain sanggup memicu gelombang besar, diiringi polemik sampai kemarahan fans. Pasti saja terdapat sebab khusus yang melatarbelakanginya.

Bila yang pindah bersatatus pemain- pemain saja pasti tidak bakal memunculkan kehebohan. Tetapi, akan menjadi beda jika itu yang hengkang adalah pemain berlabel kapten dari klub itu sendiri, legenda hidup, sampai bintang yang disayangi fans. Umumnya alasan mereka berangkat karna ingin mengejar titel yang belum sempat diraih, ataupun memburu lebih banyak gelar. Alasan semacam itu sangat manusiawi serta masuk ide.

Tetapi, menjadi beda jika pesepakbola tersebut hengkang ke klub yang merupakan rival berat dari tim yang ditinggalkannya. Untuk sebagian pemain, loyalitas di sepak bola tidak eksis. Tidak sedikit pemain demi mengejar ambisinya ataupun impiannya yang rela mengalami kemarahan fans.

Berikut ini 6 Transfer Bintang Sepak Bola yang Memicu Kontroversi dan Kemarahan Fans Termasuk Robin van Persie, seperti dikutip Mirror, Jumat( 3/ 4/ 2020).

1. Sol Campbell ( Pada musim 2001 Tottenham Hotspur ke Arsenal)
Tottenham Hotspur berencana menjadikan Sol Campbell pemain bergaji paling tinggi di White Hart Line, Menjelang musim 2001. Dikala itu, performa Campbell sangat gemilang serta membuat petinggi Spurs puas.

Tetapi, alih- alih menyambar kesempatan itu, bek tengah brilian itu malah memancing kehebohan dengan hengkang ke Arsenal, yang merupakan seteru berat Spurs di London Utara. Ironisnya, Campbell pindah sehabis pernah bilang tidak bakal pernah bersedia bermain untuk The Gunners.
Ia dicap sebagai Judas. Tetapi, Sol Campbell tidak hirau. Berselang 3 tahun setelah itu, ia jadi bagian skuat Arsenal yang mencapai gelar Premier League tanpa terkalahkan dalam semusim pada 2004.


2. Robin van Persie ( Pada musim 2012 Arsenal ke Manchester United)
” Anak kecil dalam diri saya meneriakkan Manchester United.” Begitulah yang diucapkan pada 2012 Robin van Persie tentang sebabnya pindah ke Manchester United. Kepindahan Robin van Persie ke MU betul- betul melukai hati fans Arsenal. Dikala itu, Van Persie ialah kapten serta mesin gol The Gunners. Ia pula belum lama memenangi gelar PFA Player of the Year. Ia dengan cepat jadi idola di Arsenal, apalagi dalam perjalanan mencapai status legenda. Ia mempunyai segalanya, kecuali trofi Premier Leagie.

Godaan pindah ke Manchester United tidak gampang diabaikan. Dikala itu, Manchester United kelihatan mudah mencapai trofi demi trofi serta lagi mencari mesin gol. Robin van Persie memutuskan pindah dengan pemahaman penuh bakal dicap pengkhianat oleh suporter The Gunners. Ia mencetak banyak gol bersama Setan Merah serta mencapai gelar Premier League 9 bulan berselang. Misi sukses.

3. Gonzalo Higuain ( Pada Musim 2016 Napoli ke Juventus)
Gonzalo Higuain sebagai tukang gedor andalan Napoli dikala itu. Ia menyumbangkan 71 gol dalam 104 penampilan di Serie A bersama Napoli. Pemain asal Argentina itu pada musim 2015- 2016 menolong Napoli finis di peringkat kedua Serie A. Ya, cuma posisi kedua. Ia menyadari bila ingin memenangi titel Serie A wajib bergabung dengan tim yang memiliki rekor mentereng, semacam 5 scudetto secara beruntun. Tim tersebut tidak lain merupakan Juventus.

Higuain menerima pinangan Juventus dengan banderol 75 juta poundsterling, Pada 2016. Fans Napoli murka. Wajah Higuain terpampang di tisu wc di segala penjuru Naples.
Hiaguain menyalahkan ikatan buruknya dengan owner Napoli sebagai sebab pindah ke Juventus. Tetapi, kepindahan Higuain terbayar dengan titel. Ia dengan kilat memenangi 2 gelar Serie A. Sehabis 2 kali dipinjamkan ke AC Milan serta Chelsea, Hiaguain kembali telihat apik bersama Juventus.

4. Luis Figo ( Pada Musim 2000 Barcelona ke Real Madrid)
Sekian banyak pemain pindah kerena dalam hati terdalam mengenali klubnya dikala itu tidak dapat memenangi titel. Tetapi, Luis Figo berbeda. Ia sudah memenangi 2 gelar La Liga bersama Barcelona serta masih hijrah ke Real Madrid. Sekian banyak transfer memang tidak termaafkan, termasuk kepindahan Luis Figo. Kedua klub merupakan seteru abadi. Luis Figo semacam menyiramkan bensin ke api. Fans Barcelona memang membenci Figo atas keputusannya itu.

Ejekan dari fans Barcelona nyaring terarah ke Figo, pada saat Real Madrud menempuh duel el clasico. Insiden yang sangat dikenang pasti saja lemparan kepala babi kepada Figo. Namun, seluruhnya tidak membuat Figo patah arang. Buktinya, ia sukses merebut 2 titel La Liga bersama Real Madrid.

5. Robert Lewandowski ( Pada musim 2014 Borussia Dortmund ke Bayern Munich )
Robert Lewandowski dikala itu baru saja memenangi 2 gelar Bundesliga bersama Borussia Dortmund. Menjuarai Bundesliga bersama klub yang bukan Bayern Munchen senantiasa dikira istimewa.
Tetapi, Lewandowaski kayaknya menyandari Dortmund tidak bakal dapat juara lagi. Ia memutuskan gabung Bayern Munchen pada 2014.
Pemain Polandia itu sesungguhnya tengah membangun status sebagai ikon di Borussia Dortmund, tetapi mengorbankannya demi titel yang lebih banyak. Opsi Lewandowski tidak salah. Ia sukses memenangi 5 gelar lagi bersama Bayern Munchen.

6. Raheem Sterling ( Pada musim 2015 Liverpool ke Manchester City)

aheem Sterling gabung Liverpool dikala masih sangat muda, tepatnya berumur 17 tahun. Ia secara mengejutkan sanggup penuhi harapan besar fans serta sebagai bagian trisula menakutkan The Reds bersama Luis Suarez serta Daniel Sturridge. Tetapi, tetap saja Liverpool finis di peringkat keenam Premier League.

Pada umur 20 tahun, Sterling diming- imingi pendapatan 100 ribu pounds per minggu untuk bertahan di Liverpool, tetapi dengan percaya ditolaknya. Ia memutuskan hijrah ke Manchester City pada musim panas 2015 dengan banderol 44 juta pounds. Kepindahan Sterling memicu kekecewaan fans Liverpool.

Tetapi, Sterling sukses penuhi misinya. Ia menggenggam 2 trofi Premier League semenjak pindah ke Manchester City. Sayangnya, ia kandas memenangi Liga Champions.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

TUNTOR

Berita Favorit

Fans MU Tandatangani Petisi Desak Klub Lakukan Belanja

Manchester United pada musim ini terbilang irit pemberitaan terkait aktivitas belanja, dan menyoal hal tersebut diketahui kini para fans mereka merasa geram....

Pemain Sepak Bola Yang Ternyata Tidak Suka Sepak Bola

Tidak perlu merasa heran jika ada seseorang tidak suka dengan pekerjaannya, padahal dirinya sangat ahli dalam bidang yang sedang dikerjakannya. Tidak terkecuali...

5 Team E-sport Yang Jadi Incaran Sponsor

Para pelaku usaha e-sport menuturkan bahwa potensi bisnis cabang olahraga virtual tersebut tak kalah bagus dengan olahraga konvensional biasa. Presiden Direktur Aerowolf,...

Capello Ungkap Kunggulan Real Madrid Era Cristiano Ronaldo

Fabio Capello adalah salah satu pelatih terbaik dalam sejarah sepak bola dunia. Sejak Juli 200r Fabio Capello menjadi pelatih Real Madrid. Ia...