29 C
Indonesia
Friday, December 4, 2020
Home Berita Internasional 5 Pesepak Bola Eropa Ini Berhasil Buktikan Kariernya Belum Tamat

5 Pesepak Bola Eropa Ini Berhasil Buktikan Kariernya Belum Tamat

Sejumlah pesepak bola diprediksi tidak akan memiliki karier dan performa yang bagus saat berpindah klub, atau ketika melewati masa keemasan. Namun, tak sedikit pemain yang mampu membuktikan bahwa pernyataan tersebut tidak sepenuhnya benar.

Satu di antara pemain tersebut adalah Jamie Vardy. Sebagai penyerang Timnas Inggris itu tampil secara impresif bersama Leicester City. Setelah membawa The Foxes promosi ke Premier League pada 2014-2015, Vardy turut mempersembahkan titel juara liga musim 2015-2016 untuk timnya.

Bagi Leicester City, trofi Premier League adalah untuk pertama kalinya dalam sejarah klub. Adapun Jamie Vardy sukses mencetak 24 gol dan menyandang status top skorer Premier League 2015-2016.

Banyak pengamat sepak bola yang memprediksi Vardy telah mencapai puncak keemasan kariernya. Terlebih lagi, dia telah berusia 29 tahun dan diragukan apakah masih mampu bersaing dengan pemain-pemain yang lebih muda.

Akan tetapi, Vardy mampu membalas keraguan itu dengan penampilannya yang impresif. Meski usianya sudah tak muda lagi, pemain yang memiliki nama lengkap Jamie Richard Vardy itu masih menjadi momok yang menakutkan bagi lini belakang tim lawan.

Pada musim 2016-2017, dia berhasil mengoleksi 16 gol dari 48 laga, musim 2017-2018 mencetak 23 gol dari 42 pertandingan, musim 2018-2019 menorehkan 18 gol dari 36 laga, dan musim ini mencetak 19 gol dari 30 penampilan di seluruh kompetisi.

Bukan hanya itu, ia juga turut membantu Leicester City berada di peringkat ketiga klasemen Premier Leaague 2019-2020. The Foxes mendulang 53 poin dari 29 laga, tertinggal 29 poin dari Liverpool di urutan teratas.

Selain Jamie Vardy, ada beberapa pesepak bola di Eropa yang juga sukses membuktikan jika kemampuan mereka belum habis. Siapa saja mereka? Berikut kami rangkum lima pesepak bola yang mampu membuktikan kariernya di rumput hijau masih tetap hidup.

Chris Smalling
Ia pesepak bola yang kerap melakukan blunder dan kesulitan mengawal pergerakan lawan, itu membuat Smalling mendapat kritikan, baik itu dari pengamat sepak bola maupun para penggemar Manchester United. Bahkan, tidak sedikit yang meminta Manchester United agar melepas Chris Smalling ke klub lain pada bursa transfer.

The Red Devils akhirnya melepas pemain berusia 30 tahun tersebut ke AS Roma dengan status pinjaman pada 30 Agustus 2019. Bergabung ke Roma, Chris Smalling diprediksi bakal kesulitan menembus tim inti.

Kendala bahasa dan gaya bermain di Italia, diprediksi akan membuat karier Smalling semakin meredup. Namun pada kenyataannya, pemain asal Inggris itu mampu memperlihatkan kemampuan bermainnya bersama AS Roma.

Dia menjadi pilar penting I Giallorossi di jantung pertahanan. Chris Smalling tercatat tampil dalam 28 pertandingan di seluruh kompetisi pada musim ini. Dia juga sukses mencetak dua gol dan satu assist.

Performa gemilang Smalling tersebut membuat Roma ingin mempermanenkan statusnya pada bursa transfer musim panas tahun ini. Di sisi lain, Manchester United ingin sang bek balik ke Old Trafford.

Nemanja Matic
Pemain Timnas Serbia itu ditebus Manchester United dari Chelsea pada Juli 2017. Manajer Manchester United kala itu, Jose Mourinho, menempatkan Matic sebagai gelandang bertahan dan menggantikan peran Michael Carrick.

Namun, sejak kedatangan Ole Gunnar Solskjaer pada 19 Desember 2018, Matic tersingkir dari skuat inti Manchester United. Dia dianggap terlalu lambat, dan tak sesuai dengan strategi Solskjaer yang lebih mengandalkan serangan balik cepat.

Situasi tersebut membuat masa depan Nemanja Matic di MU menjadi tanda tanya. Apalagi, Manchester United tak kunjung memperpanjang kontraknya yang berakhir pada 30 Juni 2021.
Namun perlahan, Matic mampu membuktikan jika kariernya belum tamat. Pemain berusia 31 tahun itu mulai mendapatkan kepercayaan dari Solskjaer.

Dari 10 laga terakhir Tim Setan Merah di Premier League, Nemanja Matic tampil selama 90 menit penuh dalam delapan pertandingan. Performa Matic tersebut membuat manajemen Manchester United puas, dan dikabarkan bakal memberi tambahan kontrak satu tahun kepada sang pemain.

Martin Odegaard
Pemain asal Norwegia tersebut merupakan satu di antara wonderkid yang diperebutkan klub-klub besar Eropa pada tahun 2014. Namun akhirnya, Real Madrid yang berhasil mendapatkan tanda tangan Martin Odegaard.

Madrid meminang si pemain dari klub Norwegia, Stromsgodset, dengan banderol yang kabarnya mencapai 3 juta euro atau setara dengan 53 miliar pada Januari 2015. Odegaard digadang-gadang bakal menjadi bintang masa depan Real Madrid.

Akan tetapi, Martin Odegaard kesulitan menembus skuat utama El Real. Dia pun lebih sering membela Real Madrid Castilla, ketimbang tim seniornya. Pemain yang kini berusia 21 tahun itu tercatat hanya dua kali tampil membela Los Blancos. Bukan hanya itu, Odegaard juga lebih sering dipinjamkan ke klub lain, yakni SC Heerenveen dan Vitesse. Namun sayangnya, performanya tak kunjung membaik.

Alhasil, dia dianggap sebagai pemain muda yang gagal, tentunya predikat itu melekat kepada Martin Odegaard. Kini, dia dipinjamkan ke Real Sociedad hingga akhir musim ini. Bersama Sociedad, Odegaard justru berhasil memperlihatkan sentuhan magisnya. Dia mencetak 7 gol dan 8 assist dari 28 pertandingan di seluruh ajang.

Berkat kontribusi Martin Odegaard, Real Sociedad kini berada di peringkat keempat klasemen sementara La Liga dengan nilai 46 poin. Mereka tertinggal 12 poin dari Barcelona yang berada di posisi teratas.

Riyad Mahrez
Pemain sayap Timnas Aljazair itu merupakan satu di antara pemain yang diinginkan Pep Guardiola, ketika pertama kali duduk di kursi manajer Manchester City pada musim 2016-2017. Guardiola kepincut dengan gaya bermain Mahrez di Leicester City.

Namun, Pep Guardiola harus menunggu hingga musim panas 2018 untuk bisa membawa Riyad Mahrez ke The Citizens. Pemain berusia 29 tahun tersebut diharapkan bisa menjadi andalan di lini serang Manchester City.

Meski begitu, tak sedikit orang-orang yang meragukan Riyad Mahrez mampu bersinar di Manchester City. Dia bersaing dengan Raheem Sterling, Leroy Sane, dan Bernardo Silva untuk menempati pos sebagai winger.

Tetapi, Mahrez berhasil membalas kepercayaan dari Pep Guardiola dengan performanya yang apik. Pada musim lalu, dia sukses mencetak 12 gol dan 12 assist dari 44 pertandingan di seluruh kompetisi.

Memasuki musim ini, Riyad Mahrez masih memperlihatkan kemampuannya. Dia berhasil mengoleksi 9 gol dan 14 assist dari 37 pertandingan yang sudah dijalani bbersama Manchester City. Mahrez juga turut membantu Manchester City meraih satu trofi Premier League dan Piala FA, serta dua titel juara Piala Liga Inggris.

Ashley Young
Pemain asal Inggris itu merupakan satu di antara sosok andalan di sisi kiri pertahanan Manchester United. Young turut membantu Manchester United meraih lima trofi juara, beberapa di antaranya adalah titel Premier League dan trofi Liga Europa. Namun memasuki musim ini, posisi Ashley Young di skuat inti Tim Setan Merah mulai terpinggirkan. Manajer Manchester United, Ole Gunnar Solskjaer, lebih sering memainkan Luke Shaw sebagai bek kiri.

Dengan usianya yang sudah menginjak 34 tahun, karier Ashley Young diprediksi segera berakhir. Apalagi, tak banyak klub elite Eropa yang menginginkan jasanya. Tetapi, Inter Milan secara mengejutkan meminang Young dari Manchester United pada Januari 2020. I Nerazzurri menggaet mantan pemain Timnas Inggris itu dengan banderol 1,5 juta euro atau setara dengan 26 miliar. Bersama Inter, Ashley Young seperti kembali mendapatkan kesempatan kedua. Pelatih Inter Milan, Antonio Conte, telah memainkan Young dalam lima pertandingan dan mencetak satu gol.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

TUNTOR

Berita Favorit

Meninjau Penampilan Kiper Berlabel Timnas Di 3 Pekan Awal Shopee Liga 1 2020

Pemain berposisi Goalkeeper atau sering kita sebut dengan kiper, sering kali terabaikan saat tim yang dibelanya meraih kemenangan. Tetapi, adakalanya sang kiper...

Xavi Hernandez Siap Latih Barcelona

Xavi Hernandez mengaku dirinya siap buat melatih Barcelona. Legenda Barcelona ini juga mengatakan sebabnya pernah menolak tawaran tersebut, Xavi sudah menghabiskan sebagian...

Ini Pengalaman dari Kapten Timnas Indonesia U-16 Mengenai TC di Bekasi, Timnas Alami Peningkatan Performa

TC di Bekasi diikuti oleh Timnas Indonesia U-16, pada periode ini pemusatan latihan sudah mulai dilakukan pada awal Agustus dan kini sudah...

Deretan Pesepak Bola Handal Yang Belum Pernah Memenangi Gelar Bergengsi Bersama Tim Nasional

Menjadi pesepakbola dapat tampil membela negara pastinya jadi impian seluruh atlet sepak bola. Terlebih lagi dapat mengangkat trofi bergengsi bersama negara tercinta....