29 C
Indonesia
Monday, November 30, 2020
Home Berita Liga Indonesia 5 Pemain yang Berhasil Tampil Cemerlang Bersama Timnasnya

5 Pemain yang Berhasil Tampil Cemerlang Bersama Timnasnya

Selalu ada hal yang tidak terduga yang dapat terjadi dalam dunia sepak bola profesional. Satu diantaranya adalah penampilan pemain bintang yang berbeda saat tampil bersama Timnas negaranya dengan saat berada di klubnya.

Ada beberapa faktor yang bisa menyebabkan hal seperti itu dapat terjadi, salah satunya seperti masalah rekan setim sampai pada pola permainan yang diberikan sang pelatih. Selain itu, tingkat persaingan dan momentum juga bisa menjadi dorongan hal itu tercipta.

Berikut ini kami rangkum beberapa pemain yang justru sukses kala berkostum Timnas dibandingkan saat membela klubnya.

Miroslav Klose
Dengan adanya nama Miroslav Klose ke dalam daftar menjadikan perbincangan yang sangat menarik di kalangan para pecinta sepak bola. Memang, tidak bisa dipungkiri bahwasanya Klose jauh terlihat lebih sukses kala dirinya berjuang bersama Timnas Jerman dibandingkan ketika ia bersama klubnya.

Prestasinya di Timnas Jerman memang tidak perlu diragukan lagi. Klose bermain dalam 599 pertandingan dengan mengemas gol sebanyak 231 gol. Angka tersebut setara dengan kesuksesannya kala ia mengemas 25 gol dalam 26 pertandingan saat memperkuat Werder Bremen pada musim 2005-2006.

Di luar pertandingannya bersama Timnas Jerman, Klose hanya mencetak rata-rata 11 gol saat dirinya membela Bundesliga. Catatan terparahnya terjadi pada musim 2010-2011, ketika ia hanya mencetak satu gol pada 20 pertandingan bersama Bayern Munchen.

Namanya mulai bersinar saat ia berada di Timnas Jerman. Pada pertandingan level internasionalnya, ia mampu mengoleksi sebanyak 16 gol di ajang putaran final Piala Dunia. Dua gol terakhir dicetak Klose pada tahun 2014. Sehingga total, ia mencetak 71 gol dalam 137 pertandingan, sekaligus berhasil menjadi top skor sepanjang masa Timnas Jerman.

Eduardo Vargas
Sosok Eduardo Vargas terbilang asing di telinga para penggemar sepak bola dunia. Namun, tidak bagi masyarakat Cile. Di kalangan masyarakat Cile namanya sangat harum. Karena ia banyak berjasa ketika dirinya berjuang bersama Timnas Cile, performanya di ajang internasional sangat luar biasa.

Dirinya menjadi sosok yang paling fenomenal ketika Cile berhasil meraih juara di perhelatan Copa America tahun 2015. Kala itu, Eduardo Vargas mencetak 4 gol. Satu tahun berlalu, dalam episode spesial Copa America Centenario, ia mengemas 6 gol dan membawa Cile memertahankan status juaranya.

Eduardo Vargas mengawali debutnya bersama Timnas Cile pada tahun 2009. Ia menembus gol ke gawang lawan, Spanyol, pada Piala Dunia tahun 2014. Tahun 2013 menjadi momen yang spesial secara individu, karena Eduardo Vargas sanggup mencetak 9 gol dalam 6 pertandingan beruntun. Angka itu mematahka rekor Marcelo Salas.

Namun, nama besar Eduardo Vargas karena prestasinya di Timnas Cile nyaris tidak terdengar di level klub. Padahal, ia sudah menjelajahi empat liga top Eropa, yakni Serie A, La Liga, Premier League dan Bundesliga.

Angelos Charisteas
Sosok Angelos Charisteas dikenal sebagai pemain yang sukses bersama Timnas Yunani, dan sebagai pemain yang masih mencari jati diri di klubnya. Itulah sosok pemain sepak bola bernama Angelos Charisteas. Ia nyaris tidak memiliki performa bagus bersama klub-klub yang dibelanya.

Jangan tanyakan lagi kemampuannya ketika bertanding bersama Timnas Yunani. Ia memang sempat bergabung bareng tim besar Bundesliga pada tahun 2002-2003, Werder Bremen. Namun, karena namanya tak bersinar, ia harus rela berpindah hingga 8 kali, mulai dari Bundesliga, Eredivisie, Ligue 1 sampai terpaksa pulang kampung.

Justru penampilan memukau Angelos Charisteas terlihat ketika dirinya berjuang bersama Timnas Yunani, dengan 25 gol dalam 88 pertandingan. Yang paling spesial ketika Angelos Charisteas berhasil membawa negaranya menjadi juara Euro 2004, dengan gol krusial di partai final ke gawang Portugal.

Anders Svensson
Anders Svensson menghabiskan 17 musimnya bersama klub lokal Swedia, IF Elfsborg. Dia harus terpaksa pensiun dengan catatan yang tak mengesankan, yakni 72 gol dalam 421 penampilan. Namun, semuanya berbanding terbalik ketika dirinya banyak memberikan sumbangsih di kancah internasional bersama Timnas Swedia. Ia mampu tampil dengan menawan bersama Timnas Swedia U-21 sejak 1999, dan tampil di penta Piala Dunia 2002. Saat itu, namanya mulai bersinar setelah mencetak gol via tendangan bebas ke gawang Argentina.

Anders Svensson terus bersinar bersama Timnas Swedia pada 4 turnamen akbar berikutnya, yakni pada Euro tahun 2004, 2008 dan 2012, ditambah Piala Dunia tahun 2006. Kemudian ia memutuskan untuk pensiun dari Timnas Swedia pada tahun 2013 dengan catatan 143 caps.

Asamoah Gyan
Nama Asamoah Gyan meroket pada Piala Dunia tahun 2020. Ia berhasil membawa Ghana tampil bagus di tanah Afrika Selatan. Ia pensiun pada Mei 2019, dengan mencetak sebanyak 51 gol dalam 109 pertandingan.

Secara khusus, ia sanggup menyumbang 6 gol di Piala Afrika. Selain itu, ia selalu mencetak gol pada 3 piala dunia, yakni pada tahun 2006, 2010 dan 2014. Sayangnya, ia tak terlalu sukses ketika berkarier di level klub.

Asamoah Gyan juga pernah membela Udinese pada tahun 2003-2004, dan sempat dipinjamkan ke Modena. Adapun jumlah total semua gol yang diberikan Gyan adalah ia hanya mencetak 26 gol pada periode tersebut. Ia juga sempat bermain di Prancis dan Premier League, sebelum terbang ke Al Ain.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

TUNTOR

Berita Favorit

Prediksi Bola : Arsenal vs Liverpool 14 Juli 20020

Laga lanjutan Liga Inggris pekan ke 36 akan mempertemukan Arsenal si peringkat 9 dan Liverpool sang juara. Duel tersebut akan dilaksanakan pada...

Sepakbola di Abad 21

Sepakbola merupakan olahraga yang sangat di gandrungi oleh mayoritas manusia di planet ini, menurut survey membuktikan bahwa hampir 60% mayoritas manusia di...

Prediksi Bola Chelsea FC vs Southampton, 17 Okt 2020

CHELSEA FC Faktor Positif Chelsea FC berada di peringkat ke-7 klasemen liga dengan 7 poin, tertinggal...

Pique Minta Barcelona Lakukan Perubahan Secara Menyeluruh!

Gerard Pique menilai kekalahan besar 2-8 dari Bayern Munich menjadi satu hal yang memalukan dan tamparan keras baginya. Karena itu ia berharap...