29 C
Indonesia
Friday, May 14, 2021
Home Berita Liga Indonesia 4 Idola Suporter yang Berkarir Singkat di PSM

4 Idola Suporter yang Berkarir Singkat di PSM

Perjalanan karir PSM Makassar di Liga Indonesia cukup terbilang sukses, ada beberapa prestasi yang berhasil diraih klub tersebut. Seperti trofi juara pada tahun 1999-2000, 2001, dan 2003, 2004, 2018 yang berhasil diraih Juku Eja tersebut.

Bak pemain papan atas, PSM berhasil memunculkan para idola baru di lapangan hijau tanah air berkat penampilan ciamiknya, meskipun beberapa dari mereka tidak berkarir lama. Beberapa dari mereka yaitu Sergio Vargas, Jacksen Tiago, Cristian Gonzales, dan Marc Etogou Orland.

Meski belum mampu memberi piala untuk PSM, aksi dari para pemain tersebut mampu menarik perhatian publik di Makassar. Terutama saat Juku Eja bermain di kandagnya yaitu Stadion Adi Mattalatta Mattoangin.

Staff pelatih PSM, Hermain Kadiaman berpendapat bahwa kelima pemain asing tersebut memang pantas menjadi idola para suporter, karena kontribusi yang mereka berikan pada Juku Eja tidak main-main.

“Untuk Sergio, saya menilai bahwa ia memang pemain istimewa yang pernah berkostum PSM. Ia adalah pribadi yang disiplin dan rendah hati” ujar Herman, Rabu (26/8/2020). Kebetulan Herman pernah bekerja sama dengan beberapa pemain tersebut.

Sergio Vargas

Sergio pertama kali datang ke PSM saat klub Cile sedang libur panjang, ia ingin mengisi waktu liburnya dengan bermain bola. Erwin Aksa yang saat itu menjadi manajer PSM, menawarkan liburan ke Bali untuk Sergio di sela-sela kompetisi Liga Indonesia.

“Ibarat turis yang sedang liburan dan mengisi waktu luang untuk main sepakbola,” tutur Herman.

Ia pun menerima tawaran tersebut dengan permintaan untuk bisa leluasa memutus kontrak di PSM. Sergio terbang ke Makassar setelah proses negosiasi selesai, Sergio sempat tampil di Liga Champions Asia.

Cristian Gonzales

Gonzales berhasil membuat sejarah sebagai striker tersubur sepanjang perhelatan Liga Indonesia. Pada saat pertama bermain di PSM, ia sering menjadi pemain sayap kiri. Namun saat itu  sang pelatih Miroslav Janu melihat potesinya, hingga akhirnya dia bisa menjadi striker.

“Alasan bagi pelatih Janu, Gonzales sangat kuat dalam duel, pintar mencari posisi dan bisa menguasai bola di kakinya meski ditekan bek lawan,” kata Herman.

Gonzales hanya bermain setengah musim di PSM, ia dilepas karena mendapat sanksi dari PSSI dilarang tampil, karena memukul official Persita Tangerang pada tahun 2004.

Marc Etogou Orland

Gonzales kemudia digantikan oleh Marc Etogou Orland pada putaran kedua tahun 2004, meski hanya bermain satu putaran, aksi Marc selalu menjadi hal yang ditunggu-tunggu oleh para suporter PSM.

Marc mahir membuat lawan kesulitan menghadangnya, karena postur tubuhnya yang tinggi besar. Sembilan gol berhasil diberikannya untuk Juku Eja, suporter PSM kemudia memberinya julukan Uka-Uka.

Meski memberikan kontribusi yang cukup besar dan digemari oleh para suporter, kontrak Marc tidak diperpanjang lagi oleh manajemen PSM pada akhir musim.

Jacksen Tiago

Jacksen Tiago datang ke Makassar bersama dengan dua rekannya yaitu Marcio Noco dan Luciano Leandro. Jacksen menjadi pemain asing generasi pertama di Juku Eja.

Sebelum masuk ke tim PSM, Jacksen sempat bergabung bersama Petrokimia Putera Gresik dan berhasil tembus ke final Liga Indonesia pada tahun 1994-1995, sebelum akhirnya dikalahkan oleh Persib Bandung dengan skor 0-1.

Hal yang sama kembali diraih oleh Jacksen bersama PSM, yaitu ketika melawan Mastrans Bandung Raya di laga final dengan skor 0-2.

“Kelebihan Jacksen ada pada power dan nyalinya. Dia tidak pernah takut untuk membuat bek lawan kesulitan menghadapinya. Dalam situasi seperti itulah, ia kerap mendapatkan golnya,” pungkas Herman.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

TUNTOR

Berita Favorit

Inilah Sederet Pemain Yang Dirugikan Karena Ballon d’Or Tidak Dilaksanakan

Dikarenakan keadaan dunia yang masih dalam masa pandemi virus corona, maka kini dengan amat terpaksa penganugrahan Ballon d’Or tidak dilaksanakan.Menyusul keputusan tersebut...

Keputusan Pelatih Timnas U-19 Hapus Dua Orang Pemain Beberapa Saat Sebelum TC Di Kroasia, Ini Tanggapan Iwan Bule

Kebijakan sang pelatih, Shin Tae-yong cukup mengejutkan beberapa pihak. Pasalnya pencoretan dua pemain dari daftar Timnas, dilakukannya beberapa jam sebelum keberangkatan tim...

Inter Milan Mampu Datangkan Messi karena Punya Cukup Uang

Rumor kepindahan kapten Barcelona, Lionel Messi, ke Inter Milan semakin memanas akhir-akhir ini. Semua ini bermula dari ucapan mantan Presiden Inter Milan,...

Barcelona Dapat Tawaran Menggiurkan dari Manchester United.

Kabar yang masih hangat terdengar dan menjadi polemik mengenai Messi, kini mulai temukan titik terang. Kabarnya Manchester City berani melakukan segala cara...