29 C
Indonesia
Thursday, May 13, 2021
Home Berita Internasional Laga Terbaik Dua Team Epik Pada 16 September 1998

Laga Terbaik Dua Team Epik Pada 16 September 1998

Tidak ada yang dapat membantah jika musim 1998/ 1999 ialah musim terbaik sejauh sejarah Manchester United. Disaat itu, mereka mencapai 3 gelar yang dimulai dengan keberhasilan mencapai Premier League serta Piala FA. Puncak dari kesuksesan United telah pasti ketika mereka mencapai gelar Liga Champions secara dramatis.


7 Februari 1970: Rekor 6 Gol George Best
Tidak gampang bagi United untuk mencapai seluruhnya itu. Serangkaian laga berat wajib dialami oleh anak asuh Sir Alex Ferguson disaat itu. Khususnya di Liga Champions Eropa. Pada babak penyisihan tim, mereka harus posisi di satu tim bersama Barcelona serta Bayern Munich.

Pada laga awal, mereka terlebih lagi mesti bertemu dengan Blaugrana dalam suatu laga epik di stadion Old Trafford. Laga yang berlangsung sangat menarik antara sesama raksasa, menghadirkan 6 gol, 2 penalti, kartu merah, keputusan wasit yang diduga merugikan, sampai gol spektakuler David Beckham.

Walaupun kehabisan pemain terbaik semacam Pep Guardiola, De Boer bersaudara( Ronald serta Frank), serta Patrick Kluivert, Louis van Gaal senantiasa menurunkan sebagian pemain andalannya semacam Luis Enrique, Boudewijn Zenden, serta mega bintang Luis Figo.

United pula tidak ingin kalah. Mereka memainkan Beckham serta Giggs di sisi sayap, Jaap Stam serta Peter Schmeichel di lini belakang. Lini depan, Andy Cole bermain bersama Ole Gunnar Solskjaer. Fergie mengistirahatkan Dwight Yorke akibat buruknya penampilan pemain Trinidad and Tobago pada saat melawan West Ham United.

Terdapat satu momen unik yang kelihatan secara jelas pada pertandingan tersebut. Walaupun bermain selaku tuan rumah, tetapi United wajib mengenakan pakaian kedua mereka yang bercorak putih. Hal ini disebabkan pakaian tandang Barcelona bercorak oranye. Walaupun begitu, hal tersebut tidak mengusik penampilan mereka.

Beckham jadi bintang pada pertandingan tersebut. Aksinya melewati Sergi Barjuan jadi mula dari gol sundulan Ryan Giggs. Keunggulan tersebut setelah itu digandakan oleh Paul Scholes menggunakan bola muntah hasil sepakan salto Andy Cole. Lagi- lagi salto Cole dimulai dari umpan diagonal Beckham.

Unggul 2- 0 dalam tempo kurang dari 30 menit membuat para penggemar United bergairah. Skor ini bertahan sampai babak awal berakhir. Timbul chant“ Kluivert, Kluivert, berapa nilainya?” Suatu nyanyian mengejek sang pemain yang jadi sasaran Sir Alex Ferguson saat sebelum akhirnya memutuskan membeli Dwight Yorke.

Mengawali babak pertama dengan baik, United malah telihat berantakan pada saat merambah babak kedua. Serbuan mereka melemah. Di sisi lain, Barcelona malah mulai menciptakan bentuk permainannya yang lenyap pada 45 menit sebelumnya. Satu poin sesudah itu didapat lewat Sonny Anderson menggunakan kesuksesan Rivaldo membebaskan diri dari penjagaan 5 pemain.

Dikutip dari Thesefootballtimes, Fergie risau selepas gol tersebut. Dia menguatkan lini tengah dengan menarik keluar Solskjaer serta memasukan Nicky Butt. Tetapi perihal itu nyatanya tidak cukup. 3 menit sehabis dirinya masuk, Jaap Stam malah menjatuhkan Rivaldo di kotak terlarang.

Tumbangnya pemain asal Brasil ini smepat menuai cibiran sebab dia tersungkur sembari menutup mukanya walaupun dalam siaran ulang, tidak terdapat satupun anggota badan Stam yang menimpa bagian tubuh Rivaldo. Penalti tersebut berhasil dimanfaatkan Giovanni buat menyaakan peran jadi 2- 2.

Beckham akhirnya turun tangan. Sesudah menggagas 2 poin United, dia ikut andil dalam poin ketiga. Tendangan bebasnya tidak dapat dijangkau oleh Hesp. Gol Beckham membuat Old Trafford jadi hidup kembali. Akan tapi, kesenangan itu cuma sesaat.

Luis Enrique sukses melewati pengawalan Neville serta Butt di sisi kiri. Umpan silang Luis setelah itu diteruskan sundulan Giovanni yang membentur tiang. Bola sesudah itu jatuh ke kaki Zenden yang diteruskan oleh sepakan Rivaldo yang dapat diblok oleh Schmeichel. Bola rebound sesudah itu ditendang Anderson yang diblok oleh Butt. Tendangan Figo sesudah itu sukses menjebol gawang kiper asal Denmark tersebut. Sayang, wasit Stefano Braschi meniup peluitnya serta memutuskan memberikan penalti kepada Blaugrana sekalian mengusir Nicky Butt sebab dikira menahan bola memakai tangan.

Cuma 15 menit kebersamaan Butt bersama penggawa United. Luis Enrique setelah itu menyamakan kedudukan jadi 3- 3. Skor yang pantas disyukuri oleh United sebab selepas gol tersebut, banyak kesempatan yang mampir ke gawang Schmeichel. Peluit akhir yang setelah itu disambut nyanyian“ wasit seseorang wanker” dari para penggemar United.

“ Ini merupakan pertandingan yang sempurna. 2 regu berupaya untuk menang dengan sedikit mencermati konsekuensi yang diterima. Begitulah metode sepakbola mesti dimainkan serta dalam makna pertandingan ini, bagaikan suatu kesebelasan kita wajib mempunyai organisasi yang terperinci,” tutur Sir Alex.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

TUNTOR

Berita Favorit

Kepa Arrizabalaga Kabarnya Akan Dipinjamkan Oleh Chelsea

Belakangan beredar kabar bahwa Kepa Arrizabalaga akan segera dilepaskan oleh pihak Chelsea, akan tetapi bukan untuk dijual, melainkan hanya dipinjamkan saja. Kira-kira...

Fakta-Fakta Usai Lyon Singkirkan Man City 3-1

Lyon tampil meyakinkan dan mengejutkan saat melakoni laga konrta Manchester City dalam babak perempat final Liga Champions. Setelah pertandingan tersebut usai, ada...

Kemiripan Juergen Klopp dengan Bill Shankly

Mantan pemain Liverpool, Graeme Souness, menyebutkan jika Juergen Klopp sangat cocok dengan skuad The Reds dan dirinya dianggap memiliki beberapa kemiripan dengan...

Raksasa Serie A Juventus inginkan James Rodriguez

Setelah menyelesaikan masa peminjaman 2 musim di klub raksasa Bundesliga jerman James rodriguez ini kembali ke klub lamanya yaitu real madrid pada...