29 C
Indonesia
Sunday, September 20, 2020
Home Berita Internasional Berikut ini Daftar Pemain Dengan Koleksi Kartu Merah Terbanyak Sepanjang Sejarah

Berikut ini Daftar Pemain Dengan Koleksi Kartu Merah Terbanyak Sepanjang Sejarah

Pesepakbola yang dikeluarkan dari permainan atas sebuah kesalahan kepada lawan bisa dianggap sebagai hal yang sudah biasa. Apalagi, ketika satu orang pemain yang sama melakukan pelanggaran yang berat kepada musuh sehingga sering diusir keluar, hal ini adalah sebuah kebiasaan. Pesepakbola seperti ini berpotensi mempunyai masalah karakter dan kedisiplinan yang buruk sebagai seorang olahragawan profesional.

Mencaci maki wasit saat memberikan keputusan tidak bisa diterima, meyiku musuh saat berduel di udara, dan melancarkan tekel yang berbahaya adalah penyebab yang sering muncul atas dikeluarkannya kartu merah. Berkaitan dengan hal – hal ini, pemain posisi pertahanan lah yang sering mendapatkan ganjaran larangan bermain.

Siapa saja pesepakbola dengan koleksi terbanyak? Berikut daftarnya.

1. Pablo Alfaro
Pemain bertahan ini adalah pesepakbola yang profesional di La Liga di mana di negara asalnya ini dia menghabiskan seluruh karirnya. Dalam 18 tahun karirnya, Alfaro bersama Barcelona, Atletico Madrid, dan Sevilla sudah pernah mencicipi panggung panas. Sayangnya, bek ini lebih terkenal karna permainannya yang kasar dari pada kemampuan bertahan dalam bermain bola.

Dari tahun 1989 awal karirnya yang dimulai dan berakhir diwarnai dengan tekel keras yang berpotensi mencederai lawan pada 2007 ini. Bayangkan, dia mengkoleksi kartu merah yang ia catatkan hingga 18 buah. Catatan ini menjadikan Alfaro sebagai salah satu pemain bertahan/bek yang paling kasar di Spanyol.

2. Pablo Montero
Kembali ke tahun 1990-an, hanya pertahanan terbaik yang dapat bermain untuk tim papan atas Serie A dan Montero adalah salah satunya. Pemain Uruguay ini hampir bermain untuk Atalanta selama empat musim sampai dengan tahun 1996 dan sesudah itu dirinya bergabung Bersama Juventus sampai sembilan tahun kemudian.

Montero adalah tipe pemain yang keras kepala dan gigih ; dirinya tidak membolehkan siapapun ang mendekati area kekuasaannya dan akan melakukan segala sesuatu untuk menjauhkan bola dari lini pertahanannya. Tekel tajam adalah salah satu ciri khas dari pemain pertahanan yang satu ini.

Tekel yang diluncurkan Pablo sangat mematikan sehingga penyerang-penyerang musuh yang menjadi pemain kunci memiliki sebuah kemungkinan untuk tidak dapat kembali ke lapangan dan bermain maksimal. Dengan pelanggaran-pelanggaran keras yang telah dilakukannya, Pablo Montero mencetak 21 kartu merah di sepanjang karirnya di Italia. Data ini membuatnya di Liga Italia menjadi pesepakbola paling kasar dan hingga saat ini belum ada yang bisa menyamai statistik kartu merah Montero.

3. Ruano Delgado
Pemain pertahanan berdarah Spanyol ini menambah catatan kedisiplinan pemain-pemain La Liga dan untuk Deportivo Alaves muncul sebagai rumah dari pesepakbola yang sering kali dipanggil “Alexis” ini. Kali ini sang pemain telah mencapai usia 32 tahun dan selama karirnya berjalan Delgado pernah bermain untuk Valencia, Malaga dan Sevilla.

Tetapi, walaupun pernah berada pada klub jempolan, Ruano lebih tenar dengan masalah temperamental yang sering berujung pada adu mulut dengan pemimpin lapangan. Pertentangan dengan wasit dan sejumlah tindakan kasarnya kepada pemain musuh membuat Delgado harus diberikan 22 kartu merah dan hal ini bisa jadi adalah penyebab utama sang pemain yang tidak bisa bertahan lama di klub besar yakni tim Kapal Selam Kuning tersebut.

4. Sergio Ramos
Nama ini memang tidak asing di telinga pecinta sepak bola Eropa atas kekuatannya dalam menahan gempuran lawan dan dianggap sebagai salah satu pesepakbola pertahanan terbaik yang sempat dimiliki Spanyol dan Real Madrid.

Perbuatan haramnya dalam menghentikan penyerangan dari lawan, khususnya ketika kubu Bernabeu dilanda serangan balik, membuat Ramos harus mengoleksi 24 kartu merah hingga saat ini. Jelas, Jika karirnya masih lama di Spanyol dapat membuat angka ini terus bertambah. Kemampuannya masih belum mumpuni dalam menjaga suasana hatinya. Hal ini dapat ditunjukkan dengan catatan lima kartu merah yang pernah didapatnya hanya dalam ajang El Classico saja.

5. Gerardo Bedoya
Nama bek ini bisa jadi sedikit asing untuk para penggemar sepak bola Eropa mengingat dirinya memanglah tidak sempat bermain di Daratan Biru. Tetapi, Bedoya lumayan mumpuni dalam perihal bertahan mengingat mantan gelandang bertahan ini sudah mewakili Kolombia apalagi hingga 49 laga serta biasanya bermain di bermacam klub di Amerika Selatan.

Bek tengah ini sempat bermain buat klub- klub besar kayak Boca Juniors serta Deportivo Cali. Walaupun terletak di tim besar, Gerardo kurang menemukan simpati para pendukung klub mengingat tekel kerasnya sering membuat lawan cidera parah sehingga jelas mengurangi sportifitas serta penyeimbang laga.

Karir Gerardo Bedoya berdurasi sepanjang 10 tahun( 1995- 2015) serta sepanjang itu perolehan kartu merahnya secara mengejutkan memegang angka 42. Sang pemain bisa jadi hendak mempertahankan rekor ini untuk waktu yang lama mengingat sepak bola modern seperti disaat ini menjunjung besar sportifitas serta fair play.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

TUNTOR

Berita Favorit

Cristiano Ronaldo Masih Bisa Bermain Hingga Usianya yang ke-40 Tahun

Kondisi fisik Cristiano Ronaldo dipuji oleh mantan bek Timnas Portugal, Paulo Ferreira. Ferreira mengatakan bahwa Ronaldo masih bisa bermain dengan baik hingga...

Beginilah Unek-Unek Jose Mourinho Setelah Tottenham Kalah di Laga Perdana

Tottenham Hotspur menjalani pertandingan perdana mereka di pekan pertama Liga Inggris 2020/2021. Sayangnya dalam pertandingan tersebut mereka harus menerima nasib ditaklukan oleh...

Manchester United Menangkan Laga Derby Dengan Skor 2-0

Berita Bola Man United hari ini adalah kemenangan 2 gol tanpa balas atas Manchester City dalam laga lanjutan Liga Inggris. Dini hari...

Real Madrid Harus Gigit Jari Karena Pogba dan Haaland Tidak Dijual

Real Madrid telah lama dikabarkan meminati Paul Pogba dan Erling Haaland. Bukan hanya dari musim ini namun sudah sejak musim lalu, sayangnya...